Konten Telegram Akan Lenyap Di HP Pintar
JAKARTA | Mahkota Nasional – Di Hand Phone, konten
BBM semuka menjadi andalan karena bisa membuat group sebanyak 30 akun, namun
kerika muncul konten WA (WhatsApp) maka BBM mulai ditinggalkan dan beralih ke
WA yang memiliki kapasitas lebih besar yaitu 200 anggota.
Belum
lama WA berkibar, muncul konten yang kapasitas keanggotaan jauh lebih besar
yaitu mencapai 5.000 akun yang bisa ditampung, nama konten itu Telegram. Kerena
kapasitas yang demikian besar, mulai dilirik dan digunakan pengguna hp pintar
jenis android yang memiliki pertemanan banyak dan membuat grouop di telegram.
Pilihan
itu realitanya enak karena mengirim satu pesan bisa secepat kilat diterima
anggota group yang begitu besar jumlahnya. Selain itu di konten Telegram juga
bisa mengirimkan file besar, misal vidio durasi panjang untuk semua anggota
group yang domisilinya menyebar seluruh dunia.
Saat
ini, bagi anda yang menggunakan konten Telegram, siap siaplah menonktifkan dan
menghapus dari jenis HP pintar anda,karena sebentar lagi nada nadanya tak bisa
digunakan di Indonesia
Hal
itu karena Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir Telegram
segera memblokir konten Telegram tersebut untuk upaya mencegah penyebaran paham
radikal yang dilakukan kelompok teroris.
Rencanaa
Kominfo memblokir konten Telegram juga telah mendapat dukungan Polri agar bisa
lebih mudah pengawasan penggunaaan sarara komuniksi (telepon, SMS,MMS. media sosial
dan email dan sarana komunikasi lain termasuk Handy Talky (HT).
Saat
ini semua saluran komunikasi di Indonesia telah tercakup dalam pengawasan
system siber untuk memantau dan atau mendata jaringan komunikasi untuk
menghindari perkembangan komunikasi khususnya untuk aksi terorisme dan
pornografi untuk ketenteraman Indonesia dan mengikis pornografi berbagai lini,
Dungunan Polri terhadap
Kominfo untuk memblokir konten Telegram tersebut Sabtu (15/7/2017) disampaikan
oleh Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto"Kita dukunglah langkah itu
karena memang kita tahu Telegram banyak digunakan konten-kontennya yang kurang
layaklah, bisa membahayakan masyarakat, yang kurang memahami bisa
terpapar," ujarnya menganggapi rencana Kominfo tersebut.
Sementata itu, Menkominfo
Rudiantara menjelaskan bahwa pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak
sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.
Konten negatif yang
dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan
atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan
lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
"Di Telegram, kami cek
ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan
lainnya, semua ada. Jadi harus diblok, karena kita anti-radikalisme," kata
menteri yang akrab disapa Chief RA
itu, Jumat (14/7).
Rudiantara mengancam akan
menutup semua platform media sosial yang masih meloloskan konten negatif yang
mengancam keamanan negara. Salah satunya dibuktikan dengan menutup akses
Telegram.
Hal ini menyusul adanya
peran media sosial dalam peracikan bom, misalnya. Pernyataan ini dilontarkan
menteri menyusul beberapa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Terakhir,
peracik bom panci Agus Wiguna (22) belajar meracik melalui internet.
Menkominfo Rudiantara menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.
Menkominfo Rudiantara menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif.
Konten negatif yang
dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan
atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan
lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.
"Di Telegram, kami cek
ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan
lainnya, semua ada. Jadi harus diblok, karena kita anti-radikalisme," kata
menteri yang akrab disapa Chief RA itu, Jumat (14/7).
Read more...