Siswa SD Di Malang Akibat Flaka, Pingsan
MALANG | Karya Rakyat - Obat PCC yang menyebabkan
penggunanya menjadi kejang-kejang, dikait-kaitkan dengan narkoba jenis flakka
karena efek keduanya dianggap mirip. BNN memastikan keduanya berbeda.
"Menurut literatur
yang kami peroleh memang kandungan obat ini sementara ini bukan merupakan
narkotik dan juga bukan yang sekarang ini tersebar ditengah masyarakat adalah
jenis plaka, bukan," ujar Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari di
kantornya, Cawang, Kamis (14/9/2017).
"Flaka sendiri sangat
berbeda dengan kandungan zat atau obat obat yang sekarang dikonsumsi yang
terkandung dalam obat atau pil PCC yang digunakan anak sekolah di
Kendari," ujar Arman.
Sebelumnya, di Kendari
terdapat sebanyak 30 remaja dari dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga
pegawai mengkonsumsi obat terlarang yang diduga jenis narkoba. Akibatnya 25
orang dilarikan ke rumah sakit dan 1 lainnya tewas
Salah seorang remaja, NH
mengaku telah mengkonsumsi obat terlarang itu 3 butir dalam sekali teguk. Dia
juga mencampurkan obat dengan jenis Somadril, Tramadol, dan PCC. "Awal
minum saya melayang, namun setelah sadar saya sudah berada di RSJ," ujar
NH di Kendari, Rabu (13/9/2017).
Sedangkan
di Malang Jawa Timur pada Sabtu (16/09) sekitar pukul 14.30 WIB di Kota Malang
diketahui seorang anak SD (Sekolah Dasar) yang bernama Erik Digna umur 9 Tahun
putra yang tinggal di Jalan Tanjung Pekabuhan Mas, Bakalan Krajan RT 03 RW 07
Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang tiba-tiba tidak sadarkan
diri setelah diberi sesuatu semacam permen oleh orang tak dikenal.
Dari informasi yang
berhasil dihimpun, sekitar pukul 10.00 WIB, korban yang saat itu bermain di
sekitar rumahnya didatangi seorang yang tidak diketahui identitasnya dan diberi
obat kecil yang bentuknya mirip boneka berwarna biru.
Dikira permen, korban
langsung meminumnya. Namun tak lama setelah itu, korban mengalami pusing hingga
akhirnya tak sadarkan diri. Korban baru sadar sekitar pukul 12.00 WIB.
Karena takut terjadi
sesuatu yang lebih parah, kejadian itu baru dilaporkan ke Mapolsekta Sukun
karena sekitar pukul 14.30 WIB, korban kembali tidak sadarkan diri.
Korban sempat dilarikan ke Dokter Yuzak Wibowo yang
membuka Praktek di Apotik 71, yang akhirnya dirujuk di RST Soepraoen Kota
Malang.
Menyikapi laporan terkait
permasalahan ini, pihak Polsekta Sukun masih menyelidiki kasus ini dan
mengumpulkan keterangan saksi-saksi sambil menunggu hasil pemeriksaan team
medis.(Yon)
Read more...
