MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Selasa, 13 September 2011

Alumnus SDN Sumberrejo I Bojonegoro

Setelah Lulus tahun 1975 Adakan Reuni
Bojonegoro,Jatimnet Online - Sekolah Dasar Negeri Sumberrejo I di Kabupaten Bojonegoro tahun 1975, 3 September lalu mengadakan reuni untuk kali pertama. Acara Reuni yang digelar di rumah Sri Puji Astuti (Tutik) berada tepat di barat jalan yang ada di sisi barat Gedung SDN Sumberrejo I di Desa/Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.
    Keinginan para mantan pelajar SDN Sumberrejo I lulusan tahun 1975 maunya bisa berkumpul secara lengkap sesuai dengan daftar absensi dahulu sebanyak 42 orang, namun empat siswa telah lebih dahulu berpulang ke Illahi, yang bisa hadir sebanyak 19 orang yang matoritas telah menyandang gelar Kakek dan Nenek.
    Menurut Agus Purnomo (alumnus yang sekarang guru di SD tersebut) sisaynya tak bisa hadir karena ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan dan sebagian belum dapat diketemukan alamatnya. Melalui Jatimnet Online, kepada mereka diharapkan mengabarkan keberadaannya.
    Acara Reuni, hari itu telah diagendakan akan dilakukan secara rutin 2 tahun sekali pada minggu pertama setelah Idul Fitri, sedang tempat akan dikabarkan kemudian. Pengumpulan dana hari dari 19 orang yang hadir bisa terkumpul sebanyak Rp 2 juta.
    Sementara itu, Muhammad Sony yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana Reuni, mengatakan pada Jatimnet bahwa dana yang diperoleh hari itu sebagian akan disumbangkan kepada rekan seangkatan yang perlu mendapat bantuan, sedang kapan diberikan, hari itu belum ditentukan karena akan dibahas lebih rinci. Sony juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanan reuni dimasa mendatang akan juga dilakukan reuni akbar. Rencana menurut Sony akan digelar dari lulusan tahun 1970 hingga tahun 1980.
    Pelaksanaan reuni akbar tersebut sedang dalam persiapan dan butuh waktu lama karena untuk mengumpulkan data alamat para lulusan tahun tersebut sangatlah sulit, meski demikian Sony mengaku optimis. Untuk reuni ke dua nantinya, selain para lulusan juga akan disertai suami atau istri dan anak bahkan cucunya.
    Dari acara reuni perdana, untuk mengumpulkan para alumnus SDN Sumberrejo I Bojonegoro yang dibangun pertama kali pada tahun 1902 membuka website dan membuka raringan di facebook dan pembuatannya dikerjakan oleh Bambang.WS alumnus yang saat ini menetap di Kediri.(Yis)

Read more...

"Dwi Rasekso Sinabdo Ratu"

Menyongsong Dirgahayu Tulungagug :
( Toeloengagoeng 18 Nopember 1205 - 18 Nopember 2011)
Hari jadi Kabupaten Tulungaung yang setiap tahun kita peringati pada tanggal 1 April termaktub dalam buku "Sejarah dan Babad Tulungagung" dalam buku itu disebutkan bahwa bahwa tonggak hari jadi Tulungagung bertepatan dengan tanggal 1 April 1824 Masehi.
Angka tahun 1824 masehi rupa – rupanya didasarkan pada Candrasengkala Memet yang terdapat pada sepasang Arca Dwarapala yang berada di empat penjuru batas kota Tulungagung. Candra Sengkala tersebut berbunyi "Dwi Rasekso Sinabdo Ratu" yang menunjuk angka tahun jawa 1752.
Angka tahun 1824 Masehi juga ditafsirkan sebagai tanda dimulainya pembangunan pusat kota baru yang terletak di sebelah timur kali Ngrowo dan sekaligus menandai pusat Kabupaten Ngrowo ke Kabupaten Toeloengagoeng dengan dikeluarkan Besluit Gubernur Hindia Belanda Nomor : 8 tanggal 14 Januari 1901.
Itulah sebabnya kita selalu memperingati hari jadi Tulungagung pada tanggal 1 April. Berdasarkan penafsiran dan keyakinan bahwa tanggal 1 April 1824 sebagai tonggak hari jadi Tulungagung, banyak pihak yang merasa ragu dan keberatan.
Tidak terkecuali Panitia Peringatan Hari Jadi Tulungagung yang Ke-176 pada tahun 2000. Pada waktu itu Panitia Peringatan Hari Jadi Tulungagung merekomendasikan tentang perlunya peninjauan ulang terhadap penanggalan Hari jadi Tulungagung.
Selanjutnya pada tanggal 24 Juli 2000 diselenggarakan seminar sehari "Kaji Ulang Hari Jadi Kabupaten Tulungagung" yang dihadiri oleh unsur Eksekutif, Legislatif, Pemerhati Sejarah, Budayawan, Pemuka Masyarakat, dan LSM di Tulungagung.
Intinya adalah tercapainya kesepakatan tentang penelusuran hari jadi dan penulisan ulang sejarah Daerah Tulungagung. Namun sayang sekali pada tahun itu penulisan "Sejarah Daerah Tulungagung" belum bisa diwujudkan. Babak selanjutnya, pada tanggal 9 Oktober 2002 ditetapkan peraturan daerah Kabupaten Tulungagung No : 27 Tahun 2002 tentang hari jadi Tulungagung.
Pada Bab II pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa tanggal 18 Oktober 1205 ditetapkan sebagai hari jadi Tulungagung. Dengan demikian, sejak tahun 2003 ini hari jadi Tulungagung tidak lagi diperingati setiap tanggal 1 April, melainkan setiap tanggal 18 Nopember seperti saat skarang ini.
Penetapan tanggal 18 Nopember 1205 sebagai hari jadi Tulungagung merupakan hasil penelitian seksama terhadap peninggalan sejarah berupa prasasti yang banyak bertebaran di kawasan Tulungagung.
Sedangkan prasasti yang memuat tanggal 18 Nopember 1205 adalah prasasti Lawadan yang terletak di sekitar Desa Wates Kecamatam Campurdarat, yang menyatakan "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa", artinya Jum’at Pahing 18 Nopember 1205.
Prasasti Lawadan dikeluarkan atas perintah Raja Daha terakhir, yaitu Paduka Sri Maharaja Sri Sarwweswara Triwikrama Watara Nindita Srengga Lancana Digjaya Tungga Dewanama atau lebih dikenal dengan sebutan Sri Kretajaya atu Raja Kertajaya yang pada waktu itu merasa berkenan atas kesetiaan warga Thani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha.
Pada Prasasti Lawadan dijelaskan juga tentang anugrah Raja Kertajaya berupa pembebasan dari berbagai pungutan pajak dan penerimaan berbagai hak istimewa kepada Dwan Ri Wan Ri Lawanan Tken Wisaya, atau dikenal dalam cerita sebagai Dandang Gendhis.
Alasan mendasar dipilihnya prasasti Lawadan sebagai tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Yulungagung dan menggantikan Besluit Gubernur Jendral Hindia-Belanda Nomor : 8 Tahun 1901 adalah karena prasasti Lawadan memenuhi 9 kriteria dari 13 kriteria yang di gunakan untuk menetapkan hari jadi suatu daerah.
Kriteria itu antara lain : komonitas warga Lawadan waktu itu telah memiliki sistem pemerintahan dan sosial budaya yang teratur, mandiri, mengandung nilai-nilai yang bersifat kepahlawanan dan menimbulkan rasa cinta tanah air, dan lain-lain. Dengan demikian, sejak tahun 2003 memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung dilaksanakan setiap tanggal 18 Nopember.(Red/WS)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA