Berburu Cacing Sutera Mengejar Sejahtera
Tulungahgung | Jatimnet - Cacing sutera (Tubifex) hidup berkoloni di perairan yang kaya akan bahan organik. Di dalam tubuh cacing sutera terkandung kira-kira 57% protein dan 13% lemak, yang oleh karena itu merupakan pakan yang baik untuk ikan, tidak terkecuali ikan yang dipelihara manusia seperti lele atau ikan hias
Bentuk cacing sutera kecil seukuran rambut berwarna kemerahan dengan (panjang sekitar 1-3 cm, dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas-ruas. Makanya sering pula disebut cacing rambut atau cacing darah karena warnanya kemerah-merahan.
Cacing ini hidup nya memiliki ketergantungan adanya air dan hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm. Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur dan mudah dikembang biakkan dengan cara diternak.
Di Kabupaten Tulungagung, sungai Ngrowo telah takasing lagi karena sungai Ngrowo memiliki historis keberadaan Kabupaten Tulungagung. Hal itu mengingat Tulungagung merupakan daerah yang memiliki banyak rawa yang mewarnai sejarah Tulungagung.
Read more...
Bentuk cacing sutera kecil seukuran rambut berwarna kemerahan dengan (panjang sekitar 1-3 cm, dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas-ruas. Makanya sering pula disebut cacing rambut atau cacing darah karena warnanya kemerah-merahan.
Cacing ini hidup nya memiliki ketergantungan adanya air dan hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm. Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur dan mudah dikembang biakkan dengan cara diternak.
Di Kabupaten Tulungagung, sungai Ngrowo telah takasing lagi karena sungai Ngrowo memiliki historis keberadaan Kabupaten Tulungagung. Hal itu mengingat Tulungagung merupakan daerah yang memiliki banyak rawa yang mewarnai sejarah Tulungagung.
