Kwalitas Garam Bagus, Harga Tidak Bagus
Sumenep | jatimnet, Petani garam di Kabupaten Sumenep, mengeluhkan rendahnya harga garam, yang tidak sesuai dengan kualitas garam yang dihasilkan pada musim panen kali ini. Sebab saat ini hasil panen garam saat ini sangatlah bagus, tetapi harganya tidak bagus dan sangat rendah.
Salah satu petani garam asal Desa Nambakor Kecamatan Saronggi, Wardi mengatakan, saat ini kwualitas garam sangat bagus, tetapi harganya sangat rendah.Kalau kualitas sekarang sangat bagus mas, tapi harganya rendah.
Saat ini harga garam dengan kualitas terendah hanya sekitar Rp.250 per Kg, Sedangkan untuk kualitas yang paling bagus hanya dihargai Rp. 450 per Kg.Harga itu jauh dari standard mas, seharusnya harga garam dengan kualitas terbaik itu Rp. 750 per Kg,”keluhnya.
Lebih lanjut Wardi berharap, agar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, agar memikirkan kondisi tersebut, sebab petani garam saat ini dalam kondisi kesusahan. Kami hanya bisa berharap bantuan dari Pemerintah supaya bisa membantu nasib petani garam “pintanya.
Diceritakan, penen garam saat ini sangatlah bagus, sebab didukung oleh cuaca yang bagus, ia bisa memanen garam setiap pekannya sekiatr 4 ton garam untuk setiap petak yang diproduksi.Kalau berbicara kualitas garam saat ini sangat bagus, karena cuaca mendukung, namun harganya yang tidak bagus,” tegasnya.
Untuk diketahui, Kabupaten Sumenep mendapat bantuan dana Pugar sebesar Rp 4.271.000.000, yakni Rp 3,6 miliar dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), serta bantuan yang berupa non BLM sebesar Rp 671 juta untuk penunjang kegiatan Pugar, dan dana itu diberikan kepada Kelompok petambak garam yang berasal dari 11 kecamatan, yang tersebar di 39 desa yang ada di kabupaten Sumenep.
Bupati Sumenep KH A Busyro Kariem pernah mengungkapkan, setiap kelompok penerima bantuan mendapatkan bantuan antara Rp. 5 juta sampai dengan Rp. 12.500.000. sementara kelompok baru, mendapatkan antara Rp.15 juta sampai Rp.28 juta.(Does)
