Tewaskan Siswa SDI Ma’arif Kota Blitar
Blitar | Jatimnet -Memperhatikan kasus kecelakaan dengan korban 3 orang yaitu 2 korban meninggal ditempat dengan kondisi mengenaskann dan seorang mengalami luka berat pada tanggal 18 Oktober 2013 sekitar pukul 16.30 wib.
Ketiga korban adalah suami istri dan anak (siswa SDI Ma’arif Plosokerep Kota Blitar, Jenasah korban (ayah dan anak) hari ini dimakamkan dan diberangkatkan dari rumah duka Jl Seruni Kota Blitar sekitar jam pagi tadi.
Tempat kejadian kemarin di Jl Raya Blitar Kediri, tepatnya disebelah barat perlintasan rel kereta api Pakunden Kota Blitar. Korban dilindas truk gandeng dengan muatan kaolin diperkirakan bobot sekitar 50 ton dan tidak sesuai dengan kelas jalan yang dilalui.
Untuk itu kami komonitas jurnalis beserta masyarakat mengharap dengan sangat agar pihak kepolisian Resort Kota maupun Kabupaten Blitar untuk melakukan razia terhadap truk dan sejenis yang bermuatan melebihi tonase.
Hal itu selain rawan terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas juga pemicu kemacetan jalan. Selain itu juga merusak kondisi jalan yang tidak pada mestinya dilalui kendaraan tersebut.
Hal ini juga berlaku kepada jajaran kepolisian yang ada di Indonesia agar menanggapi juga melakukan aksi riil dengan melakukan operasi rutin juga patroli keliling serta mengisi pos pos penjagaan yang ada.
Ketika dikonfirmasi melaui ponselnya, soal musibah kecelakaan tersebut, Kabubag Humas Polres Kabupaten Blitar mengatakan, Itulah resikonya, sebenarnya gandeng itu sudah bukan jamannya lagi, tingkat kesadaran masyarakat masih minim.
Kasubag juga menambahkan, bahwa dalam kotak itu sepeda motornya yang salah karena pada saat mendahului tidak dalam pandangan bebas, jalan itu lurus pasti dari arah depan terlihat jelas, motornya harus tunggu mobil lain lewat.
Dari beberapa pertanyaan media ini, Kasubag Polres Kab Blitar juga bertutur bahwa pake cara lain yang humanis tapi menyentuh karena dampaknya sangat banyak sehingga perlu untuk disikapi yang lebih serius dan terus menerus, itu suatu bentuk pelanggaran yang menyolok, ibarat orang naik motor tidak pake helm. (B46US/WS)
Siang sekira pukul 10.00 wib, pelajar SDI Ma’arif Plosokerep Kota Blitar melakukan tauziah bersama, sedianya dilakukan pagi hari. Namun karena pagi itu ada ulangan, sehingga dilakukan siang hari.
“Kasihan anak-anak, terutama beban mental jika harus menyaksikan jenasah teman sekolah dan gurunya yang kondisinya demikian, sehingga kerumah duka dilakukan siang hari” ungkap wali murid yang juga ikut serta pada Jatimnet di rumah duka.
Dirmah tersebut, teraha mengharukan, anak dan ayah berpulang dengan kondisi mengenaskan, sementara istri/ibu dirawat dirumah sakit karena ke dua kakinya patah dalam kecelakaan itu.(WS/B46US)
Keluarga Besar :
Tabloid Mahkota
hapraindonesia.co
tabloid Lira News Jawa Timur,
Tabloid datanews,
Group Pers Bhayangkara
KWRI Jawa Timur
Jatimnet Online
berita Lima.com
SDI Ma’arif Plosokerep Kota Blitar
Turut berduka cita yang sedalam dalamnya dan semoga yang ditingallak diberi kekuatan iman dan bhatin,
kepada kedua almarhum (ayah dan anak) semoga diampuni segala dosa dosanya dan diterima amal Ibadahnya oleh Allah SWT
Read more...