MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Selasa, 04 Oktober 2011

Tulungagung Digoyang Demo

Tulungagung. kembali digonjang demontrasi yang dilakukan oleh LSM Amapta (Aliansi Peduli Masyarakat Tulungagung) yang dipimpin oleh Heri Widodo. Dengan jumblah massa yang mencapai puluhan mengepung kantor DPRD Tulungagung.Dalam orasinya perwakilan massa menuntut adanya perubahan dalam berbagai sektor dalam tata pemerintahan di pemkab Tulungagung.
Selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

Petani Tembakau Masih Tekor

Tulungagung | Jatimnet Online - Disaat sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air karena musim kemarau,masyarakat di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung mayoritas petani tembakau justru berharap kemarau berlangsung lebih lama, setidaknya hingga empat bulan ke depan.
“Kalau sampai hujan turun dalam waktu dekat, tanaman tembakau kami bisa rusak.Seperti musim tanam sebelumnya, kami mengalami kerugian besar karena tembakau yang sudah siap panen hancur terendam air hujan,” ujar Sutopo warga Desa Tawing, Kecamatan Boyolangu.
”Untuk harga tembakau hari ini turun dari Rp 80 ribu tiap kilo sekarang menjadi 50 ribu perkilo, pokoknya mana yang membutuhkan, jadi tidak dikirim. Di daerah Tawing semua petani mengandalkan dari bertani tembakau dan polowijo.”tambah  Sutopo merupakan satu dari sekian petani tembakau yang menggantungkan hidupnya di di lahan persawahan miliknya.
Jika bukan tembakau, mayoritas petani di daerah ini lebih memilih jenis tanaman palawija.Maklum, di saat kemarau seperti sekarang, menanam padi dianggap sebagai tindakan konyol. Sebab, area persawahan di Desa Tawing maupun desa-desa lain di Kecamatan Boyolangu tergolong sawah tadah hujan. “Lebih dari 90 persen petani di daerah sini menanam tembakau, sisanya palawija. Usia tanaman-tanaman itu rata-rata sekitar 3-4 bulan. Jadi, selama itu pula kami berharap cuaca (musim kering) tetap mendukung, sebab bila turun hujan maka kami akan mengalami kerugian besar, untuk biaya sewa tanahpun tidak bisa kembali” ujar Rusdi, petani tembakau lainnya.
Harapan yang sama dikemukakan sejumlah petani palawija maupun tembakau di beberapa desa kecamatan lain di kawasan Tulungagung selatan. Mereka menyebut dampak guyuran hujan pada tanaman tembakau maupun palawija mereka yang masih muda bisa kehancuran pada tanaman tersebut.
Bencana kekeringan selama kemarau yang sudah berlangsung dua bulan lebih itu sebenarnya juga dirasakan oleh masyarakat Tulungagung yang tinggal di dataran, termasuk di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat maupun desa-desa di kecamatan lain sekitarnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak warga berharap hujan cepat turun kembali. Namun tak sedikit pula yang lebih suka kemarau berlangsung lebih panjang, setidaknya hingga kisaran bulan November atau Desember nanti, yakni setelah masa panen raya tanaman tembakau dan palawija. (Bayu)

Read more...

Panen Raya Terong dan Kacang

Tulungagung | Jatimnet Online – Bulan lalu merupakan untuk kali kedua menggelar panen raya terong. Makanya kantor Pemberdayaan Pembangunan Mayarakat Pedesaan (PBMPD) semakin konsentrasi terhadap program pemberdayaan masyarakat dalam hal penanaman kacang panjang.
Drs. H. Winarto, MM Kepala BPMPD dalam keseriusannya menangani pemberdayaan masyarakat dan mengangkat perekonomian melalui usaha berkebun, Win saat itu juga ikut terjun langsung mengikuti panen raya di kebun tak seberapa luas yang letaknya tepat dibelakang kantor BPMPD.
Saat panen raya berlangsung, dikebun belakang kantornya tersebut warga tumpah ruah, terjun di kebun kacang dan Win mantan kepala Diknas Tulungagung ini tampak ceria di kebun untuk membantu sekaligus melihat sendiri hasil panen yang sangat menggembirakan.
Di kebun tersebut, kepada warga petani, Win tampat sangat serius sebagai ‘motor’ BPMPD dalam mengajak masyarakat untuk berpolah kreatif dan lebih kreatif lagi, sehingga masyarakat petani punya cara mensiasati musim yang sulit diprediksi.
Melihat fakta yang ada, Win mengatakan “Lahan yang sempit bukan merupakan penghalang untuk kreatif. Dalam tataran program pemberdayaan terhadap masyarakat, tidak pandang bulu apa saja yang bisa dikembangkan, entah secara Ekstensifikasi atau secara Intensifikasi seharusnya bisa lebih dimaksimalkan lagi” ujarnya.
Dicontohkan oleh Win, lahan yang ada di area belakang kantor BPMPD disulap menjadi kebun sayur-sayuran termasuk kacang panjang. Untuk menjadi contoh dalam hal Eco-Pertanian, lahan yang semula ditanami terong kini diganti dengan tanaman kacang panjang. Dan sekarang ini sudah sampai tahap pemanenan yang pertama kalinya.
Sedang proses pemanenan kacang panjang dilakukan oleh seluruh staf BPMPD serta Drs. H. Winarto, MM turut serta melakukan panen raya di kebun kacang untuk membantu sekaligus melihat sendiri hijau dan asrinya kebun belakang BPMPD.
Masih menurut Win, dirinya terjun langsung bersama seluruh stafnya untuk menunjukkan rasa syukur kehadirat sang pencipta, Allah Yang Maha Esa yang telah menurunkan nikmatnya berupa panenan kacang panjang yang begitu melimpah itu.
 Maka kacang panjang itu sebagian dibagikan ke ‘Pendopo’ dan tentunya ke Instansi-instansi lain di lingkup Kabupaten Tulungagung. Seperti yang telah menjadi agenda pada saat yang lalu, bahwa terong-terong panenan BPMPD juga dibagikan ke tiap Instansi-instansi.
Dalam prosesi panen tersebut, Winarto juga memberikan komentar, "Panen perdana kacang panjang ini adalah berkah yang luar biasa bagi kita semua. Jangan pernah dilihat dari hasilnya saja, tapi mohon kita harus melihat dari kesungguhan” Ujarnya
Ditambahkan Win, “Tekat, niat dan upaya kita bersama untuk menjadi contoh/pioneer dalam Program Pemberdayaan Masyarakat." Ini berarti bahwa masyarakat dituntut lebih kreatif untuk menggali dan mengembangkan lingkungan sekitar agar lebih hijau, segar dan sekaligus bisa menambah income bagi masyarakat.(Bayu)
 

Read more...

BERITA SEBELUMNYA