Larung Sesaji Pantai Sinie Tulungagung
Tulungagung | Jatimnet Online - Budaya seni dan wisata, seakan merupakan sebuah mata rantai yang tak terpisahkan dalam paket promosi untuk menggaet devisa dalam sajian wisatawan. Dengan konsep tri tunggal itu, wisata yang ada di suatu daerah bisa diharapkan padat pengunjung.
Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, dikenal selain dikenal sebagai kota marmer juga merupakan bagian dari tujuan kunjungan wisata ke Jawa Timur. Hal ini karena Tulungagung memiliki beberapa lokasi wisata, khususnya wisata bahari dan sajian seni tradisional yang terus terpelihara dangan baik.
Beberapa waktu lalu tri tunggal dalam konsep wisata ditorehkan bumi marmer Tulungagung, Sayup-sayup dari kejahuhan diantara hempasan angin semilir menyapu dedaunan nan menghijau dan melambai seakan mengucapkan selamat datang.
Pantai Sinie, memiliki dinding tebing di kanan dan kiri yang ditumbuhi tanaman nan menghijau serta ombaknya mendayu dengan mempasan butiran busa memutih diantara laju perahu nelanan, merpakan sajian yang indah, disitu pula bisa membeli ikan dari tanggapan para nelauyan.
Untuk menuju pantai Sinie, dari pusat kota selalu disuguhi lekuk dan kelok jalan dengan pinggiran jalan terdapat tanaman ataupun hamparan sawah membuat kerasan pengunjung ketika sedang mengarahkan kendaraan menuju Pantai Sinie salah satu obyek wisata bahari yang dimiliki Pemkab Tulungagung.
Beberapa waktu lalu, gending bertalu mengiringi acara ruwatan larung sesaji yang digelar oleh warga Dusun Sinie Kecamatan Kalibatur Kabupaten Tulungagung, acara wujud ungkapan syukur oleh warga yang tinggal diteluk Sinie atas ikan yang berlimpah selama ini, digelar pada bulan Selo (bulan Jawa red)
”Kegiatan larung sesaji ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Dusun Sinie atas melimpahnya hasil tangkapan ikan.Memang menurut adat warga kita digelar setiap bulan selo disetiap tahunnyasudah berjalan sejak dulu .
Tiga hari sebelum ritual ruwat dan larung sesaji dilaksanakan warga tidak boleh melaut atau biasa disebut prei layar (Berhenti melaut). Sedangkan dana untuk acara hasil swadaya warga masyarakat sinie”terang Lurah Kalibatur Widodo pada Jatimnet.
”Wayang yang digunakan dalam acara ruwatan menggunakan wayang krucil (wayang terbuat dari kayu red) untuk setengah mainan, setelah itu disambung dengan wayang purwo (Wayang yang terbuat dari kulit) dengan lakon mina ayakan. Sudah digelar secara turun temurun” tambah Mbah Jumali dalang ruwat asal Dusun Wonojoyo disela-sela acara.
Pantai sinie
“Pantai sinie adalah satu obyek wisata andalan Tulungagung dengan pantai yang landai serta apik, yang perlu dibenahi terutama sara-prasarana seperti jalan, penerangan serta sarana air bersih dengan menggandeng pihak terkait seperti PU.
Agar para wisatawan lokal dan mancanegara semakin krasan untuk datang ke Pantai Sinie.” terang Ir Dwi Heru kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga pada Jatimnet ” ini memang ritual tahun, Kami ingin mengemas secara lebih utuh,seperti uyon-uyon,wayang ruwat serta jaran sebagai salah satu tambahan ritual labuh laut yang bisa lebih menarik para pengunjung”pungkasnya. (Bayu)
Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, dikenal selain dikenal sebagai kota marmer juga merupakan bagian dari tujuan kunjungan wisata ke Jawa Timur. Hal ini karena Tulungagung memiliki beberapa lokasi wisata, khususnya wisata bahari dan sajian seni tradisional yang terus terpelihara dangan baik.
Beberapa waktu lalu tri tunggal dalam konsep wisata ditorehkan bumi marmer Tulungagung, Sayup-sayup dari kejahuhan diantara hempasan angin semilir menyapu dedaunan nan menghijau dan melambai seakan mengucapkan selamat datang.
Pantai Sinie, memiliki dinding tebing di kanan dan kiri yang ditumbuhi tanaman nan menghijau serta ombaknya mendayu dengan mempasan butiran busa memutih diantara laju perahu nelanan, merpakan sajian yang indah, disitu pula bisa membeli ikan dari tanggapan para nelauyan.
Untuk menuju pantai Sinie, dari pusat kota selalu disuguhi lekuk dan kelok jalan dengan pinggiran jalan terdapat tanaman ataupun hamparan sawah membuat kerasan pengunjung ketika sedang mengarahkan kendaraan menuju Pantai Sinie salah satu obyek wisata bahari yang dimiliki Pemkab Tulungagung.
Beberapa waktu lalu, gending bertalu mengiringi acara ruwatan larung sesaji yang digelar oleh warga Dusun Sinie Kecamatan Kalibatur Kabupaten Tulungagung, acara wujud ungkapan syukur oleh warga yang tinggal diteluk Sinie atas ikan yang berlimpah selama ini, digelar pada bulan Selo (bulan Jawa red)
”Kegiatan larung sesaji ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Dusun Sinie atas melimpahnya hasil tangkapan ikan.Memang menurut adat warga kita digelar setiap bulan selo disetiap tahunnyasudah berjalan sejak dulu .
Tiga hari sebelum ritual ruwat dan larung sesaji dilaksanakan warga tidak boleh melaut atau biasa disebut prei layar (Berhenti melaut). Sedangkan dana untuk acara hasil swadaya warga masyarakat sinie”terang Lurah Kalibatur Widodo pada Jatimnet.
”Wayang yang digunakan dalam acara ruwatan menggunakan wayang krucil (wayang terbuat dari kayu red) untuk setengah mainan, setelah itu disambung dengan wayang purwo (Wayang yang terbuat dari kulit) dengan lakon mina ayakan. Sudah digelar secara turun temurun” tambah Mbah Jumali dalang ruwat asal Dusun Wonojoyo disela-sela acara.
Pantai sinie
“Pantai sinie adalah satu obyek wisata andalan Tulungagung dengan pantai yang landai serta apik, yang perlu dibenahi terutama sara-prasarana seperti jalan, penerangan serta sarana air bersih dengan menggandeng pihak terkait seperti PU.
Agar para wisatawan lokal dan mancanegara semakin krasan untuk datang ke Pantai Sinie.” terang Ir Dwi Heru kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga pada Jatimnet ” ini memang ritual tahun, Kami ingin mengemas secara lebih utuh,seperti uyon-uyon,wayang ruwat serta jaran sebagai salah satu tambahan ritual labuh laut yang bisa lebih menarik para pengunjung”pungkasnya. (Bayu)
