MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Sabtu, 16 September 2017

Siswa SD Di Malang Akibat Flaka, Pingsan



MALANG | Karya Rakyat - Obat PCC yang menyebabkan penggunanya menjadi kejang-kejang, dikait-kaitkan dengan narkoba jenis flakka karena efek keduanya dianggap mirip. BNN memastikan keduanya berbeda.
"Menurut literatur yang kami peroleh memang kandungan obat ini sementara ini bukan merupakan narkotik dan juga bukan yang sekarang ini tersebar ditengah masyarakat adalah jenis plaka, bukan," ujar Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari di kantornya, Cawang, Kamis (14/9/2017).
"Flaka sendiri sangat berbeda dengan kandungan zat atau obat obat yang sekarang dikonsumsi yang terkandung dalam obat atau pil PCC yang digunakan anak sekolah di Kendari," ujar Arman.
Sebelumnya, di Kendari terdapat sebanyak 30 remaja dari dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga pegawai mengkonsumsi obat terlarang yang diduga jenis narkoba. Akibatnya 25 orang dilarikan ke rumah sakit dan 1 lainnya tewas
Salah seorang remaja, NH mengaku telah mengkonsumsi obat terlarang itu 3 butir dalam sekali teguk. Dia juga mencampurkan obat dengan jenis Somadril, Tramadol, dan PCC. "Awal minum saya melayang, namun setelah sadar saya sudah berada di RSJ," ujar NH di Kendari, Rabu (13/9/2017).
            Sedangkan di Malang Jawa Timur pada Sabtu (16/09) sekitar pukul 14.30 WIB di Kota Malang diketahui seorang anak SD (Sekolah Dasar) yang bernama Erik Digna umur 9 Tahun putra yang tinggal di Jalan Tanjung Pekabuhan Mas, Bakalan Krajan RT 03 RW 07 Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang tiba-tiba tidak sadarkan diri setelah diberi sesuatu semacam permen oleh orang tak dikenal.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, sekitar pukul 10.00 WIB, korban yang saat itu bermain di sekitar rumahnya didatangi seorang yang tidak diketahui identitasnya dan diberi obat kecil yang bentuknya mirip boneka berwarna biru.
Dikira permen, korban langsung meminumnya. Namun tak lama setelah itu, korban mengalami pusing hingga akhirnya tak sadarkan diri. Korban baru sadar sekitar pukul 12.00 WIB.
Karena takut terjadi sesuatu yang lebih parah, kejadian itu baru dilaporkan ke Mapolsekta Sukun karena sekitar pukul 14.30 WIB, korban kembali tidak sadarkan diri.
Korban sempat dilarikan ke Dokter Yuzak Wibowo yang membuka Praktek di Apotik 71, yang akhirnya dirujuk di RST Soepraoen Kota Malang.
Menyikapi laporan terkait permasalahan ini, pihak Polsekta Sukun masih menyelidiki kasus ini dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi sambil menunggu hasil pemeriksaan team medis.(Yon)

BERITA SEBELUMNYA