Siswi SMP Di Tulungagung Hamil
Tulungagung | Jatimnet - Untuk yang kali sekian di Kabupaten Tulungagung beredar dan mayoritas pelakunya adalah pelajar. Peredaran video porno pelajar, terbaru yang beredar di Tulungagung dua pelajar SMPN 1 Karangrejo Jl. Karangrewjo no 34 Tulungagung.
Video porno yang belakangan beredar dan banyak dicari, dalam waktu yang singkat telah disalin dari ponsel ke ponsel lainnya melalui bloetooth dilakukan oleh FR dan EL, siswa kelas dua SMPN 1 Karangrejo yang merekam perbuatan asusilanya menggunakan kamera ponsel.
Dalam tayangan video, terlihat FR memegang dan meraba organ intim bagian atas EL mengenakan seragam Pramuka. Perbuatan tersebut dilakukan di tempat terbuka di areal SMPN 1 Karangrejo.
Tayangan video mesum yang berdurasi dua menit 31 detik tersebut. peredarannya selain dari pelajar ke pelajar dan terus berlanjut ke pemilik ponsel lainnya, juga merambah sejumlah koleksi video porno di ponsel milik sejumlah oknum guru di SMPN 1 Karangrejo.
Kabar beredarnya video porno dan diminati guru tempat kejadian perbuatan dan perekaman, membuat berang Bambang Setyo Sukardjono selaku Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung. Malu lembaga yang dipimpinnya dinodai video porno menjelang Hari Guru Nasional dan PGRI. Pihaknya langsung melakukan tindakan.
Tindakan melakukan operasi pemusnahan video porno di ponsel yang berada di lingkup Diknas, sasaran pertama adalah pelajar. Bambang dalam pelaksanaan operasi merasa kecewa dengan ulah sejumlah guru yang ternyata 'doyan' mengoleksi video porno di ponselnya.
Saat operasi berlangsung, selain diketemukan di sejumlah polsel milik pelajar. di sejumlah oknum guru SMPN 1 Karangrejo di posenya terdapat file video mesum yang 'dibintangi' muridnya sendiri. "Saya perintahkan video itu dihapus dari ponsel murid dan guru," kata Bambang geram.
Menjelang HGN dan ulang tahun PGRI, Dinas Pendidikan dan Dewan Guru di Kabupaten Tulungnagung dihadapkan kasus video porno yang dilakukan pelajar, saat ini melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Kedua 'bintang film porno' pelajar SMPN 1 Karangrejo telah dimintai keterangan bersama orang tua mereka. Sedangkan Suyatno Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo membenarkan bahwa pelaku dan pembuat video porno itu adalah siswanya.
Tentang sanksi yang bakal ditimpakan kepada 'bintang film porno' tersebut, pihak sekolah dan Dinas tidak sampai mengeluarkan pelaku dari sekolah tersebut. Keputusan tersebut ditinjau dari dampak jika dikeluarkan.
"Kalau dikeluarkan akan membuat mereka semakin terjerumus," ungkap Bambang Kepala Diknas Tulungagung, menurut Bambang pula bahwa peristiwa itu juga tidak sampai meresahkan orang tua murid lainnya.
Sebagai langkah lanjutan yang ditempuh akibat adanya video porno tersebut akan melakukan pembinaan internal. Dia juga berharap kasus itu bisa diselesaikan secara internal tanpa melibatkan kepolisian.
Sementara itu info terbaru yang diterima Hapra Indonesia, di Tulungagung juga terjadi, siswi kelas 1 di SLTP yang ada di Tulungagung berinisial DAA telah melakukan tes darah soal dugaan dirinya hamil akibat berhubungan intim dengan kakak kelasnya yang sekolah di mana siswi tersebut sekolah.
Siswi tersebut kabar terakhir masih sekolah dan sedang diupayakan melakukan pengguguran janin yang dikandungnya. Saat ini Jatimnet sedang memantau perkembangan kasus tersebut, jika memang benar ada pengguguran janin, siapa yang menangani aborsi.(b@yu)
Read more...
Video porno yang belakangan beredar dan banyak dicari, dalam waktu yang singkat telah disalin dari ponsel ke ponsel lainnya melalui bloetooth dilakukan oleh FR dan EL, siswa kelas dua SMPN 1 Karangrejo yang merekam perbuatan asusilanya menggunakan kamera ponsel.
Dalam tayangan video, terlihat FR memegang dan meraba organ intim bagian atas EL mengenakan seragam Pramuka. Perbuatan tersebut dilakukan di tempat terbuka di areal SMPN 1 Karangrejo.
Tayangan video mesum yang berdurasi dua menit 31 detik tersebut. peredarannya selain dari pelajar ke pelajar dan terus berlanjut ke pemilik ponsel lainnya, juga merambah sejumlah koleksi video porno di ponsel milik sejumlah oknum guru di SMPN 1 Karangrejo.
Kabar beredarnya video porno dan diminati guru tempat kejadian perbuatan dan perekaman, membuat berang Bambang Setyo Sukardjono selaku Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung. Malu lembaga yang dipimpinnya dinodai video porno menjelang Hari Guru Nasional dan PGRI. Pihaknya langsung melakukan tindakan.
Tindakan melakukan operasi pemusnahan video porno di ponsel yang berada di lingkup Diknas, sasaran pertama adalah pelajar. Bambang dalam pelaksanaan operasi merasa kecewa dengan ulah sejumlah guru yang ternyata 'doyan' mengoleksi video porno di ponselnya.
Saat operasi berlangsung, selain diketemukan di sejumlah polsel milik pelajar. di sejumlah oknum guru SMPN 1 Karangrejo di posenya terdapat file video mesum yang 'dibintangi' muridnya sendiri. "Saya perintahkan video itu dihapus dari ponsel murid dan guru," kata Bambang geram.
Menjelang HGN dan ulang tahun PGRI, Dinas Pendidikan dan Dewan Guru di Kabupaten Tulungnagung dihadapkan kasus video porno yang dilakukan pelajar, saat ini melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Kedua 'bintang film porno' pelajar SMPN 1 Karangrejo telah dimintai keterangan bersama orang tua mereka. Sedangkan Suyatno Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo membenarkan bahwa pelaku dan pembuat video porno itu adalah siswanya.
Tentang sanksi yang bakal ditimpakan kepada 'bintang film porno' tersebut, pihak sekolah dan Dinas tidak sampai mengeluarkan pelaku dari sekolah tersebut. Keputusan tersebut ditinjau dari dampak jika dikeluarkan.
"Kalau dikeluarkan akan membuat mereka semakin terjerumus," ungkap Bambang Kepala Diknas Tulungagung, menurut Bambang pula bahwa peristiwa itu juga tidak sampai meresahkan orang tua murid lainnya.
Sebagai langkah lanjutan yang ditempuh akibat adanya video porno tersebut akan melakukan pembinaan internal. Dia juga berharap kasus itu bisa diselesaikan secara internal tanpa melibatkan kepolisian.
Sementara itu info terbaru yang diterima Hapra Indonesia, di Tulungagung juga terjadi, siswi kelas 1 di SLTP yang ada di Tulungagung berinisial DAA telah melakukan tes darah soal dugaan dirinya hamil akibat berhubungan intim dengan kakak kelasnya yang sekolah di mana siswi tersebut sekolah.
Siswi tersebut kabar terakhir masih sekolah dan sedang diupayakan melakukan pengguguran janin yang dikandungnya. Saat ini Jatimnet sedang memantau perkembangan kasus tersebut, jika memang benar ada pengguguran janin, siapa yang menangani aborsi.(b@yu)



