MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Senin, 08 Februari 2016

Sabo Dam Ambrol Diterjang Lahar Dingin Gunung Kelud


Blitar | Jatimnet – Menjelang peringatan Imlek 8 Februari 2019,wilayah Kabupaten Blitar merata diguyur hujan. Sedangkan akibat Gunung Kelud meletus pada malam valentine day Kamis 13 Februari 2014 menyisakan partikel muntahan lahar yang setiap  saat mengancam keselamatan warga.
    Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Kelud sejak Jum’at (5/2) hingga Minggu (7/2), akhirnya membawa bencana berupa ambrolnya Sabo dam (dam untuk jalur lahar) yang berada di jalur lahar Gunung Kelud di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Sabo dam Kali Semut Desa Ngaringan Kecamatan Gandusari Kab Blitar yang biasanya digunakan jalan penghubung Desa Ngaringan dan Desa Soso ambrol (runtuh) pada seluruh bagiannya akibat hujan lebat, sehingga jalur transportasi warga lewat sabo dam itu pun terputus.
Akibat ambrolny sabo dam, kini warga harus berputar dengan jarak lebih jauh sekitar 6 kilometer, sabuk dam yang panjangnya 100 meter, ambrol sepanjang hampir 10 meter, dan kondisi selebihnya sudah menggantung. Pasca ambrolnya sabuk dam, pihak desa setempat langsung menutup akses jalan tersebut.
    Menurut penuturan beberapa warga setempat, sebelum kejadian di wilayah Gandusari terjadi hujan lebat. Kondisi tersebut diperparah dengan datangnya aliran lahar hujan dari wilayah puncak gunung Kelud, yang mengakibatkan sabuk dam ambrol dan membuat desa Ngaringan terisolir. “Kemarin sore (Minggu, 7/2 .red) hujan deras. Kemudian pagi ini jembatan/sabuk dam ambrol,” jelas Sudarman.
Akibat ambrolnya sabo dam tersebut menurut Kepala Desa Ngaringan Agus Triantoro, pasca ambrolnya sabuk dam tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, diantaranya, Muspika, BPBD dan juga Dinas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Rencananya dalam waktu dekat sabuk dam di Desa Ngaringan ini akan segera di perbaiki,” jelas Agus Triantoro.
Secara terpisah Kaplores Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, setelah mendapat informasi dari warga masyarakat, selanjutnya petugas Polsek Gandusari melakukan pengecekan langsung dan diketahui bahwa sabuk dam tersebut sebagian besar ambrol dan hampir putus.
“Setelah dilaporkan kita berinisiatif untuk menutupnya dan membuat spanduk peringatan untuk tidak melintas. Karena apabila ambrol maka akan membahayakan orang atau kendaraan yang melintas, dan telah dilaporkan ke Pemkab untuk ditindaklanjuti” kata Slamet Waloya.(WS)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA