MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Senin, 26 Desember 2011

Rongsokan Motor Di Sungai

Tulungagung | Jatimnet -  Diketemukan rangka sepeda motor di sungsi Ciwuk Betak Kecamatan Kalidawir Tulungagung. Nomor rangka motor : MH1KEVA182K1390086 diduga hasil curanmor. Hal itu disampaikan beberapa menit lalu ke redaksi  jatimnet dari Sat Reskrim Polres Tulungagung. (Yu)

Read more...

Habis Bacok Korban Nyaris Dibakar Massa

Tulungagung | Jatimnet Online - Usup (75) warga Blimbing asal kelahiran Lampung menjadi korban penganiayaan. Dari sumber Jatimnet. Korban kemarin 25/12 pukul 14.35 melihat seseorang sedang mondar mandir di sekitar pasar.
    Orang tersebut sorenya masih tampak duduk-duduk di di dekat lokasi. Kemudian orang tersebut (tersangka) ketika berjalan dari arah Dam, disapa oleh korban "Nyahmene kok nggawani arit, nggo apa to le" (Terjemahan bebas : Jam sekian kenama membawa arit/celuri").
    Tersangka menjawab teguran korban bukan dekan kata namun celurit/arit yang dibawa di bacok-kan ke korban dan karena luka bacok yang cangat fatal. korban meninggal ditempat kejadian.
    Celurit yang berlumuran darah oleh pelaku dilempar ke dalam sungai yang tak jauh dari lokasi kejadian. Kejadian tersebut diketaui ole dua siswi yang baru pulang sekolah dan berteriak.
    Teriakan didengar warga, warga pun berbondong menuju lokasi kejadian. Mengetahui dirinya didatangan warga, korban lari dan sembunyi di kebun tebu, namun diketemukan warga tepat berada di dekat pohon melinjo.
    Warga yang mengetahui pelaku, lantas serempak menghakimi, korbanpun menjadi bulan-bulanan warga yang datang bertambanh banyak tanpa bisa melakukan perlawanan.
    Andai petgas kepolisian tak segera datang, korban akan dibakar hidup-hidup oleh warga dan bensin yang telah dibawa urung dibuat membakar korban.
    Pelaku akhirnya diamankan petugas dan karena luka-luka dibadang akibat dimasa akibat ulahnya, kini dirawat dalam pengawasan di RSU Bhayangkara Tulungagung (Yu/San)

Read more...

Minggu, 25 Desember 2011

KA Rapih Doho Anjlok

Tulungagung | Jatimnet - Hari ini di Hari Natal 25 Desember rangkaian Kereta api Rapihbeberapa saat lalu ketika sedang melintas di stasiun kereta api Rejotangan tepat berada dibelakang mapolsek Rejotangan Tulungagung mengalami musibah. Roda KA melesak keluar rel.
Dilaporkan langsung dari TKP, penumpang sedang dievakuasi dan dialihkan menggunakan bus. KA Rapih Doho jururan Blitar lewat Kertosono saat ini sedang dalam penanganan untuk mengembalikan arus KA kembali lancar. (San/YU)

Read more...

Selasa, 15 November 2011

Siswi SMP Di Tulungagung Hamil

Tulungagung | Jatimnet - Untuk yang kali sekian di Kabupaten Tulungagung beredar dan mayoritas pelakunya adalah pelajar. Peredaran video porno pelajar, terbaru yang beredar di Tulungagung dua pelajar SMPN 1 Karangrejo Jl. Karangrewjo no 34 Tulungagung.
    Video porno yang belakangan beredar dan banyak dicari, dalam waktu yang singkat telah disalin dari ponsel ke ponsel lainnya melalui bloetooth dilakukan oleh FR dan EL, siswa kelas dua SMPN 1 Karangrejo yang merekam perbuatan asusilanya menggunakan kamera ponsel.
    Dalam tayangan video, terlihat FR memegang dan meraba organ intim bagian atas EL mengenakan seragam Pramuka. Perbuatan tersebut dilakukan di tempat terbuka di areal SMPN 1 Karangrejo.
     Tayangan video mesum yang berdurasi dua menit 31 detik tersebut. peredarannya selain dari pelajar ke pelajar dan terus berlanjut ke pemilik ponsel lainnya, juga merambah sejumlah koleksi video porno di ponsel milik sejumlah oknum guru di SMPN 1 Karangrejo.
    Kabar beredarnya video porno dan  diminati guru tempat kejadian perbuatan dan perekaman, membuat berang Bambang Setyo Sukardjono selaku Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung. Malu lembaga yang dipimpinnya dinodai video porno menjelang Hari Guru Nasional dan PGRI. Pihaknya langsung melakukan tindakan.
     Tindakan melakukan operasi pemusnahan video porno di ponsel yang berada di lingkup Diknas, sasaran pertama adalah pelajar. Bambang dalam pelaksanaan operasi merasa kecewa dengan ulah sejumlah guru yang ternyata 'doyan' mengoleksi video porno di ponselnya.
    Saat operasi berlangsung, selain diketemukan di sejumlah polsel milik pelajar. di sejumlah oknum guru SMPN 1 Karangrejo di posenya terdapat file video mesum yang 'dibintangi' muridnya sendiri. "Saya perintahkan video itu dihapus dari ponsel murid dan guru," kata Bambang geram.
    Menjelang HGN dan ulang tahun PGRI, Dinas Pendidikan dan Dewan Guru di Kabupaten Tulungnagung dihadapkan kasus video porno yang dilakukan pelajar, saat ini melakukan penyelidikan kasus tersebut.
    Kedua 'bintang film porno' pelajar SMPN 1 Karangrejo telah dimintai keterangan bersama orang tua mereka. Sedangkan Suyatno Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo membenarkan bahwa pelaku dan pembuat video porno itu adalah siswanya.
    Tentang sanksi yang bakal ditimpakan kepada 'bintang film porno' tersebut, pihak sekolah dan Dinas tidak sampai mengeluarkan pelaku dari sekolah tersebut. Keputusan tersebut ditinjau dari dampak jika dikeluarkan.
    "Kalau dikeluarkan akan membuat mereka semakin terjerumus," ungkap Bambang Kepala Diknas Tulungagung, menurut Bambang pula bahwa peristiwa itu juga tidak sampai meresahkan orang tua murid lainnya.
    Sebagai langkah lanjutan yang ditempuh akibat adanya video porno tersebut akan melakukan pembinaan internal. Dia juga berharap kasus itu bisa diselesaikan secara internal tanpa melibatkan kepolisian.
    Sementara itu info terbaru yang diterima Hapra Indonesia, di Tulungagung juga terjadi, siswi kelas 1 di SLTP yang ada di Tulungagung berinisial DAA telah melakukan tes darah soal dugaan dirinya hamil akibat berhubungan intim dengan kakak kelasnya yang sekolah di mana siswi tersebut sekolah.
    Siswi tersebut kabar terakhir masih sekolah dan sedang diupayakan melakukan pengguguran  janin yang dikandungnya. Saat ini Jatimnet sedang memantau perkembangan kasus tersebut, jika memang benar ada pengguguran janin, siapa yang menangani aborsi.(b@yu)

Read more...

Musim Hujan Tiba

Waga dihantui 'Momok' Tanah Longsor
Tulungagung | Jatimnet - Peristiwa longsornya perbukaitan 2,5 tahun lalu yang dalam waktu sangat singkat telah meluluh lantakkan Dusun Ngrejo Desa Joho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung karena tergerus curah hujan.
    Kini, musim hujan telah mulai dan ketika hujan jatuh curahnya lumayan deras disertai angin, sebanyak 30 KK Warga Dusun Ngrejo Desa Joho Kecamatan Kalidawir dibayang-bayangi ketakutan akan datangnya bencana.
    Parjo warga setempat mengatakan bahwa bencana 2,5 tahun silam melumat rumah dan pekarangan warga yang berada di utara jalan. Di lokasi tersebut kini sedikitnya terdapat sekitar 10 KK yang 'senam jantung' ketika merasakan angin berhembus semilir dan langit menghitam disusul datangnya hujan lebat.
    Menurut Parjo, sekitar 10 KK yang tinggnya berada di utara jalan, setelah awal hijan ini, mendung dan gelampnya langit serta curah hujan mengingatkan peristiwan 2,5 tahun silam
    Malik, juga warga setempat mengatakan ”Sampai detik ini belum ada apa-apa dari kabupaten maupun kecamatan, padahal warga resah bila hujan lebat menguyur bukit tersebut”
         Ditempat terpisah Maryani Kabag Humas Pemkab Tulungagung ketika dikonfirmasi Hapra mengatakan ”Sudah itu sudah ditangani, sudah ada kunjungan dan diteliti dari BMG Bandung serta sudah dikeluarkan rekomendasi" ujar Maryani.
    ”Menghadapi musim hujan, nanti akan dikoordinasikan Tim Saklak kabupaten untuk melsuksn langkah menyongsong musim hujan, secara teknis belum kita. mau rapat ini”pungkasnya. Sedangkan Kepala Bakesbanglimas Drs Samsul Laili SH dikonfirmasi via telpon  081359xxxxx tidak terespon.(Bayu)

Read more...

Siaga 'SOS' Hadapi Bencana Alam

Tulungagung | Jatimnet - Tulungagung, ada yang 'memelesetkan' artinya, yaitu Tulung dan Agung yang bermakna menolong secara besar (besar-besaran). Hal itu  bisa terjadi juga untuk kondisi Tulungagung saat ini.
    Pada tiap musim hujan tiba, akan terjadi bencana alam yang menyertai, hal itu karena kerusakan alam di Tulungagung kondisinya tidak berkurah dan sebaliknya semakin parah, khususnya tanah longsor dan jebolnya tanggul di sejumlah sungai.
    Maraknya  pemalakan tanaman kayu hutan dan penambangan pasir sistim sedot telah menjadikan 'bumi' Tulungagung selalu mengibarkan bendera SOS karena nilai kerugian akibat tanah longsor dan banjir bandang semakin menggelembung.
    Penjarahan tanaman kayu di hutan, tak sebanding dengan reboisasi, pemotongan tanaman tiap pohon cukup 1 jam dan untuk bisa memperoleh tanaman yang umurnya sama melalui reboisasi butuh waktu ber tahun-tahun.
    Selain itu, akibat pemalakan tanaman kayu hutan, kondisi tanahnya semakin riskan dan jika hujan turun dengan curah tinggi akan 'melumat' hamparan tanah gersang larut bersama lajunya air dari bukit menuju dataran rendah.
    Sementara itu, penambangan pasir ikut andil memperparah kondisi alam Tulungagung karena dengan penyedotan pasir di sungai menjadikan kondisi keropos tanah tepian sungai. Tak menutup kemungkinan mempengaruhi tempat berpijak 'kaki jembatan' di dasar sungai.
    Selain kerusakan alam yang terjadi di Tulungnagung, bencana banjir juga disulut kiriman air dari sungai Brantas yang ada di Kediri yang nasipnya nyaris sama karena jumlah penambang pasir dengan alat mekanik semakin bertambah.
    Jika bencana alam terjadi, dari evakuasi hingga rehabilitasi sejumlah sarana umum yang rusak akibat bencana alam mau tak mau harus dilakukan secepat mungkin dan tak bisa ditunda.
    Tentu anggaran pemerintah Kabupaten Tulungagung susut karena pengakulasian untuk pemulihan pasca bencana. Namun kebutuhan ketika bencana berlangsung, selain evakuasi juga kebutuhan pangan bagi korban bencana.
    Untuk kebutuhan pangan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre X Tulungagung telah siaga dan menyiapkan sebanyak 100 ton beras untuk menghadapi bencana alam yang selalu datang tiap tahun di Tulungagung.
    Ir H Damin Hartono Roestam MSi kepala Bulog Sub Divre X Tulungagung mengatakan “Masing-masing kabupaten kota mempunyai cadangan 100 ton, akan dikeluarkan  dengan melalui mekanime permintaan bupati" ujar Damin.
    Damin juga menambahkan "Untuk Tulungagung ada stok 100 ton utuk bencana kita siap, khusus untuk bencana alam tidak ada masalah malah kita ada lebih. Ada permintaan dari gubernur pun untuk tanggap darurat kita siap" Sambung Damin.
    Hal itu menurutnya karena tergantung pemda, karena leding sektornya dari pemkab sesuai permintaan dari pemkab. Bulog menyiapkan berapapun  permintaan pemkab. Cadangan beras pemerintah sudah jelas untuk kabupten kota 100 ton gubernur 200 jadi dihitung hitung 300 ton kami siap ,sudah ada aturan baku”jelasnyanya.
    Leih lanjut Damin mengatakan “Bulog Tulungagung, siaga selama 24 jam untuk memberikan bantuan beras kepada korban bencana alam, apabila bantuan tersebut diperlukan sewaktu-waktu.” tuturnya
    “Bulog sekarang cuma operator saja, bila ada  gejolak harga, bencana komandonya dari pemda setempat, bila dibutuhkan sewaktu waktu  kita siap" sambung Damin mensikapi kurang pangan jika terjadi bencana alam.
    "Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab, dan unit kerja yang berkompeten dalam mendistribusikan bantuan pada saat terjadi bencana alam di Tulungagung” papar Damim.
    Kepala daerah bisa mengusulkan tambahan stok beras untuk bencana alam, apabila cadangan beras yang diberikan kepada korban bencana alam sudah habis, terangnya kemusdian.
    “Masalah raskin memang kita agak terbatas,stok bulog ada dimana-mana tinggal kapan dimobilisasinya.Persoalannya dijatim stok dalam negerinya terbatas,prinsip di Tulungagung beserta 4 kabupten kota sudah mengajukan tambahan pada Pakdhe Karwo (Gubernur  Jatim red). Bila keluar insyaaloh stok raskin untuk januari 2012 mencukupi” pungkasnya.(BAYU

Read more...

Tingkatkan Siskamling Minimalkan Kerawanan


Tulungagung | Jatimnet - Tingkat kerawanan beberapa wilayah di Kabupaten Tulungagung  tampaknya mulai naik. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Tulungungang  yang dimotori Kantor Bakesbanglismas bekerjasama dengan Polres Tulungagung  kembali menggalakkan budaya Siskamling dimasyarakat.
    Drs. H.Samsul Laili SH Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Tulungagung, Tentang siskamling, mengatakan ”Karena Siskamling merupakan media paling efektif untuk meredam kerawanan di wilayah.Serta merupakan wadah bagi masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan pada situasi lingkungan” ujarnya
    ”Dengan kembali menggelar lomba Siskamling di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung dengan maksud merangsang kembali semangat warga masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya” pungkasnya.
    Drs. H.Samsul Laili SH menambahkan “Hal yang paling substansial dalam pelaksanaan Lomba Siskamling ini adalah untuk membangkitkan kembali partisipasi masyarakat dalam mengamankan lingkungannya.
    ”Mantan Camat Sumbergempol  tersebut  juga menjelaskan kriteria yang dinilai dalam Lomba Siskamling kali ini adalah, partisipasi masyarakat dalam keamanan dan ketertiban masyarakat dan bencana, dibagian ini penilaian memiliki rating paling tinggi. Kemudian penilaian dibidang fisik bangunan, yang dikatagorikan Golongan A, B, dan C, kemudian diikuti dengan keberadaan sarana paralatannya, termasuk administrasinya, tanda bahaya dan sebagainya. (YU)

Read more...

Jumat, 28 Oktober 2011

T O Pil Koplo Kalidawir Ditangkap


Tulungagung | Jatimnet Online - FIY (17) seorang pelajar asal Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, kamis 27 Oktober 2011 sekira pukul 14.00 ditangkap  Kepolisian Resort Kalidawir.
    Penangkapan terhadap FIY, dikatakan Kapolsek melalui Kanit Reskrim Polsek Kalidawir AIPTU Suwoyo, bahwa pelaku telah menjadi incaran pihak Polsek Kalidawir karena telah masuk TO (Target Operasi).
    Penangkapan tersebut menurut Suwoyo, dilakukan di rumah nenek pelaku di Desa Winong Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung berikut baeang bukti (BB) berupa Pil doble L sebanyak 96 butir.
    Pil koplo milik pelaku dalam penggeledahan yang dilakukan anggota Reskrim Polsek Kalidawir Bribtu Andik,Bripka Sigit serta Brigadir Eko Kris.
    "Pil-pil tersebut disebuyikan didalam sepatu dan dibawah tempat tidur neneknya. ungkap AIPTU Suwoyo, ditambahkan, .”Pelaku dikenakan UU kesehatan no 36 tahun  2009”pungkasnya.(Bayu)

Read more...

Rabu, 26 Oktober 2011

Enam Karaoke Di Tulungagung Langgar Jam Tutup

Tulungagung  | Jatimnet Online – Dugem atau dunia gemerlap menjadi warna tersendiri dalam kehidupan malam di kota, khususnya dirambah kalangan remaja. Keramaian yang sering diucap dugem juga melanda wilayah Tulungagung.
    Keberadaan dugem, di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur didominasi rumah karaoke dan café yang tersebar di beberapa kawasan. Dari pantauan media ini, keberadaan café dan karaoke, terjadi pelanggaran disejumlah tempat usaha.
     Pantauan pada hari Kamis (20/10/201 dinihari, dketemukan sedikitnya ada enam rumah karaoke yang tetap beroperasi hingga melebihi pukul 24.00 tersebut. Pelanggaran ini mengingat pemberian izin operasional dari Pemkab hingga pukul 24.00 WIB.
Ketika pemantauan, sedikitnya terdapat enam lokasi usaha yang melanggar aturan ijin jam buka. Keenam tempat hiburan malam tersebut adalah, Yess Karaoke di Jalan Soekarno-Hatta, Bharata Entertainment di Jalan Teuku Umar, Dinasty Karaoke di Jalan Panglima Sudirman, Radja Karaoke di Jalan Pahlawan, TOP Karaoke di sekitar pasar Ngemplak, serta Palem Karaoke di Hotel Palem.
      Keenam tempat hiburan malam yang cukup disegani oleh kalangan pecinta dunia malam itu semua beroperasi hingga pukul 01.00 WIB atau bahkan hingga pukul 12.00 WIB.
“Ya minggu depan kita akan rapatkan serta kita tindak lanjuti .kita lihat seberapa jauh tingkat pelanggaran,” kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Tulungagung Ahmad Pitoyo.
      Namun karena BPPT tidak memiliki kewenangan penindakan, Pitoyo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Satpol PP.
      Hasilnya, jika memang terbukti melanggar, BPPT baru akan mengeluarkan surat teguran tertulis. “Kalau sudah ditegur tetap saja melanggar, sanksinya bisa kami tingkatkan ke pencabutan izin operasional secara permanen,” katanya.
    Sementara itu,  Suroto.S.Sos Kepala Satpol PP Tulungaggung ketika dimintai komentar tentang adanya pelanggaran yang dilakukan enam usaha karaoke, mengakan “Nanti akan kita cek dan kita lakukan koordinasi,kita bina dulu” ujarnya.
     Sedang Dewi Heru Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung tentang pelanggaran jam tutup ke enam karaoke, jika dampak pelanggaran berakibat ditutupnya tempat usaha, dikatakan “Jika sudah ada aturan dan telah sesuai aturan ya harus kita dukung” ujarnya.(Kasan)

Read more...

Selasa, 25 Oktober 2011

Tulungagung Ikuti Lomba PKK Se Jatim


Tulungagng | Jatimnet Online - Mewarisi perilaku dan suri tauladan Ibu Kita Kartini, peran wanita tidak lagi di anggab pelengkap, namun wanita memiliki hak yang sama dengan pria. Mengacu kesamaan hak, maka ibu-ibu saat ini turut berjuang dalam hal membangun dan dimulai dari lingkungan sendiri.
    Peras serta kaum wanita dalam mengisi kemerdekaan di bidang pembangunan, ini tampak nyata dan sangat apresiatif. Maka tak Heran jika pemerintah mengadakan kegiatan Lomba 10 Program PKK. Lomba dimaksud untuk memberikan bukti bahwa wanita juga punya hak dan kemampuan ber aktifitas.
    Kabupaten Tulungagung dalam rangka ikut serta mengikuti Lomba 10 Program PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur memilih Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol. Pemilihan terhadap Desa Junjung karena memang sangat layak untuk mengikuti program tersebut.
    Hal itu karena kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Junjung selama ini sudah dirasakan oleh masyarakat dan secara obyektif kinerjanya telah diakui oleh pemerintah dalam hal memajukan kegiatan PKK.
    Seperti diketahui, selama ini Kepala Desa bersama perangkatnya serta warga masyarakat saling bahu-membahu untuk pembangunan desa. Sedanglan kaum wanita di desa tersebut selau tampil sebagai motor penggerak untuk peningkatan peran perempuan dalam pembangunan yang sudah tercantum dalam 10 Program PKK.
    Karena selaku aktif dalam menggerakkan aktifitas wanita serta Keguyubrukunan warga Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menilai layak Desa Junjung menjadi duta dalam Lomba 10 Program  PKK mewakili Kabupaten Tulungagung maju ke tingkat provinsi.
    Kegitanan yang selalu aktif berupaya dalam hal pembangunan desea dari kalangan wanita di desa tersebut, maka Desa Junjung mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Provinsi Jawa Timur, hal itu disampaikan oleh Kabag Humas Drs. Maryani pada acara Jum'at bersih (kerja bakti) di desa beberapa waktu yang lalu yang diikuti oleh para PNS lingkup Pemkab Tulungagung bersama masyarakat sekitar.
    Kerja bakti ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga Desa Junjung, yang merupakan perwujudan kebersamaan dan budaya hidup bersih warga setempat. Berkat keguyubrukunan tersebut, Desa Junjung dipercaya untuk mewakili Kabupaten Tulungagung dalam Lomba 10 Program PKK tahun ini.”tutur Maryani
    “Kegiatan Jum'at bersih yang telah dicanangkan Bupati Tulungagung, pelaksanaannya selain mengadakan kerja bakti setiap hari Jum'at di jalan-jalan dalam kota dan perkampungan, juga diadakan di kantor-kantor pemerintah maupun swasta, dengan harapan perilaku hidup bersih dan sehat ini akan benar-benar membudaya di Tulungagung.”pingkasnya (Yu/Humas)

Read more...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Setelah Bodreg Ada 'Mbodreg'

 Surabaya | Jatimnet Online -Antara tugas dan fungsi seorang jurnalistik, menggali, mengolah dan menyampaikan (ke redaksi_red) adalah memiliki tujuan mewartakan sesuatu informasi secara murni yang diperoleh seorang wartawan dalam menjalani profesinya.
    Dengan keterbukaan era globalisasi dan banyaknya media yang muncul dalam bentuk cetak, suara serta gambar dan suara atau data dan gambar melalui penerbitan secara berkala dalam bentuk lembar kertas (koran, majalah, tabloid), siaran (radio, televisi) dan online (media internet) semakin menambah jumlah insan pers (wartawan).
    Profesi sebagai wartawan, yang menjadikan warna pekabaran di media dalam bentuk berbagai jenis, tujuan utama adalah mewartakan sesuatu hal yang perlu untuk diketahui dan diperoleh dengan cara menggali langsung (investigasi).
    Sedangkan, munculnya berita, berada pada keputusan redaksi tentang kelayakan informasi yang diperoleh seorang wartawan (bisa koresponden/reporter tergantung jenis medianya) dengan pedoman tidak mengandung unsur sara dan ataupun bentuk menghujat/menghakimi.
    Belakangan ini mulai muncul gejala adanya profesi jurnalistik yang dimanfaatkan oknum tertentu semata-mata menggali rupiah (istialah 86 dan amplop/kolom telah bermunculan dengan tanda kutip). Untuk melaksanakan niat tersebut banyak cara ditempuh.
    Baru-baru ini, di Kabupaten Tulungagung, diinformasikan kabiro Jatimnet Tulungagung adanya upaya copy paste untuk tujuan 'mbodreg/86') dengan cara mengkopy paste tanpa menggali info sendiri dan digunakan untuk konfirmasi dengan tujuan '86' ke salah seorang pejabat Permkab Tulungagung.
    Oknum wartawan yang mengaku dari salah satu stasiun televisi swasta yang melakukan kopy paste dan mengonfirmasi ulang dengan harapan tak memperpanjang pemberitaan, ditolak oleh pejabat tersebut dan ditekankan oleh pejabat tersebut bahwa apa yang disampaikan oleh oknum wartawan itu adalah berita milik salah satu media online
    Berita yang diunggah media online dan direvisi (konvirmasi lanjutan) sebelum terjadi revisi telah di copy paste seakan akan hasil investigasi si oknum wartawan untuk dikonfirmasi ulang. Hal itu sangat disayangkan terjadi karena semua pejabat yang tercantum dalam berita online konfirmasi hanya dimiliki sebuah media online Surabaya dari group media asal Kediri.
    Kabiro Jatimnet Tulungagung, mengatakan bahwa semua arsip asli  berita online dari rekaman suara, sms dan foto hanya satu media yang memiliki tanpa pernah digandakan. "Mengapa oknum wartawan media itu sampai copy paste dan diakui hasil investigasi sendiri serta digunakan alibi ke seorang pejabat ? ujarnya dengan nada kecewa.
    Untuk mengantisipasi adanya wartawan tanpa berita  (WTS) jiplak sana jiplak sini dan diakui hasil konfirmasi merupakan tindakan aib bagi media yang diikuti, karena yang hasil copy paste. Tragisnya, sudah copy paste hanya untuk kepentingan alibi konfirmasi yang berharap mendapat upeti tutup informasi.
    Munculnya istilah Bodreg (oknum yang diragukan pengakuan profesi wartawan), WTS (wartawan tanpa surat kabar untuk oknum wartawan yang mengantongi pres card namun tiada media, CNN (cuma nanya Sana sini).
    Kini rupanya gejala wartawan 'Mbodreg' (target mengejar ketimpangan demi uang bukan demi karya berita) mendampingin istilah 'Gerandong' untuk cap terhadap oknum yang mengaku wartawan tanpa pernah berkarya jurnalis selalu konfirmasi.
    Kondisi yang demikian amat memalukan, profesi jurnalistik sebagai bagian dari kontrol sosial tercoreng ulah beberapa oknum yang memanfaatkan mudahnya bisa memperoleh kartu identitas kewartawanan.(red)

 

Read more...

Jumat, 21 Oktober 2011

Larung Sesaji Pantai Sinie Tulungagung


Tulungagung | Jatimnet  Online - Budaya seni dan wisata, seakan merupakan sebuah mata rantai yang tak terpisahkan dalam paket promosi untuk menggaet devisa dalam sajian wisatawan. Dengan konsep tri tunggal itu, wisata yang ada di suatu daerah bisa diharapkan padat pengunjung.
    Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, dikenal selain dikenal sebagai kota marmer juga merupakan bagian dari tujuan kunjungan wisata ke Jawa Timur. Hal ini karena Tulungagung memiliki beberapa lokasi wisata, khususnya wisata bahari dan sajian seni tradisional yang terus terpelihara dangan baik.
    Beberapa waktu lalu tri tunggal dalam konsep wisata ditorehkan bumi marmer Tulungagung, Sayup-sayup dari kejahuhan diantara hempasan angin semilir menyapu dedaunan nan menghijau dan melambai seakan mengucapkan selamat datang.
    Pantai Sinie, memiliki dinding tebing di kanan dan kiri yang ditumbuhi tanaman nan menghijau serta ombaknya mendayu dengan mempasan butiran busa memutih diantara laju perahu nelanan, merpakan sajian yang indah, disitu pula bisa membeli ikan dari tanggapan para nelauyan.
    Untuk menuju pantai Sinie, dari pusat kota selalu disuguhi lekuk dan kelok jalan dengan pinggiran jalan terdapat tanaman ataupun hamparan sawah membuat kerasan pengunjung ketika sedang mengarahkan kendaraan menuju Pantai Sinie salah satu obyek wisata bahari yang dimiliki Pemkab Tulungagung.
    Beberapa waktu lalu, gending bertalu mengiringi acara ruwatan larung sesaji yang digelar oleh warga Dusun Sinie Kecamatan Kalibatur Kabupaten Tulungagung, acara wujud  ungkapan syukur oleh warga yang tinggal diteluk Sinie atas ikan yang berlimpah selama ini, digelar pada bulan Selo (bulan Jawa red)
    ”Kegiatan larung sesaji ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Dusun Sinie atas melimpahnya hasil tangkapan ikan.Memang menurut adat warga kita digelar setiap bulan selo disetiap tahunnyasudah berjalan sejak dulu .
    Tiga hari sebelum ritual ruwat dan larung sesaji dilaksanakan warga tidak boleh melaut atau biasa disebut prei layar (Berhenti melaut). Sedangkan dana untuk acara hasil swadaya warga masyarakat sinie”terang Lurah Kalibatur Widodo pada Jatimnet.
    ”Wayang yang digunakan dalam acara ruwatan menggunakan wayang krucil (wayang terbuat dari kayu red) untuk setengah mainan, setelah itu disambung dengan wayang purwo (Wayang yang terbuat dari kulit) dengan lakon mina ayakan. Sudah digelar secara turun temurun” tambah Mbah Jumali dalang ruwat asal Dusun Wonojoyo disela-sela acara.
    Pantai sinie
    “Pantai sinie adalah satu obyek wisata andalan Tulungagung dengan pantai yang landai serta apik, yang perlu dibenahi terutama sara-prasarana seperti jalan, penerangan serta sarana air bersih dengan menggandeng pihak terkait seperti PU.
    Agar para wisatawan lokal dan mancanegara semakin krasan untuk datang ke Pantai Sinie.” terang Ir Dwi Heru kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga pada Jatimnet ” ini memang ritual tahun, Kami ingin mengemas secara lebih utuh,seperti uyon-uyon,wayang ruwat serta jaran sebagai salah satu tambahan ritual labuh laut yang bisa lebih menarik para pengunjung”pungkasnya. (Bayu)

Read more...

Senin, 17 Oktober 2011

Demi Ingin Menang Lomba, Warga Sengsara...

 
Tulungagung | Jatimnet Online - Demi ingin menang lomba warga sengsara, ibarat pepatah kata berakit-rakit dahulu berenang kemudian atau bersakit-sakirt dahulu bersenang-senang kemudian.     Untuk memajukan suatu upaya, tentu ditebus dengan susah payah dan bisa dikata sengsara. Demikian juga dengan mempromosikan kawasan wisata harus pula ditebus dengan perjuangan semaksimal mungkin agar lokasi wisata layak dan disaka wisatawan.
    Dalam memenuhi harapan sebuah lokasi wisata menjadi pilihan kunjungan wisatawan, tidak cukup hanya dilokasi wisata yang dibenahi sedemikian rupa sehingga menarik animo pengunjung. Tetapi sarana jalan menuju kearah lokasi wisata juga harus bisa membuat pengunjung nyaman dalam perjalanan.
    Dinas Pengairan Kabupaten Tulungagung meski tidak menangani keberadaan lokasi wisata, mau tidak mau terlibat dalam hal keberadaan wisata. Hal itu mengingat wisata di Tulungagung tak luput sungai, misalnya waduk Wonorejo yang saat ini permukaan airnya kian surut.
    Maka, baru-baru ini, pihak Dinas Pengairan melakukan upaya menjadikan sungai di Tulungagung bersih dan bisa menampung air dikala musim penghujan. Keberadaan perengan (tanggul) diperkuat dan menghilangkan penyebab rusaknya jaringan pengairan.
    Tentang penebangan pohon sepanjang jalan Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol, melalui pesan singkat dari nomor ponselnya, Drs. Maryani Kabag Humas Pemkab Tulungagung menuliskan ”Saya belum tahu” komentarnya menjawab konfirmasi melalui pesan singkat dari media ini.
    Setelah dilakukan pengecekan, dibenarkan oleh Drs Maryani ada pohon yang dipotong dan diganti dengan pohon lain, hal itu karena juga untuk kepentingan peningkatan layanan wisata yang ada di kawasan tersebut untuk menjadikan pepohonan sepanjang jalan akan lebih rindang karena daunnya melebar.
    Dari Dinas Pengairan, diperoleh penjelasan bahwa beberapa pohon yang berada di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang memanjang di sepanjang jalan dan sangat dekat dengan bentangan sungai sepanjang jalan terpaksa harus dipotong. Beberapa warga menyayangkan adanya pemotongan pohon tersebut.
    Jika ditinjau dari hasil buah dan pohon memayungi pejalan kaki dikala terik mata hari memang menguntungkan, namu jika dilihat bahwa akar pohon bisa merusak kondisi sungi karena akarnya cukup banyak dan kuat, dampaknya kerusakan sungai dan pendankalan.
    Karena untuk menyelamatkan kelancaran dan kemampuan menampung air, dengan berat hati pohon terpaksa harus dipotong. Meski demikian tidak berarti habis ditebang dibiarkan melompong, ada tanaman pengganti yang akarnya tidak membahayakan kondisi perengan sungai.
    Pemotongan yang beberapa lalu dilakukan, dan telah dilakukan penanaman pohon baru, kebetulan waktunya bersamaan dengan persiapan adanya lomba penilaian yang melibatkan penghijauan dan penataan lingkungan yang sejuk dan nyaman serta bersih.
    Karena waktunya berdekatan dengan persiapan lomba, maka muncul rumor dan kesan bahwa demi ingin menang lomba warga sengsara ketika terjadi pembersihan pinggir sungai sepanjang jalan di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol
    Saat pembersihan areal di sepanjang jalan, dari sumber yang diperoleh media ini, pelaksanaannya disaksikan langsung oleh Kapolsek dan Dan Ramil setempat untuk menghindari kesalah pahaman tentang mengapa pepohonan ditebang.
    Tentang wisata andalan, Dukuh Pasir Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, sudah taka sing lagi bagi warga Tulungagung, hal itu karena di desa tersebut terdapat obyek wisata Goa Pasir.
    Lokasi wisata yang cukup indah dan saat ini masuk pada deretan kunjungan wisata di Kabupatren Tulungagung, lokasinya atau tepatnya tepat berada di sisi utara pegunungan kapur selatan (Gunung Podo)
     Buku yang berjudul TABUTA (Tapak Budaya Tulungagung) karangan Drs. M Dwi Cahyono, M.Hum dijelaskan bahwa Goa Pasir atau yang dinamakan Situs Karsyan Goa Pasir yang terletak di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol berbentuk bangun landam kuda serta tinggalan arkeologi yang berupa goa pertapaan yang berisi banyak relief (goa I) dengan ukuran goa 260 x 175 cm dan kedalaman 218 cm dengan ketinggian 200M di atas permukaan tanah tanpa disertai dengan tangga batu. Dan goa II yang tidak ber-relief dengan posisi tebing bawah dengan keadaan mulut lebih besar dari goa I berukuran 305 x 255 x 190 cm dan kedalaman 255 cm posisi goa menghadap ke barat.
    Dalam buku TABUTA juga dijelaskan bahwa sesuai dengan sebutannya yaitu “Situs Goa Pasir“ dan fungsinya sebagai karsyan maka kedua Goa tersebut waktu itu difungsikan sebagai pertapaan.
    Hal tersebut didukung dengan banyaknya temuan lain yang tersebar di area goa serta sebagian yang tertimbun tanah, hal ini selaras dengan esoteris dari Hindu sekte Siwa Shidanta yang lazim di jalankan di lingkungan karsyan yang sifatnya tertutup.
    Temuan lain di situs Goa Pasir berupa sisa struktur bangunan, berbangun bujur sangkar dengan ukuran sisi 700 cm berupa tatanan batu bata yang semula diperkirakan sebagai pondasi suatu asrama (rumah tinggal semi permanen bagi para Resi) dan hingga kini yang tersisa dari bangunan ini adalah bagian bangunan yang tampak di permukaan tanah yang berada di sisi selatan dan barat.
    Selain itu di area situs juga terdapat arca-arca lepas batu adesit, sedangkan arca yang tersisa berupa dua buah arca penjaga pintu (dwara pala) berbeda ukuran dan detail bentuknya, fragmen arca Ganesha (Putra kedua dari Dewa siwa dan parwati/uma) peninggalan kerajaan Majapahit dan ini di indikatori berupa pahatan teratai yang tumbuh dari vas bunga yang dipahat pada sandaran kanan kiri kaki arca.
    Berdasarkan catatan penelitian N.J. Krom dan Verbeek di situs Goa pasir pernah ditemukan arca batu yang sandarannya dipahatkan konogram saka 1325 (1403 M) dan 1224 S (1302 M) tahun 1302-1403 M yang berarti dari masa Majapahit, juga pernah ditemukan kronogram yang bertarikh Saka 1228 (1306 M), menunjuk pada zaman Majapahit oleh karena itu situs Karsyan Goa pasir diperkirakan sebuah peninggalan zaman Majapahit.(Bayu)

Read more...

Tulungagung Siaga Kemarau


Tulungagung | Jatimnet Online - Belakangan ini, sejak awal Oktober hingga tanggal 17 (hari ini) udara di Tulungagung  terasa gerah dan mendung kian menggelayut tampak menghitam di beberapa kawasan.
            Pro dan kontra, musim sulit diprediksi, akan segera digelontor hujan atau sebaliknya saat ini merupakan titik awal kemarau, kenyataan yang ada nada-nadanya bakal dating kemarau. Prakiraan kemarau telah ditandai kian mongering area persawahan karena waduk Wonorejo permukaan airnya kian mendangkal.
            Dalam mengantisipasi musim kemarau tahun ini, Desa Pakisrejo Kecamatan Tangunggunung telah siaga dengan cara mencari solusi bila ternyata kemarau akan segera tiba dan memperparah kekeringan di Tulungagung, khususnya didesa tersebut

Read more...

Minggu, 16 Oktober 2011

Tak Ada Pungutan BPIH Kepada JCH

TULUNGAGUNG | Jatimnet Online– Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Tulungagung sebanyak 927 orang JCH terdiri dari dari 512 Wanita dan 415 Pria. Jumlah JCH tersebut terbagi 3 (tiga) Kelompok terbang (kloter) 28, 29 dan 30 dan masing-masing kloter dibagi menjadi 10 karom dengan anggota masing-masing karom 45 orang.
Merebaknya rumor adanya pungutan di luar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) kepada para calon jamaah haji.asal Tulungagung. Dikatakan secara tegas oleh Kepala Staf penyelenggara haji juga sebagai Kepala Kantor Kemenag Tulungagung Daman Huri,M.Ag bahwa hal terseebut tidak benar.
 Penegasan oleh Daman Huri, terkait dengan adanya keluhan dari jamaahah diminta dana tambahan sebesar Rp 475 ribu.”Secara prinsip, di luar BPIH itu tidak ada lagi dana tambahan, apalagi pungutan, pemberangkatan dan pemulangan pak Win, tanya saja pada ketua panitianya, mereka yang ngitung.” Ujarnya
Daman Huri,M.Ag mengungkapkan dalam wawancara dengan Jatimnet mengatakan “Kami tidak dapatkan sepesrpun kami tidak ikut didalamnya. Bila mereka ajkan demo akan saya tuntut mereka karena nama baik. Kalu masalah BPIH sudah jelas dia bayar sendiri, diluar PPIH yang telah ditentukan pemerintah kewajibanya sendiri mengelola mereka sendiri dan yang membentuk panitia mereka sendiri.
Menurut Daman Huri,M.Ag juga bahwa Jamaah Calon Haji (JCH) dari Tulungagung tertua berusia 86 tahun atas nama Marlan bin Wagiman dari desa Tanen Kecamatan Rejotangan. Sedangkan yang termuda berusia 21 tahun atas nama Naila Midana Fathiyah binti Ibnu Katsir Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru.(Bayu)

Read more...

Sabtu, 15 Oktober 2011

SDN I Kedungwaru Tarik Dana Ke Wali Murid


Tulungagung | Jatimnet online –SDN I Kedungwaru Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan ketrampilan siswa siswinya dalam ilmu tehnologi yaitu faham menggunakan computer. Untuk memenuhi kebutuhan sarana komputer yang dirasa kurang memenhi jumlah kebutuhan. Maka pihak sekolah melayangkan edarang kepada orang tua murid
    Tanggal 15 September 2011 pihak SDN I Kedungwaru Kabupaten Tulungagung melayangkan surat bernomor 422/141/103.104.601/2011 tentang perilah pembelajaran komputer ditangatangani oleh Kepala Sekolah Jaelani,SPd dan diketahui Imam Suyadi,M.Pd selaku Ketua Komite Sekolah.
    Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolahan tersebut 5 unit, kekurangan 25 unit komputer karena kebutuhan keseluruhan yang dibutuhkan sebanyak 30 unit komputer. Kekurangan 25 unit dimintakan kepada wali murit dari 387 pelajar SDN I Kedungwaru dengan tarikan dana sebesar Rp 10 ribu tiap bulannya.
    Pada lampiran surat edaran ke orang tua murid, tercantum 25 orang tua murid yang hadir dalam musyawarah rapat sekolah dengan orang tua siswa pada tanggal 13 September 2011. Yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Djoko Surisno (sasta), Sasongko Aji (dagang), Irwanto,ST (Polri), Budi Santoso (petani), Sri Muniyanto (swasta).
    Lainnya yang hadir Musamat (swasta) Wardoko (PNS), Endro Sulistyono (Karyawan), Herlambang Setyawan (sawsta), Sumartun (swsta), Gunawan (karyawan), Diana Pelita Asmara Elion (Hakim PN), Edi Purwanto (swasta).,Ernawati (Ibu RT).
    Sisanya adalah Linda Wahyuningsih (Guru Mts), Slamet Herianto (Guru SMPN), Allia (sasta),  Suharsoo (servis elektronok), Agus Wahyudiono (perangkat desa), Yeni Arisanti (Ibu RT), Karmuji (Polri),Anwar Santoso (PNS), sedang nomor urut 15 dan 16 NN tercantum tidak hadir.
    Keberadaan surat edaran yang dinilai sepihak oleh salah seorang wali murid yang mengadukan kejadian tersebut ke Jatimnet tentang adanya tarikan dana dari sekolahan sebesar Rp 10 ribu tiap bulan. (sambil menyerahkan surat edaran itu ke Jatimnet. Info yang diterima Jatimnet (kebetulan ada rekan media lain yang turut menemui wali murid saat mendatangi Jatimnet)
    Masukan tentang adanya tarikan dana yang telah menjadi keputusan dan diedarkan menggunakan nomor agenda surat, ditelusuri Team Jatimnet beserta beberapa media. Info yang diperoleh, surat tersebut akan ditarik atau dibatalkan, sementara itu pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menanggapi kejadian itu.
    Siswo, Sekreataris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mengatakan “Saya juga sudah dilapori dan sudah saya perintahkan ke Ka UPT untuk dicek laporan tersebut” ujarnya ketika dikonfirmasi dan Siswo juga menambahkan pihak Dinas masih mengumpulkan data-data hal ini, memohon kepada Jatimnet untuk menyampaikan kepada wali murid yang ‘wadul’ tersebut
    Kabar bakal disacut atau dibatalkan surat edaran dari kepala sekolah SDN I Kedungwaru, menurut sumber Jarimnet di Kejaksaan Negeri Tulungagung, sumber mengatakan bahwa pencabutan atau pembatalan tak bisa dilakukan begitu saya.
    Menurutnya pula, karena edaran disepakakati bersama dalam forum rapat otomatis memiliki kekuatan hukum. Untuk pencabutan semestinya harus dilakukan dengan cara melakukan rapat kembali untkuk melakukan pembatalan atau pencabutan surat edaran.
    Tentang edaran dari Kepala sekolah SDN I Kedungwaru, kabar terakhir yang diterima Jatimnet, baahwa laporan tentang edaran tersebut telah masuk ke Kejaksaan Negeri Tulungagung. (San)
   

Read more...

Perjuangan Hidup Siti Maulidiah

Tulungagung | Jatimnet Online - Siti Maulidiah (45) janda asal Kabupaten Blitar termasuk wanita yang tegar dan semangat hidup. Sudah tiga kali keluar masuk Rumah Sakit karena didiaknosa oleh dokter RSU Mardiwaluyo Kabupaten Blitar ini menderita penyakit liver. Setiap kali opname, perut Siti yang buncit seperti orang hamil sembilan bulan lebih di sedot hingga keluar cairan beberapa liter, perut Siti kembali kempis.
Namun hal itu tak berapa lama. Dengan Jamkesda Siti bisa mendapat gratis berobat. Setelah pengobatan yang ketiga kalinya, kondisi Siti

Read more...

Tulungagung Mengukir Prestasi

Tulungagung | Jatimnet Online – Peran guru dalam mengukir prestasi dan sumber daya manusia generasi penerus amatlah dibutuhkan figur yang benar benar memiliki kemampuan handal dalam dunia pendidikan maupun bidang ke agamaan. Hal itu karena dengan pendidikan yang  cukup tanpa ditunjang bekal agama bisa menjadi ketimpangan.
    Tulungagung, kota marmer yang sarat hasil kerajinan dan maju dalam dunia seni, kini bertambah harum dengan prestasi Penghargaan Agugerah Konstitusi yang diterima tiga orang warganya yang berasal dari kalangan pendidik. Hal ini karena Penetapan Penerimaan Penghargaan Agugerah Konstitusi Bagi Guru PKN Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 diterima oleh guru asal Tulungagung.
Tiga figur asal Kota marmer yang meraih prestasi gemilang itu adalah Sulistiyowati,S.Pd  (MIN Jabon Kalidawir Tulungagung), Lilik.S.Ag,M.Pd. (MTsN Ngantru Desa Pulorejo Kecamatan Ngantru Tulungagung) dan Sanusi,S.Pd (MAN 2 Tulungagung Jl.KH Mangun Sarkoro Tulungagung)
Kantor Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur baru-baru ini telah mengumumkan hasil lengkap Penetapan Penerimaan Penghargaan Agugerah Konstitusi Bagi Guru PKN Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 yang tiga diantaranya Utusan dari Kementrian Agama Kabupaten Tulungagung.
 
Tingkat MI
1. Sulistiyowati,S.Pd  (MIN Tulungagung Jabon Kalidawir Tulungagung)
2. Shelly Arisandi, S.Spd  (SD. MIS Futuhiyah .Jl.KH Triwung Kidul Kademangan Kota Probolinggo)
3. Sri Roro Wulan Hartono,S.Ag.S.Pd (MIT Bakti Ibu Madiun)

Tingkat MTs
1. Atiek Indrajati,S.S.Pd  (MTsN Model Bangkalan Jl.KH.Moch Kolil  V/59A Bangkalan)
2. Lilik.S.Ag,M.Pd. (MTsN Ngantru Desa Pulorejo Kecamatan Ngantru Tulungagung)
3. Ira Kristina,S.SPd  (MTsN Malang I Jl. Bandung no 7 Kota Malang)

Tingkat MA/MAK
1. Sanusi,S.Pd (MAN 2 Tulungagung Jl.KH Mangun Sarkoro Tulungagung)
2. Drs.Karnawi (MAN I Probolinggo Jl.Jeruk No 7 Wonoasih Kota Probolinggi
3. Wiwin Siswinarni,S.Pd (MAN Surabaya Jl. Bendul Merisi Selatan IX/20 Surabaya

Penerimaan Penghargaan Agugerah Konstitusi Bagi Guru PKN (saat ini sedang menunggu hasil tingkat nasional) dikarenakan para pendidik tersebut merupakan salah satu komponen bangsa dipandang penting utuk mendapat pemahaman mengenai MK.(Bayu)

Read more...

Sabtu, 08 Oktober 2011

Hutan Kalidawir Petak 9 Malam Ini Terbakar


Tulungagung| Jatimnet Online – Kepolisian Sektor Kalidawir Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Malam ini  8/10/2011 saat melakukan patroli keliling menuju adah Desa Kalibartur melihat adanyta kobaran api.
    Kapolsek Kalidawir Reta Herdiana yang ikut memimpin langsung patroli malam ini, mengatakan bahwa semula titik api terlihat 1 lokasi. Namun ketika dilakukan pengecekan, ternyata terdapat 4 titik api.
    Kepada media ini Kapolsek mengatakan bahwa di duga kebakaran ada unsur kesengajaan dari tangan-tangan usil yang dilakukan oleh beberapa pemuda yang duduk-dudk di lokasi pinggiran hutan tersebut.
    Reta Kapolsek Kalidawir yang malam ini masih di TKP, telah melakukan kontak dengan pihak Perum Perhutani Kalidawir dan sampai berita ini diturunkan belum ada tanda2 datanbg kelokasi (Bayu)

Read more...

Jumat, 07 Oktober 2011

8 Tahun Hidup Dengan Kanker Tulang


Tulungagung | Jatimnet Online- 8 Tahun sudah Suwarto alias Parto bakso biasa di panggil menderita kanker tulang. Himpitan ekonomi membuatnya jadi patah semangat. Menurut Dokter yang memeriksanya Parto, kanker tulang yang dideritanya seharusnya diamputasi agar virus tidak bisa menyebar kemana-mana.
Pada lengan kanan tumbuh daging hingga mencapai hampir 20 kg. Namun Parto tetap berjuang hidup walaupun keadaannya sangat memprihatinkan. Rombong bakso yang pernah dipakai untuk jualan nampak mangkrak di teras rumah karena lama tidak terpakai.

Read more...

Rabu, 05 Oktober 2011

Persediaan Air Waduk Wonorejo Kian Menipis

TULUNGAGUNG | Jatimnet  Online – Air merupakan kebutuhan pokok untuk menstabilkan kehidupan, selain untuk kebutuhan minum, cuci dan mandi serta memasak, kebutuhan yang besar adalah untuk memenuhi kebutuhan tanaman pangan.
    Akhir-akhir ini musim hujan dan kemarau terasa tak teratur sehingga dapat mempengaruhi kwalitas hasil panen dari lahan petani. Keringnya sawah berpengaruh terhadap kehidudap tanaman. Di Tulungnagung, saat ini bisa dikata siap-siap mengibarkan bendera putih dalam penenuhan kebutuhan air.
    Waduk Wonorejo, selain punya daya jual dalam dunia wisata, air yang tersimpan diwaduk tersebut sangat dibutuhkan warga. Apalagi pasokan air dari bendungan Wonorejo juga dibutuhkan untuk memenuhi produksi PDAM di Surabaya.
    Aliran air dari waduk Wonorejo meenuju Surabaya untuk diolah menjadfi air minum, dalam perjalanannya juga menunjang warga sekitar daerah aliran sungai (DAS)m terutama kalangan petani untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang sedang ditangani.

Read more...

Target Minim Pasar Burung Katrol PAD Tulungagung

TULUNGAGUNG | Jatimnet Online – Pasar burung Beji Tulungagung berada di bekas sub terminal cukup potensial untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah yang diperoleh dari sektor retribusi. Hal itu mengingat di pasar burung tersebut terdapat 50 kios dengan 2 los bango.
Berdasarkan pantauan media ini, setidaknya 10 kios di pasar tersebut yang mangkrak tanpa difungsikan sama sekali menjadi salah satu penyebab minimnya setoran ke kas daearah karena targetnya hanya Rp 18 juta tiap tahun.

Read more...

Selasa, 04 Oktober 2011

Tulungagung Digoyang Demo

Tulungagung. kembali digonjang demontrasi yang dilakukan oleh LSM Amapta (Aliansi Peduli Masyarakat Tulungagung) yang dipimpin oleh Heri Widodo. Dengan jumblah massa yang mencapai puluhan mengepung kantor DPRD Tulungagung.Dalam orasinya perwakilan massa menuntut adanya perubahan dalam berbagai sektor dalam tata pemerintahan di pemkab Tulungagung.
Selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

Petani Tembakau Masih Tekor

Tulungagung | Jatimnet Online - Disaat sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air karena musim kemarau,masyarakat di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung mayoritas petani tembakau justru berharap kemarau berlangsung lebih lama, setidaknya hingga empat bulan ke depan.
“Kalau sampai hujan turun dalam waktu dekat, tanaman tembakau kami bisa rusak.Seperti musim tanam sebelumnya, kami mengalami kerugian besar karena tembakau yang sudah siap panen hancur terendam air hujan,” ujar Sutopo warga Desa Tawing, Kecamatan Boyolangu.
”Untuk harga tembakau hari ini turun dari Rp 80 ribu tiap kilo sekarang menjadi 50 ribu perkilo, pokoknya mana yang membutuhkan, jadi tidak dikirim. Di daerah Tawing semua petani mengandalkan dari bertani tembakau dan polowijo.”tambah  Sutopo merupakan satu dari sekian petani tembakau yang menggantungkan hidupnya di di lahan persawahan miliknya.
Jika bukan tembakau, mayoritas petani di daerah ini lebih memilih jenis tanaman palawija.Maklum, di saat kemarau seperti sekarang, menanam padi dianggap sebagai tindakan konyol. Sebab, area persawahan di Desa Tawing maupun desa-desa lain di Kecamatan Boyolangu tergolong sawah tadah hujan. “Lebih dari 90 persen petani di daerah sini menanam tembakau, sisanya palawija. Usia tanaman-tanaman itu rata-rata sekitar 3-4 bulan. Jadi, selama itu pula kami berharap cuaca (musim kering) tetap mendukung, sebab bila turun hujan maka kami akan mengalami kerugian besar, untuk biaya sewa tanahpun tidak bisa kembali” ujar Rusdi, petani tembakau lainnya.
Harapan yang sama dikemukakan sejumlah petani palawija maupun tembakau di beberapa desa kecamatan lain di kawasan Tulungagung selatan. Mereka menyebut dampak guyuran hujan pada tanaman tembakau maupun palawija mereka yang masih muda bisa kehancuran pada tanaman tersebut.
Bencana kekeringan selama kemarau yang sudah berlangsung dua bulan lebih itu sebenarnya juga dirasakan oleh masyarakat Tulungagung yang tinggal di dataran, termasuk di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat maupun desa-desa di kecamatan lain sekitarnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak warga berharap hujan cepat turun kembali. Namun tak sedikit pula yang lebih suka kemarau berlangsung lebih panjang, setidaknya hingga kisaran bulan November atau Desember nanti, yakni setelah masa panen raya tanaman tembakau dan palawija. (Bayu)

Read more...

Panen Raya Terong dan Kacang

Tulungagung | Jatimnet Online – Bulan lalu merupakan untuk kali kedua menggelar panen raya terong. Makanya kantor Pemberdayaan Pembangunan Mayarakat Pedesaan (PBMPD) semakin konsentrasi terhadap program pemberdayaan masyarakat dalam hal penanaman kacang panjang.
Drs. H. Winarto, MM Kepala BPMPD dalam keseriusannya menangani pemberdayaan masyarakat dan mengangkat perekonomian melalui usaha berkebun, Win saat itu juga ikut terjun langsung mengikuti panen raya di kebun tak seberapa luas yang letaknya tepat dibelakang kantor BPMPD.
Saat panen raya berlangsung, dikebun belakang kantornya tersebut warga tumpah ruah, terjun di kebun kacang dan Win mantan kepala Diknas Tulungagung ini tampak ceria di kebun untuk membantu sekaligus melihat sendiri hasil panen yang sangat menggembirakan.
Di kebun tersebut, kepada warga petani, Win tampat sangat serius sebagai ‘motor’ BPMPD dalam mengajak masyarakat untuk berpolah kreatif dan lebih kreatif lagi, sehingga masyarakat petani punya cara mensiasati musim yang sulit diprediksi.
Melihat fakta yang ada, Win mengatakan “Lahan yang sempit bukan merupakan penghalang untuk kreatif. Dalam tataran program pemberdayaan terhadap masyarakat, tidak pandang bulu apa saja yang bisa dikembangkan, entah secara Ekstensifikasi atau secara Intensifikasi seharusnya bisa lebih dimaksimalkan lagi” ujarnya.
Dicontohkan oleh Win, lahan yang ada di area belakang kantor BPMPD disulap menjadi kebun sayur-sayuran termasuk kacang panjang. Untuk menjadi contoh dalam hal Eco-Pertanian, lahan yang semula ditanami terong kini diganti dengan tanaman kacang panjang. Dan sekarang ini sudah sampai tahap pemanenan yang pertama kalinya.
Sedang proses pemanenan kacang panjang dilakukan oleh seluruh staf BPMPD serta Drs. H. Winarto, MM turut serta melakukan panen raya di kebun kacang untuk membantu sekaligus melihat sendiri hijau dan asrinya kebun belakang BPMPD.
Masih menurut Win, dirinya terjun langsung bersama seluruh stafnya untuk menunjukkan rasa syukur kehadirat sang pencipta, Allah Yang Maha Esa yang telah menurunkan nikmatnya berupa panenan kacang panjang yang begitu melimpah itu.
 Maka kacang panjang itu sebagian dibagikan ke ‘Pendopo’ dan tentunya ke Instansi-instansi lain di lingkup Kabupaten Tulungagung. Seperti yang telah menjadi agenda pada saat yang lalu, bahwa terong-terong panenan BPMPD juga dibagikan ke tiap Instansi-instansi.
Dalam prosesi panen tersebut, Winarto juga memberikan komentar, "Panen perdana kacang panjang ini adalah berkah yang luar biasa bagi kita semua. Jangan pernah dilihat dari hasilnya saja, tapi mohon kita harus melihat dari kesungguhan” Ujarnya
Ditambahkan Win, “Tekat, niat dan upaya kita bersama untuk menjadi contoh/pioneer dalam Program Pemberdayaan Masyarakat." Ini berarti bahwa masyarakat dituntut lebih kreatif untuk menggali dan mengembangkan lingkungan sekitar agar lebih hijau, segar dan sekaligus bisa menambah income bagi masyarakat.(Bayu)
 

Read more...

Rabu, 28 September 2011

GMI-FKPPI Tulungagung Juarai Parade Defile

Tulungagung - Jtimnet Online- Selama dua hari FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-POLRI) Tulungagung kususnya GMI (Generasi Muda Indonesia), semangat dalam berlatih baris-berbaris di lapangan Pasar Pahing yang di dukung dan dilatih oleh anggota KODIM 0807 Tulungagung.
Sebanyak 100 personel putra-putri TNI-POLRI  merupakan penerus cita-cita Bangsa Indonesia. Masing-masing anggota GMI-FKPPI di ambil dari 19 Koramil yang ada di Kabupaten Tulungagung baik putra maupun putri.
Pada Minggu pagi (25/9) pemberangkatan peserta FKPPI Tulungagung dilepas oleh PASITER (Perwira Seksi Teritorial) Kapten Pamuji. Dalam perjalanan cuaca masih berembun dan dingin, para personel FKPPI yang di damping oleh anggota KODIM semangat sambil menikmati menu sarapan pagi.
Rombongan dari KODIM 0807 akan melakukan perjalanan selama kurang lebih dua jam menuju Kabupaten  Ponorogo.
        Setibanya di Alun-alun Ponorogo, nampak semua peserta dari kabupaten lain seperti peserta dari tuan rumah Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung.
Sebelum acara di mulai pada pukul 09 pagi, seluruh peserta dari masing-masing Kodim melaksanakan gladi bersih. 15 Menit kemudian setetah gladi bersih selesai, acara benar-benar dimulai. Nampak peserta begitu hikmat melaksanakan Upacara dalam rangka Apel dan lomba Parade Defile yang diselenggarakan di tengah lapangan alun-alun Kabupaten Ponorogo.
Cuaca yang tidak begitu panas dan udara sedikit dingin merupakan pendukung utama untuk peserta unjuk kebolehan dalam berdefile. Berbaris rapi dan berseragam doreng coklat, bak pasukan yang siap bertempur dalam membela NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), putra-putri FKPPI melangkah tegap dan hormat di hadapan DANREM dan utusan Kodam yang berpangkat Kolonel yang berdiri di pendopo alun-alun.
Demikian seterusnya dengan peserta FKPPI lainnya juga ikut berlomba meraih juara dan mencuri perhatian juri di sekitar pendopo alun-alun. Beberapa saat setelah Parade Defile, juri mengumumkan siapa pemenang dari defile tersebut.
Tanpa diduga KODIM 0807 Tulungagung meraih juara 1, kedua KODIM 0808 Kabupaten Blitar, dan ketiga 0804 kabupaten Magetan. Mayor Edy sunarko, S.Sos menuturkan.
Semangat putra-putri GMI memang luar biasa hingga bisa menyisihkan 8 peserta dari masing-masing Kodim, ini merupakan juara yang tak terduga. Semoga kedepan bisa jadi yang terbaik. Menurut Hery yang hampir 30 tahun aktif di FKPPI,
Sungguh merasa bangga pulang dengan membawa piala sebagai hadiah defile terbaik untuk Tulungagung, semoga kedepan GMI- FKPPI bisa memberikan yang terbaik dan memajukan cita-cita bangsa terlebih pada KODIM 0807 yang selalu mendukung kegiatan FKPPI. (indh/yu)

Read more...

Kamis, 15 September 2011

Seminar Potensi Tradisi Lisan Jawa Timur

Surabaya,Jatimnet Online - Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur bekerjasama dengan Taman Budaya Jawa Timur hari Selasa yang lalu (13/9) mulai pukul 12.00 menggelar seminar Potensi Tradisi Lisan Jawa Timur di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, Jl Gentengkali 85 Surabaya.
Prof. Ayu Sutarto dari Universitas Jember yang juga  ketua ATL Jawa Timur menjadi pembicara dengan topik Kekayaan Potensi Tradisi Lisan di Jawa Timur, sedangkan Prof. Henricus Supriyanto, ketua Dewan Kesenian Kab. Malang berbicara mengenai Tradisi Lisan dalam Kesenian di Jawa Timur.
Menurut Henri Nurcahyo, sekretaris ATL Jawa Timur, tradisi lisan dapat menjadi kekuatan kultural dan salah satu sumber utama yang penting dalam pembentukan identitas dan membangun peradaban. Bahwa tradisi lisan merupakan salah satu deposit kekayaan bangsa untuk dapat menjadi unggul dalam ekonomi kreatif.
Tradisi lisan bukan hanya soal bahasa (lengkap dengan beragam dialeknya), tetapi  juga mencakup sastra lisan, seperti mite, legenda, dongeng, hikayat, mantra, dan puisi serta berbagai bentuk seni pertunjukan.
Bahkan juga termasuk sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, obat-obatan, sistem geneologi, dan sistem pengetahuan yang dituturkan secara turun-temurun di nusantara. 
Namun realitanya posisi tradisi lisan masih terpinggirkan, potensinya masih terabaikan, dan masih banyak yang menganggap bahwa tradisi lisan hanyalah peninggalan masa lalu yang hanya cukup menjadi kenangan manis belaka.
Tradisi lisan seolah-olah tidak relevan lagi dengan kehidupan modern yang semakin melaju sangat cepat selama ini. Kemajuan teknologi ternyata tidak disikapi secara arif sehingga semakin meminggirkan posisi tradisi lisan.
Tradisi lisan berupa dongeng, kegenda,mitos dan sebagainya seringkali dianggap fiktif, padahal sangat terbuka kemungkinan besar untuk membuktikan bahwa dongeng, mitos, dan legenda itu merupakan fakta yang kebetulan tidak dituliskan.
Pembuktian semacam itu tidak mungkin dilakukan ketika ilmuwan dan peneliti Indonesia apriori terhadap kebenaran tradisi lisan secara ilmiah. Dibutuhkan dekonstruksi sikap tentang status tradisi lisan dalam khazanah dunia ilmiah Indonesia.
Menyemarakkan seminar, juga disajikan pertunjukan seni tradisi lisan, yaitu Santiswaran, yang dibawakan oleh Luwar dkk. (*)

Read more...

Selasa, 13 September 2011

Alumnus SDN Sumberrejo I Bojonegoro

Setelah Lulus tahun 1975 Adakan Reuni
Bojonegoro,Jatimnet Online - Sekolah Dasar Negeri Sumberrejo I di Kabupaten Bojonegoro tahun 1975, 3 September lalu mengadakan reuni untuk kali pertama. Acara Reuni yang digelar di rumah Sri Puji Astuti (Tutik) berada tepat di barat jalan yang ada di sisi barat Gedung SDN Sumberrejo I di Desa/Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.
    Keinginan para mantan pelajar SDN Sumberrejo I lulusan tahun 1975 maunya bisa berkumpul secara lengkap sesuai dengan daftar absensi dahulu sebanyak 42 orang, namun empat siswa telah lebih dahulu berpulang ke Illahi, yang bisa hadir sebanyak 19 orang yang matoritas telah menyandang gelar Kakek dan Nenek.
    Menurut Agus Purnomo (alumnus yang sekarang guru di SD tersebut) sisaynya tak bisa hadir karena ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan dan sebagian belum dapat diketemukan alamatnya. Melalui Jatimnet Online, kepada mereka diharapkan mengabarkan keberadaannya.
    Acara Reuni, hari itu telah diagendakan akan dilakukan secara rutin 2 tahun sekali pada minggu pertama setelah Idul Fitri, sedang tempat akan dikabarkan kemudian. Pengumpulan dana hari dari 19 orang yang hadir bisa terkumpul sebanyak Rp 2 juta.
    Sementara itu, Muhammad Sony yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana Reuni, mengatakan pada Jatimnet bahwa dana yang diperoleh hari itu sebagian akan disumbangkan kepada rekan seangkatan yang perlu mendapat bantuan, sedang kapan diberikan, hari itu belum ditentukan karena akan dibahas lebih rinci. Sony juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanan reuni dimasa mendatang akan juga dilakukan reuni akbar. Rencana menurut Sony akan digelar dari lulusan tahun 1970 hingga tahun 1980.
    Pelaksanaan reuni akbar tersebut sedang dalam persiapan dan butuh waktu lama karena untuk mengumpulkan data alamat para lulusan tahun tersebut sangatlah sulit, meski demikian Sony mengaku optimis. Untuk reuni ke dua nantinya, selain para lulusan juga akan disertai suami atau istri dan anak bahkan cucunya.
    Dari acara reuni perdana, untuk mengumpulkan para alumnus SDN Sumberrejo I Bojonegoro yang dibangun pertama kali pada tahun 1902 membuka website dan membuka raringan di facebook dan pembuatannya dikerjakan oleh Bambang.WS alumnus yang saat ini menetap di Kediri.(Yis)

Read more...

"Dwi Rasekso Sinabdo Ratu"

Menyongsong Dirgahayu Tulungagug :
( Toeloengagoeng 18 Nopember 1205 - 18 Nopember 2011)
Hari jadi Kabupaten Tulungaung yang setiap tahun kita peringati pada tanggal 1 April termaktub dalam buku "Sejarah dan Babad Tulungagung" dalam buku itu disebutkan bahwa bahwa tonggak hari jadi Tulungagung bertepatan dengan tanggal 1 April 1824 Masehi.
Angka tahun 1824 masehi rupa – rupanya didasarkan pada Candrasengkala Memet yang terdapat pada sepasang Arca Dwarapala yang berada di empat penjuru batas kota Tulungagung. Candra Sengkala tersebut berbunyi "Dwi Rasekso Sinabdo Ratu" yang menunjuk angka tahun jawa 1752.
Angka tahun 1824 Masehi juga ditafsirkan sebagai tanda dimulainya pembangunan pusat kota baru yang terletak di sebelah timur kali Ngrowo dan sekaligus menandai pusat Kabupaten Ngrowo ke Kabupaten Toeloengagoeng dengan dikeluarkan Besluit Gubernur Hindia Belanda Nomor : 8 tanggal 14 Januari 1901.
Itulah sebabnya kita selalu memperingati hari jadi Tulungagung pada tanggal 1 April. Berdasarkan penafsiran dan keyakinan bahwa tanggal 1 April 1824 sebagai tonggak hari jadi Tulungagung, banyak pihak yang merasa ragu dan keberatan.
Tidak terkecuali Panitia Peringatan Hari Jadi Tulungagung yang Ke-176 pada tahun 2000. Pada waktu itu Panitia Peringatan Hari Jadi Tulungagung merekomendasikan tentang perlunya peninjauan ulang terhadap penanggalan Hari jadi Tulungagung.
Selanjutnya pada tanggal 24 Juli 2000 diselenggarakan seminar sehari "Kaji Ulang Hari Jadi Kabupaten Tulungagung" yang dihadiri oleh unsur Eksekutif, Legislatif, Pemerhati Sejarah, Budayawan, Pemuka Masyarakat, dan LSM di Tulungagung.
Intinya adalah tercapainya kesepakatan tentang penelusuran hari jadi dan penulisan ulang sejarah Daerah Tulungagung. Namun sayang sekali pada tahun itu penulisan "Sejarah Daerah Tulungagung" belum bisa diwujudkan. Babak selanjutnya, pada tanggal 9 Oktober 2002 ditetapkan peraturan daerah Kabupaten Tulungagung No : 27 Tahun 2002 tentang hari jadi Tulungagung.
Pada Bab II pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa tanggal 18 Oktober 1205 ditetapkan sebagai hari jadi Tulungagung. Dengan demikian, sejak tahun 2003 ini hari jadi Tulungagung tidak lagi diperingati setiap tanggal 1 April, melainkan setiap tanggal 18 Nopember seperti saat skarang ini.
Penetapan tanggal 18 Nopember 1205 sebagai hari jadi Tulungagung merupakan hasil penelitian seksama terhadap peninggalan sejarah berupa prasasti yang banyak bertebaran di kawasan Tulungagung.
Sedangkan prasasti yang memuat tanggal 18 Nopember 1205 adalah prasasti Lawadan yang terletak di sekitar Desa Wates Kecamatam Campurdarat, yang menyatakan "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa", artinya Jum’at Pahing 18 Nopember 1205.
Prasasti Lawadan dikeluarkan atas perintah Raja Daha terakhir, yaitu Paduka Sri Maharaja Sri Sarwweswara Triwikrama Watara Nindita Srengga Lancana Digjaya Tungga Dewanama atau lebih dikenal dengan sebutan Sri Kretajaya atu Raja Kertajaya yang pada waktu itu merasa berkenan atas kesetiaan warga Thani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha.
Pada Prasasti Lawadan dijelaskan juga tentang anugrah Raja Kertajaya berupa pembebasan dari berbagai pungutan pajak dan penerimaan berbagai hak istimewa kepada Dwan Ri Wan Ri Lawanan Tken Wisaya, atau dikenal dalam cerita sebagai Dandang Gendhis.
Alasan mendasar dipilihnya prasasti Lawadan sebagai tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Yulungagung dan menggantikan Besluit Gubernur Jendral Hindia-Belanda Nomor : 8 Tahun 1901 adalah karena prasasti Lawadan memenuhi 9 kriteria dari 13 kriteria yang di gunakan untuk menetapkan hari jadi suatu daerah.
Kriteria itu antara lain : komonitas warga Lawadan waktu itu telah memiliki sistem pemerintahan dan sosial budaya yang teratur, mandiri, mengandung nilai-nilai yang bersifat kepahlawanan dan menimbulkan rasa cinta tanah air, dan lain-lain. Dengan demikian, sejak tahun 2003 memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung dilaksanakan setiap tanggal 18 Nopember.(Red/WS)

Read more...

Jumat, 02 September 2011

No Ponsel 085735070648 Bikin Iseng ?

Pagi tadi 02/09, nomor redaksi Jatimnet 085233688886 ditelepon no ponsel 085735070648 dan diputus saat hendak diangkat. Ditelepon balik beberapa kali no tak aktif den ketika dihubungi redaksi diangkat namun diam.
Berikutnya ketika ditanya via SMS , selalu berkelit tanpa bersedia menjawab bahkan ganti bertanya. Redaksi telah mengingatkan bahwa seharusnya penelepon menjelaskan siapa dan tujuan apa, jawab yang diberikan “Cuma miscol”.
Selain nomor 085233688886, redaksi sering menerima SMS dari beberapa nomor yang nadanya klise dengan inti mama minta pulsa atau papa belikan pulsa. Tidak itu saja, pemberitahuan menang hadiah dan promosi menawan menjadi agen M-Kios juga sering muncul.
Murahnya sarana telepon, khususnya banjir bonus SMS tiap hari… semakin pula membanjir no masuk secara anonim. Kondisi demikian sepertinya telah menjadi santapan  harian pemilik ponsel.
Melihat cara regestrasi melalui SMS ke 4444 masih rawan penggunaan nomor yang sekali pakai dan buang ganti nomor baru karena harga kartu perdana semakin murah, sedang pendaftaran ke 4444 menggunakan data bisa untuk mengaktifkan nomor pernana.
Perlu adanya pemikiran pemutakhiran data kepemilikan no ponsel agar dapat mereda nomor dengan data palsu yang digunakan untuk melakukan serangkaian aksi lewat SMS. (Red)

Read more...

Sabtu, 27 Agustus 2011

Tak Ada Jatah Untuk Wartawan dari GG

Kediri,Jatim Net – Hari ini kehadiran wartawan dari beberapa daerah menyerbu Gudang Garam seperti dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya untuk mengais rejeki. Kahadiran hari ini, 27 Agustus 2011 adalah kali kedua setelah kunjungan beberapa hari sebelumnya.
    Kunjungan wartawan dari berbagai media, selain dari Kediri juga dari Kota Surabaya, Malang, Mojokerto dan Ponorogo serta beberapa daerah lainnya yang mendapat informasi dari adanya ‘jatah’ untuk setiap wartawan amplop berisi uang Rp 100 ribu.
    Antrean yang cukup berjubel di kantor PT Gudang Garam Kediri, mereka ada yang telah berada di lokasi sejak pukul 6 pagi. Namun kerumuman wartawan akhirnya membubarkan diri serelah antri  sekitar satu jam.
    Bubarnya kerumuman wartawan setelah diinformasikan dari pihak Gudang Garam bahwa tidak ada acara pemberian lebaran kepada wartawan. Yang ada dikatakan untuk warga.
    Sementara itu, jalan dari dan menuju Gudang Garam pagi tadi cukup macet dengan banyaknya warga yang mencari berkah dari Gudang Garam dengan amplop berisi uang Rp 20 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak.
    Dari melihat membeludaknya jalan, diperkirakan  ada sekitar 15 ribu warga mencari berkah di Gudang Garam hari ini, sehingga sempat terjadi insiden saling dorong tak terhindarkan. Sejumlah anak-anak dan orangtua berdesak-desakan hingga saling berhimpit.
    Melihat jumlah pencari berkah tersebut, mereka tidak hanya dari Kediri, tetapi dari daerah sekitarnya seperti Nganjuk, Blitar, Tulungagung dan Jombang maupun Trenggalek. Kehadiran mereka tidak sedikit yang rombongan mencarter kendaraan roda empat.
Tentang pembagian zakat, Yuli Rosiyati Humas PT Gudang Garam warga yang datang untuk tahun ini meningkat hingga 2.000 orang, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dikatakan Yuli, bahwa dana zakat bagi warga yang disediakan PT Gudang Garam sekitar Rp 300 juta rupiah, sedangkan untuk pengamanan dikerahkan sedikitnya 580 personel dari kepolisian dan 150 anggota TNI.(WS)


Read more...

Selasa, 16 Agustus 2011

Dunia Anak Menuju Masa Depan Bangsa

Akibat tidak terpuaskannya anak-anak kita dalam bermain dan mengeksplorasi dunianya, bisa jadi berakibat serius pada diri anak saat mereka menginjak dewasa.
Bila anak-anak bernar-benar puas bermain dalam dunianya sendiri, maka dia akan siap menjadi pribadi dewasa yang benar-benar matang dalam kedewasaannya, dewasa usianya serta matang jiwanya. Sebab kematangan bisa berarti kesiapan dalam menentukan pilihan-pilihan dan bertanggung jawab penuh atas pilihan yang telah diambilnya.
Setiap anak mempunyai suatu keunikan tersendiri yang pasti berbeda dengan yang lainnya meski terlahir dari orang tua yang sama. Potensi yang terpendam dalam diri mereka sungguh luar biasa, hanya tinggal bagaimana kita sebagai orang tua yang harus pandai-pandai mengeksplornya tanpa membebani mereka.
Dunia anak adalah dunia bermain, apa pun bisa menjadi bahan permainan mereka. Hal ini yang sering terlupakan oleh para orang tua, sehingga terkadang [tapi sering] banyak orang tua yang kurang sabar dalam membiarkan / memberi ruang serta kesempatan kepada anak-anak mereka untuk bermain.
Banyak orang tua  beranggapan bermain akan berdampak tidak baik bagi anak, seperti anak malas belajar dan tidak tahu waktu. Tugas orang tua mengarahkan dan memantau anak dalam bermain tanpa harus selalu mengatakan “ tidak boleh “ atau “jangan”. Kecuali untuk permainan yang memang membahayakan orang tua harus memberi nasehat yang bisa dimengerti anak.
Anak dapat mengeksplor dunianya lewat permainan. Kepercayaan diri, keberanian dan kecakapan hidup lainnya akan berkembang seiring bertambah usianya.
Sebaliknya anak yang terlalu dibatasi dalam bermain, bisa jadi mereka nanti akan tumbuh menjadi pribadi dewasa yang kekanakan, dalam arti dewasa usianya tetapi belum matang jiwanya, kurang percaya diri, bahkan penakut dan kurang bahagia. Lebih fatal lagi anak bisa frustasi.
Dunia bermain memang dunia anak-anak, dunia pembelajaran yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Selayaknya orang tua mampu menfasilitasi dan memberi ruang yang cukup agar anak mampu menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab serta selalu optimis dan penuh kegembiraan. (***)
Catatan Redaksi :
Penulis : Sulistiyowati,SPd
Profesi : Guru di MIN Tungganggri Kalidawir Tulungagung

Read more...

Minggu, 07 Agustus 2011

Sambut Idul Fitri, Bulog Tulungagung Antisipasi


TULUNGAGUNG, Jatimnet - Rumor yang mengatakan  akan adanya kelangkaan bahan pangan di Kabupaten Tulungagung di bulan Ramadhan tahun ini beredar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kecemasan masyarakat akan kurangnya bahan pangan di Kabupaten Tulungagung saat umat islam menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan menambah kebutuhan keluarga menghadapi Idul Fitri tak perlu terjadi. Hal ini telah diungkapkan oleh Ir H Damin Hartono Roestam MSi kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre X Tulungagung.
Baca selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

Senpi Ilegal Beredar Di Tulungagung

Tulungagung, Jatimnet -  Belum lama rasa was dan cemas menyelimuti bila memperoleh kiriman paket.
    Di Jakarta, bom disamarkan dalam buku yang dipaketkan, kini menyusul Tulungagung menjadi was-was dengan adanya paket bom telah merambah di kota marmer ini.
    Minggu 17/7  lalu di depan salah satu toko di Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol digegerkan adanya paket yang amat mencuriga kan.
    Paket dalam bentuk kotak nasi didepan toko tersebut mencemaskan warga setempat.
    Paket yang dikirim dan ditaruh seseorang tersebut, akhirnya menam bah pekerjaan jajaran Polres Tulungagung untuk lebih waspada adanya serangan teror merambah kota Marmer.
Baca selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

Lambang Negara Dibuat Mainan


Kediri, Jatimnet - Telah beberapa bulan ini beredar uang mainan untuk anak-anak yang bentuknya sangat mirip dengan uang sungguhan, khususnya disain mendekati kesamaan (copy paste uang asli) hanya sebagian kecil diubah.
    Karena bentuknya yang sangat mirip. Uang mainan menyerupai uang asli Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 5 ribu, sering mengecoh pengguna jalan dan sangat riskan adanya kecelakaan.
    Hal tersebut, seperti apa yang dikatakan Wijanarko warga Jl KH Ahmad Dahlan Kediri, “Uang mainan itu sering terlihat tergeletak di jalanan dan posisinya terlipat bisa mengecoh warga yang lewat untuk mengambil dengan berhenti mendadak saat mengendarai kendaraan” Ujarnya.
Baca selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

Enaknya Daging Ayam….Awas Ayam Tiren….


TULUNGAGUNG, Jatimnet – Menjelang datangnya bulan suci ramadhan dan menantikan hari raya Idul Fitri, para pedagang berupaya meraih keuntungan yang maksimal dibanding pada bulan-bulan biasa.
 Dengan upaya meraup keuntungan yang besar berbagai carapun dilakukan oleh para pedagang, agar tak kecewa dan para konsumen tidak dirugikan, perlu kewaspadaan terhadap mutu barang yang dibeli.
Yang lagi marak saat ini, selain jenis makanan dan minuman siap saji yang kedaluwarsa, konsumen harus ekstra hati-hati untuk belanja jenis daging. Hal ini karena tersiar kabar adanya daging tak layak konsumsi beredar dan harga lebih murah dibanding harga pada umumnya
Baca selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

PMI Tulungagung Siaga Ramadhan dan Idul Fitri

Tunlungagung, Jatimnet - Dua pekan menjelang Ramadan 2011, Unit Pelayanan Trasfusi Darah (UPTD) Tulungagung memasang target memiliki stok darah sebanyak seribu kantong.
Langkah ini dilakukan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya,  permintaan darah meningkat di bulan Ramadan dan Lebaran. Selain itu pasokan darah dari pendonor juga mengalami penurunan.
Agar tidak terjadi krisis stok darah, UPTD menggenjot pasokan darah dari pendonor sebelum serta  menjelang datangnya bulan puasa. “Kita berikan jadwal setelah sholat traweh.
Target kita sebelum puasa sudah bisa terkumpul seribu kantong darah dan selama puasa 500 kantung darah".." ujar Wakil Kepala Unit Transfusi Darah Tulungagung Karminah pada Hapra diruang kerjanya.”
Dalam kurun waktu dua pekan sebelum bulan puasa, kita bekerja ekstra dalam dengan menggalang pendonor  dari intansi yang ada serta masyarakat umum pendonor tetap maupun baru”. tandasnya.”
Baca selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

BERITA SEBELUMNYA