Dunia Anak Menuju Masa Depan Bangsa
Akibat tidak terpuaskannya anak-anak kita dalam bermain dan mengeksplorasi dunianya, bisa jadi berakibat serius pada diri anak saat mereka menginjak dewasa.Bila anak-anak bernar-benar puas bermain dalam dunianya sendiri, maka dia akan siap menjadi pribadi dewasa yang benar-benar matang dalam kedewasaannya, dewasa usianya serta matang jiwanya. Sebab kematangan bisa berarti kesiapan dalam menentukan pilihan-pilihan dan bertanggung jawab penuh atas pilihan yang telah diambilnya.
Setiap anak mempunyai suatu keunikan tersendiri yang pasti berbeda dengan yang lainnya meski terlahir dari orang tua yang sama. Potensi yang terpendam dalam diri mereka sungguh luar biasa, hanya tinggal bagaimana kita sebagai orang tua yang harus pandai-pandai mengeksplornya tanpa membebani mereka.
Dunia anak adalah dunia bermain, apa pun bisa menjadi bahan permainan mereka. Hal ini yang sering terlupakan oleh para orang tua, sehingga terkadang [tapi sering] banyak orang tua yang kurang sabar dalam membiarkan / memberi ruang serta kesempatan kepada anak-anak mereka untuk bermain.
Banyak orang tua beranggapan bermain akan berdampak tidak baik bagi anak, seperti anak malas belajar dan tidak tahu waktu. Tugas orang tua mengarahkan dan memantau anak dalam bermain tanpa harus selalu mengatakan “ tidak boleh “ atau “jangan”. Kecuali untuk permainan yang memang membahayakan orang tua harus memberi nasehat yang bisa dimengerti anak.
Anak dapat mengeksplor dunianya lewat permainan. Kepercayaan diri, keberanian dan kecakapan hidup lainnya akan berkembang seiring bertambah usianya.
Sebaliknya anak yang terlalu dibatasi dalam bermain, bisa jadi mereka nanti akan tumbuh menjadi pribadi dewasa yang kekanakan, dalam arti dewasa usianya tetapi belum matang jiwanya, kurang percaya diri, bahkan penakut dan kurang bahagia. Lebih fatal lagi anak bisa frustasi.
Dunia bermain memang dunia anak-anak, dunia pembelajaran yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Selayaknya orang tua mampu menfasilitasi dan memberi ruang yang cukup agar anak mampu menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab serta selalu optimis dan penuh kegembiraan. (***)
Catatan Redaksi :
Penulis : Sulistiyowati,SPd
Profesi : Guru di MIN Tungganggri Kalidawir Tulungagung