Kecelakaan Maut Di Tanjung, Bus vs MPU
Sampang | Jatimnet - Kecelakaan maut, terjadi di Desa Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, antara Bus dengan Mobil Penumpang Umum (MPU). Kamis (26/09/13) pagi.
Salah satu warga di lokasi kejadian Riono mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekita pukul 06.30 WIB. Sebuah mobil MPU nomor Polisi (Nopol) M 1141 UA yang dikemudikan oleh Agus (35) warga Camplong, Sampang, melaju dengan kencang dari arah barat, yaitu dari arah kota Sampang menuju arah kota Pamekasan dan hendak menyalip becak.
Sedangkan dari arah yang berlawanan melaju sebuah Bus, sehingga tabrakan antara Bus dan MPU itu tidak terhindarkan. Benturannya sangat keras antara Bus dan mobil itu,” katanya.
Pada saat tabrakan itu terjadi, pintu depan sebalah kanan mobil MPU lepas, dan mengenai MPU lainnya dengan nopol M 1558 C, yang juga melaju dari arah barat menuju arah kota Pamekasan. Kaca mobil itu pecah, dan mengenai penumpang yang ada didalam,” terangnya.
Akibat kecelakaan tersebut, Marsu’i warga Gapura Kabupaten Sumenep, meninggal di lokasi kejadian, 5 orang kritis langsung dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan, dan setibanya di rumah sakit tersebut seorang anak berusia 1,6 tahun M.Faruk, juga meninggal dunia.
Lima orang lainnya yaitu Juhairiyah (35) warga Sejati Sampang, Hatimah (35) Camplong, Muslimah (40) Sampang, Agus (35) sopir MPU, warga Camplong dan H.Ali (57) warga Sejati Sampang, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
Sedangkan 2 orang luka ringan dirawat di Puskesmas tanjung. Salah satu keluarga korban, M.Tohir mengatakan saudaranya yang menjadi korban kecelakaan itu, saat ini dalam kondisi kritis, sebab mengeluarkan darah dari telinganya.
Ini masih dalam pemeriksaan pak,telinganya mengeluarkan darah,” katanya saat ditemui di RSUD Slamaet Martodirdjo.
Sementara itu, salah seorang petugas kepolisian yang berada di RSUD Salamet Martodirdjo Pamekasan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban.
Kami masih belum bisa memberikan keterangan, sebab masih melakukan pendataan terhadap korban,” katanya.(does)
