MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Jumat, 27 September 2013

CJH Kabupaten Pamekasan Kloter 36 dan 37 Diberangkatkan


Pamekasan | jatimnet - Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan, Kelompok Terbang (Kloter) 35 di berangkatkan Hari Kamis 26/09 kemaren siang dan 36 dan 37 diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo surabaya, sebelum diterbangkan ke tanah suci Mekkah. Jum’at 27/09 2013 pagi
    Pelepasan yang diselenggarakan di Masjid Agung Asy-Syuhada, dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Achmad Syafii. Selain Bupati Pamekasan, tampak hadir dalam acara pelepasan itu, yaitu Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari serta dari unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten pamekasan.
    Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan meminta, CJH asal Pamekasan untuk mengedepankan kedisiplinan, dan mentaati seluruh aturan yang dikeluarkan oleh pembimbing haji, khususnya saat tiba di tanah suci Mekkah nantinya.
    Agar pelaksanaan ibadah hajinya  khusuk berjalan lancar, saya berharap agar jamaah haji kita dari Kabupaten Pamekasan ini, supaya tertib disana, serta bias menerima arahan dari pembimbing, serta mentaati aturan di tanah suci ”katanya.
    Hal itu berdasarkan pengalaman pada tahun lalu, dimana banyak jamaah haji asal Pamekasan yang tidak mematuhi arahan dari pembimbingnya, akibatnya mereka kewalahan dalam melaksanakan ibadah haji,” ulasnya.
    Selain itu Syafii berpesan agar seluruh jamaah dari Kabupaten Pendidikan itu, berhati-hati dalam berjalanan, dan berharap sampai ketanah suci dengan selamat, bahkan sampai tiba kembali di Kabupaten Pamekasan dengan selamat dan menjadi haji Mabrur. Pelepasan CJH sendiri, dilakukan oleh Bupati Pamekasan secara simbolis, serta dibarengi dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Pamekasan, Muarif Tanthowi, dan dilanjutkan dengan lantunan suara adzan.
    Kepala Kemenag Pamekasan Muarif Tanthowi mengatakan, CJH yang diberangkatkan hari kamis kemaren siag dari kloter 35, sebanyak 303 jamaah, awalnya berjumlah 311.Karena ada yang sakit dan ada yang meninggal juga, akhirnya keberangkatannya ditunda,” katanya kepada sejumlah wartawaan disela-sela pelepasan CJH. Jum’at 27 September 2013 pagi tadi.
    Dijelaskan, bagi jamaah yang sakit dan saat ini menjalani perawatan, apibila sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, maka akan diikutkan pada kloter terakhir. Ya terpaksa harus berangkat bersama dengan kloter terakhir, yaitu tanggal 7 oktober mendatang,” tegasnya.
    Berdasarkan pantauan Jatimnet. Pemberangkatan CJH kloter 36 dan 37 itu terbagi menjadi 7 bus dan berangkat dengan dikawal oleh petugas kepolisian wilayah itu.
Untuk diketahui, CJH asal Kabupaten Pamekasan tercatat sebanyak 1.304, yang terbagi dalam empat kloter pemberangkatan, yaitu kloter 35, 36, 37, dan 63.
    Sedangkan untuk gelombang kedua, yaitu kloter 63, akan diberangkatkan pada hari senin (07/10/11), dan akan langsug berangkat menuju bandara king Abdul Aziz, Jeddah, bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Jember dan Kota Surabaya.(does)

Read more...

Kecelakaan Maut Di Tanjung, Bus vs MPU


Sampang | Jatimnet - Kecelakaan maut, terjadi di Desa Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, antara Bus dengan Mobil Penumpang Umum (MPU). Kamis (26/09/13) pagi.
    Salah satu warga di lokasi kejadian Riono mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekita pukul 06.30 WIB. Sebuah mobil MPU nomor Polisi (Nopol) M 1141 UA yang dikemudikan oleh Agus (35) warga Camplong, Sampang, melaju dengan kencang dari arah barat, yaitu dari arah kota Sampang menuju arah kota Pamekasan dan hendak menyalip becak.
    Sedangkan dari arah yang berlawanan melaju sebuah Bus, sehingga tabrakan antara Bus dan MPU itu tidak terhindarkan. Benturannya sangat keras antara Bus dan mobil itu,” katanya.
     Pada saat tabrakan itu terjadi, pintu depan sebalah kanan mobil MPU lepas, dan mengenai MPU lainnya dengan nopol M 1558 C, yang juga melaju dari arah barat menuju arah kota Pamekasan. Kaca mobil itu pecah, dan mengenai penumpang yang ada didalam,” terangnya.
    Akibat kecelakaan tersebut, Marsu’i warga Gapura Kabupaten Sumenep, meninggal di lokasi kejadian, 5 orang kritis langsung dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan, dan setibanya di rumah sakit tersebut seorang anak berusia 1,6 tahun M.Faruk, juga meninggal dunia.
    Lima orang lainnya yaitu Juhairiyah (35) warga Sejati Sampang, Hatimah (35) Camplong, Muslimah (40) Sampang, Agus (35) sopir MPU, warga Camplong dan H.Ali (57) warga Sejati Sampang, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
    Sedangkan 2 orang luka ringan dirawat di Puskesmas tanjung. Salah satu keluarga korban, M.Tohir mengatakan saudaranya yang menjadi korban kecelakaan itu, saat ini dalam kondisi kritis, sebab mengeluarkan darah dari telinganya.
    Ini masih dalam pemeriksaan pak,telinganya mengeluarkan darah,” katanya saat ditemui di RSUD Slamaet Martodirdjo.
    Sementara itu, salah seorang petugas kepolisian yang berada di RSUD Salamet Martodirdjo Pamekasan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban.
    Kami masih belum bisa memberikan keterangan, sebab masih melakukan pendataan terhadap korban,” katanya.(does)

Read more...

Kwalitas Garam Bagus, Harga Tidak Bagus


Sumenep | jatimnet, Petani garam di Kabupaten Sumenep, mengeluhkan rendahnya harga garam, yang tidak sesuai dengan kualitas  garam  yang  dihasilkan  pada musim panen kali ini. Sebab saat ini hasil panen garam saat ini sangatlah bagus, tetapi harganya tidak bagus dan sangat rendah.
    Salah satu petani garam asal Desa Nambakor Kecamatan Saronggi, Wardi mengatakan, saat ini kwualitas garam sangat bagus, tetapi harganya sangat rendah.Kalau kualitas sekarang sangat bagus mas, tapi harganya rendah.
    Saat ini harga garam dengan kualitas terendah hanya sekitar Rp.250 per Kg, Sedangkan untuk kualitas yang paling bagus hanya dihargai Rp. 450 per Kg.Harga itu jauh dari standard mas, seharusnya harga garam dengan kualitas terbaik itu Rp. 750 per Kg,”keluhnya.
    Lebih lanjut Wardi berharap, agar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, agar memikirkan kondisi tersebut, sebab petani garam saat ini dalam kondisi kesusahan. Kami hanya bisa berharap bantuan dari Pemerintah supaya bisa membantu nasib petani garam “pintanya.
    Diceritakan, penen garam saat ini sangatlah bagus, sebab didukung oleh cuaca yang bagus, ia bisa memanen garam setiap pekannya sekiatr 4 ton garam untuk setiap petak yang diproduksi.Kalau berbicara kualitas garam saat ini sangat bagus, karena cuaca mendukung, namun harganya yang tidak bagus,” tegasnya.
    Untuk diketahui, Kabupaten Sumenep mendapat bantuan dana Pugar sebesar Rp 4.271.000.000, yakni Rp 3,6 miliar dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), serta bantuan yang berupa non BLM sebesar Rp 671 juta untuk penunjang kegiatan Pugar, dan dana itu diberikan kepada Kelompok petambak garam yang berasal dari 11 kecamatan, yang tersebar di 39 desa yang ada di kabupaten Sumenep.
    Bupati Sumenep KH A Busyro Kariem pernah mengungkapkan, setiap kelompok penerima bantuan mendapatkan bantuan antara Rp. 5 juta sampai dengan Rp. 12.500.000. sementara kelompok baru, mendapatkan antara Rp.15 juta sampai Rp.28 juta.(Does)

Read more...

Penyelenggaraan Karapan Sapi Mendua



Pamekasan | Jatimnet - Terkait dualism epnyelenggaraan kerapan Sapi di pulau Madura, yaitu antara kelompok yang masih menggunakan pole kekerasan (Rekeng), dan tidak menggunakan pola kekerasan (Pakkopak), akhirnya Bupati Pamekasan Achmad Syafii angkat bicara.
    Terkait hal itu, sudah ada kesepakatan antara pemerintahan empat Kabupaten Di Madura dengan Pemerintah Jawa Timur, agar melaksanakan karapan sapi tanpa kekerasan,” kata Achad Syafii kepada sejumlah wartawan sela sela Setelah melepas Calon Jemaah Haji asal Pamekasan.
    Tetapi mantan anggota DPR RI itu juga mengakui, kebijakan itu masih belum diterima oleh seluruh pemilik sapi (pengerap), sehingga komunikasi-komunikasi terus dilakukan oleh pihaknya dengan berbagai pihak.
    Tetapi masih ada aspirasi-aspirasi, dan masih kita komunikasikan, dan aspirasi yang berkembang ini perlu juga kita dengarkan dan mencarikan jalan terbaik,” katanya.
    Hal itu dilakukan, agar dualisme penyelenggaraan karapan sapi di pulau garam itu tidak terjadi lagi. Hal itu perlu kita lakulkan, agar tujuan kita untuk menggelar karapan sapi tanpa kekerasan bisa terwujud, tetapi juga ada kebersamaan dari semuanya, itu yang kita harapkan,” harapnya.
    Sebelumnya, Ketua Paguyuban pemilik sapi karapan Madura yang tergabung dalam Jet Matic Foundation (JMF), Mohammad Zahid mengatakan, pihaknya akan tetap menyelenggarakan karapan sapi rekeng, sebab hal itu sudah disepakati oleh seluruh pengerap se Madura. Kami akan menyelenggarakan sendiri walaupun Gubernur Jatim membekukannya, kata Moh Zahid.
    Ia juga meminta, pemerintah tidak perlu mengatur soal kebudayaan karapan sapi ini, dan membiarkan masyarakat yang menyelenggarkan sendiri. Dan jika pemerintah mau mengatur karapan sapi di Madura.
    Seharusnya biayanya juga dipikirkan oleh Pemerintah, selama pemerintah ini hanya bicara soal karapan, sementara pemerintah tidak pernah memberikan subsidi kepada pengerap, Ini kan lucu, tegasnya.(Does)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA