MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Senin, 30 September 2013

Makam Ronggo Sukowati Raja Pertama Pamekasan Merana


Pamekasan | Jatimnet- Untaian mutiara petuah Bung Karno presiden pertama Indonesia mengatakan "Jasmerah" (Jangan sekali sekali meninggalkan sejarah)
    Ungkapan sang proklamator itu rupanya dilupakan, sehingga peninggalan bersejarah, yaitu makam Ranggo Sukowati Raja Pertama dan pendiri  Pamekasan banyak yang tidak mengetahi dimana letaknya.
    Makam Ranggo Sukowati Raja pertama Pamekasan, berada di Keluran Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan dengan kondisi yang menyedihkan.
    Kondisi makam bersejarah yang semestinya masuk sebagai cagar budaya tersebut saat ini banyak bangunan makam udah mau roboh akibat tak adanya perawatan dari pihak pemerintah
    Masryadi (45) yang akrap di pangil mbah Yadi sehari harinya tinggal di Pemakaman Ronggo Sukowati yang merawat serta  membersihkan area makam.
    Sampai saat ini Mbah Yadi telah 15 tahun menjaga dan merawat makan Ranggo Sukowati Raja Pertama Pamekasan, kepada Jatimnet menuturkan "Pemerintah tidak pernah memperhatikan untuk diperbaiki, inikan situs sejarah sebenarnya yang memelihara kan pemerintah kenapa pemerintah berpangku tangan kemana bagian Purbakala “terangnya
    Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya, Mbah Yadi mengandalkan usaha kecil-kecilan jualan ikan hias hias diselatan   pemakaman depan pasar Kolpajung
    Makam bersejarah bagi Kabupaten Pamekasan yang kondisinya merana tersebut, pada hari biasa sepi peziahar, hanya pada tiap Kamis malam Jum'at Manis peziarah lumayan jumlahnya. Juga pada lebaran pengunjung cukup ramai.
    Sepinya makam dari peziarah, karena karena dari pihak pemerintah sendiri kurang memperhatikan situs tersebut, sehingga masyarakat Pamekasan sendiri banyak yang tidak mengetahui keberadaanya Makam Rajanya.
    Makam Ranggo Sukowati selama ini aman, dan tidak pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik Ziarah malam maupun siang” terangnya
    Lebih lanjut, Mbah Yadi berharap, agar Makam Ronggo Sukowati Raja  Pertamaa Pamekasan ini dipugar dan diperbaikai, oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan, sehingga dapat menjadi tempat Wisata Religi Selain Batu Ampar “terangnya (Does)

Read more...

Pejabat Jangan Hanya Konsep, Harus Ada Tindakan Nyata


Pamekasan | Jatimnet  - Bupati Pamekasan Achmad Syafii meminta agar pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk tidak terlalu banyak bicara, tetapi perbanyaklah untuk berkerja yang bisa menyumbang tenaga dan pikiran untuk kemajuaan Kabupaten Pamekasan.
    Bupati mencontohkan, saat ia berkunjung ke China, ia beserta teman-temannya melihat pembangunan di negeri tirai bambu itu, sudah jauh diluar akal sehat. Disana itu kondisi alamnya gersang, tetapi pembangunanya luar biasa, jauh diluar akal sehat,” ulasnya.
    Selain itu ia membandingkan, kondisi alam Indonesia khususnya Pamekasan sangatlah subur, tetapi pembanunannya masih sangat jauh dibandingkan dengan China.
    Kondisi Alam disana sudah parah, penduduknya juga sangat banyak. Tetapi mengapa mereka bisa membangun dengan baik, sedangkan kita tidak,” katanya.
    Sehingga ia beserta rombongannya mendiskusikan kondisi di China jika dibandingkan dengan Indonesia, selama dalam perjalanan di negeri dengan penduduk terbanyak di dunia itu.
    Sampai pada kesimpulan, kita itu terlalu sering pidato, dan bicara teori saja yang kita pidatokan dan bicarakan jarang kita lakukan. Sehingga jarang tecapai hanya konsep yang ada.
    Ia meminta jajarannya untuk tidak selalu membuat konsep tanpa ada tindak lanjutnya. Jangan konsep terus, tetapi tidak ada tindakan nyata, jadi kedepan ayo kita perbanyak bekerja dan terus membangun Pamekasan,” pungkasnya.(Does)

Read more...

Antisipasi Kekeringan, Kodim 0826 Bantu Sumur


Pamekasan | Jatimnet  - Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Pamekasan, membuat Komando Distrik Meliter (Kodim) 0826 Pamekasan, memberikan bantuan sumur kepada warga, di 13 kecamatan kabupaten pamekasan
    Komandan Kodim (Dandim) 0826  Letkol.ARM.Mawardi mengatakan, bantuan sumur tersebut berupa Bakti Sosial (Baksos) yang dilakukan oleh pihaknya untuk membantu masyarakat yang dimusim kemarau saat ini sedang mengalami kekeringan.
    “Kami menggelar bakti sosial dengan membuat sumur untuk membantu masyarakat yang saat ini mengalami kekeringan,” katanya saat ditemui disela-sela acara Baksos pembuatan sumur, di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Minggu (29/09/13)
    Lebih lanjut Letkol.Arm.Mawardi mengatakan, kegiatan tersebut akan digelar di 13 Kecamatan, tetapi Baksos dengan membuat sumur untuk membatu warga itu.
    Dimulai dari Kecamatan Tlanakan, dan akan dilanjutkan Ke Kecamatan lainnya pamekasan.nanti kita bantu di 13 kecamatan, saat ini kita masih melakukan survey satu-satu, dan kegiatan ini akan terus berjalan,sampai masyarakat menikmati air bersih untuk mengatisipasi kekeringan di kabupaten pamekasan pungkasnya.(Does)

Read more...

Sabtu, 28 September 2013

PDAM Pamekasan Masih Rugi, Belum bisa Menyumbang ke PAD


Pamekasan |Jatimnet  - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang masih belum bisa menyumbang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
    Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pamekasan, Taufiqurrahman mengatakan, bahwa PDAM Kabupaten Pamekasan hingga tahun ini masih merugi, dan belum memberikan kontribusi terhadap PAD dengan berbagai alas an Untuk PDAM, belum memberikan keuntungan. Bahkan untuk PDAM laporan keuangannya masih pada posisi merugi,” katanya.
    Hal itu karena setiap tahunnya, PDAM harus membayar bunga pinjaman sebesar 9 Milyar.Hingga saat ini PDAM masih terbelit suku bunga pinjaman, jadi harus menyetor pada Kementerian Keuangan RI yang mencapai angka Rp 9 miliar per tahun,” ulasnya.
    Tetapi sambung Taufik, dalam dua tahun kedepan, PDAM diharapkan sudah bisa memberikan pemasukan pada PAD. Untungnya PDAM Pamekasan mendapatkan penghapusan sementara sehingga bunga pinjaman itu tidak lagi membengkak,” terangnya.
    Sedangkan untuk BUMD lainnya, yaitu PT.Aneka Mekasan Makmur saat ini masih dalam pembentukan unit-unit usaha, dan masih dalam proses mengurus perijinannya. Salah satu unit usahanya, berupa usaha Bank Perkreditan Daerah (BPD), dan masih dalam pengurusan izin operasionalnya,” ulas Taufik.
    Sementara itu, Direktur PDAM Agus Bahtiar mengatakan, saat ini perusahaan milik pemerintah yang dipimpinnya itu mengalami kerugian. Iya memang mas, betul PDAM Rugi tetapi itu secara akuntansi,” tuturnya melalui sambungan teleponnya. Sabtu (28/09/13) pagi.
    Agus juga mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penghapusan hutang secara resmi dari menteri keuangan. Hutang PDAM sudah lunas, sekalipun hak tagih sudah tidak ada, tetapi penghapusan murni masih belum ada,” terangnya.(does)

Read more...

Jumat, 27 September 2013

CJH Kabupaten Pamekasan Kloter 36 dan 37 Diberangkatkan


Pamekasan | jatimnet - Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan, Kelompok Terbang (Kloter) 35 di berangkatkan Hari Kamis 26/09 kemaren siang dan 36 dan 37 diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo surabaya, sebelum diterbangkan ke tanah suci Mekkah. Jum’at 27/09 2013 pagi
    Pelepasan yang diselenggarakan di Masjid Agung Asy-Syuhada, dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Achmad Syafii. Selain Bupati Pamekasan, tampak hadir dalam acara pelepasan itu, yaitu Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari serta dari unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) kabupaten pamekasan.
    Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan meminta, CJH asal Pamekasan untuk mengedepankan kedisiplinan, dan mentaati seluruh aturan yang dikeluarkan oleh pembimbing haji, khususnya saat tiba di tanah suci Mekkah nantinya.
    Agar pelaksanaan ibadah hajinya  khusuk berjalan lancar, saya berharap agar jamaah haji kita dari Kabupaten Pamekasan ini, supaya tertib disana, serta bias menerima arahan dari pembimbing, serta mentaati aturan di tanah suci ”katanya.
    Hal itu berdasarkan pengalaman pada tahun lalu, dimana banyak jamaah haji asal Pamekasan yang tidak mematuhi arahan dari pembimbingnya, akibatnya mereka kewalahan dalam melaksanakan ibadah haji,” ulasnya.
    Selain itu Syafii berpesan agar seluruh jamaah dari Kabupaten Pendidikan itu, berhati-hati dalam berjalanan, dan berharap sampai ketanah suci dengan selamat, bahkan sampai tiba kembali di Kabupaten Pamekasan dengan selamat dan menjadi haji Mabrur. Pelepasan CJH sendiri, dilakukan oleh Bupati Pamekasan secara simbolis, serta dibarengi dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Pamekasan, Muarif Tanthowi, dan dilanjutkan dengan lantunan suara adzan.
    Kepala Kemenag Pamekasan Muarif Tanthowi mengatakan, CJH yang diberangkatkan hari kamis kemaren siag dari kloter 35, sebanyak 303 jamaah, awalnya berjumlah 311.Karena ada yang sakit dan ada yang meninggal juga, akhirnya keberangkatannya ditunda,” katanya kepada sejumlah wartawaan disela-sela pelepasan CJH. Jum’at 27 September 2013 pagi tadi.
    Dijelaskan, bagi jamaah yang sakit dan saat ini menjalani perawatan, apibila sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, maka akan diikutkan pada kloter terakhir. Ya terpaksa harus berangkat bersama dengan kloter terakhir, yaitu tanggal 7 oktober mendatang,” tegasnya.
    Berdasarkan pantauan Jatimnet. Pemberangkatan CJH kloter 36 dan 37 itu terbagi menjadi 7 bus dan berangkat dengan dikawal oleh petugas kepolisian wilayah itu.
Untuk diketahui, CJH asal Kabupaten Pamekasan tercatat sebanyak 1.304, yang terbagi dalam empat kloter pemberangkatan, yaitu kloter 35, 36, 37, dan 63.
    Sedangkan untuk gelombang kedua, yaitu kloter 63, akan diberangkatkan pada hari senin (07/10/11), dan akan langsug berangkat menuju bandara king Abdul Aziz, Jeddah, bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Jember dan Kota Surabaya.(does)

Read more...

Kecelakaan Maut Di Tanjung, Bus vs MPU


Sampang | Jatimnet - Kecelakaan maut, terjadi di Desa Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, antara Bus dengan Mobil Penumpang Umum (MPU). Kamis (26/09/13) pagi.
    Salah satu warga di lokasi kejadian Riono mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekita pukul 06.30 WIB. Sebuah mobil MPU nomor Polisi (Nopol) M 1141 UA yang dikemudikan oleh Agus (35) warga Camplong, Sampang, melaju dengan kencang dari arah barat, yaitu dari arah kota Sampang menuju arah kota Pamekasan dan hendak menyalip becak.
    Sedangkan dari arah yang berlawanan melaju sebuah Bus, sehingga tabrakan antara Bus dan MPU itu tidak terhindarkan. Benturannya sangat keras antara Bus dan mobil itu,” katanya.
     Pada saat tabrakan itu terjadi, pintu depan sebalah kanan mobil MPU lepas, dan mengenai MPU lainnya dengan nopol M 1558 C, yang juga melaju dari arah barat menuju arah kota Pamekasan. Kaca mobil itu pecah, dan mengenai penumpang yang ada didalam,” terangnya.
    Akibat kecelakaan tersebut, Marsu’i warga Gapura Kabupaten Sumenep, meninggal di lokasi kejadian, 5 orang kritis langsung dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan, dan setibanya di rumah sakit tersebut seorang anak berusia 1,6 tahun M.Faruk, juga meninggal dunia.
    Lima orang lainnya yaitu Juhairiyah (35) warga Sejati Sampang, Hatimah (35) Camplong, Muslimah (40) Sampang, Agus (35) sopir MPU, warga Camplong dan H.Ali (57) warga Sejati Sampang, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
    Sedangkan 2 orang luka ringan dirawat di Puskesmas tanjung. Salah satu keluarga korban, M.Tohir mengatakan saudaranya yang menjadi korban kecelakaan itu, saat ini dalam kondisi kritis, sebab mengeluarkan darah dari telinganya.
    Ini masih dalam pemeriksaan pak,telinganya mengeluarkan darah,” katanya saat ditemui di RSUD Slamaet Martodirdjo.
    Sementara itu, salah seorang petugas kepolisian yang berada di RSUD Salamet Martodirdjo Pamekasan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban.
    Kami masih belum bisa memberikan keterangan, sebab masih melakukan pendataan terhadap korban,” katanya.(does)

Read more...

Kwalitas Garam Bagus, Harga Tidak Bagus


Sumenep | jatimnet, Petani garam di Kabupaten Sumenep, mengeluhkan rendahnya harga garam, yang tidak sesuai dengan kualitas  garam  yang  dihasilkan  pada musim panen kali ini. Sebab saat ini hasil panen garam saat ini sangatlah bagus, tetapi harganya tidak bagus dan sangat rendah.
    Salah satu petani garam asal Desa Nambakor Kecamatan Saronggi, Wardi mengatakan, saat ini kwualitas garam sangat bagus, tetapi harganya sangat rendah.Kalau kualitas sekarang sangat bagus mas, tapi harganya rendah.
    Saat ini harga garam dengan kualitas terendah hanya sekitar Rp.250 per Kg, Sedangkan untuk kualitas yang paling bagus hanya dihargai Rp. 450 per Kg.Harga itu jauh dari standard mas, seharusnya harga garam dengan kualitas terbaik itu Rp. 750 per Kg,”keluhnya.
    Lebih lanjut Wardi berharap, agar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, agar memikirkan kondisi tersebut, sebab petani garam saat ini dalam kondisi kesusahan. Kami hanya bisa berharap bantuan dari Pemerintah supaya bisa membantu nasib petani garam “pintanya.
    Diceritakan, penen garam saat ini sangatlah bagus, sebab didukung oleh cuaca yang bagus, ia bisa memanen garam setiap pekannya sekiatr 4 ton garam untuk setiap petak yang diproduksi.Kalau berbicara kualitas garam saat ini sangat bagus, karena cuaca mendukung, namun harganya yang tidak bagus,” tegasnya.
    Untuk diketahui, Kabupaten Sumenep mendapat bantuan dana Pugar sebesar Rp 4.271.000.000, yakni Rp 3,6 miliar dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), serta bantuan yang berupa non BLM sebesar Rp 671 juta untuk penunjang kegiatan Pugar, dan dana itu diberikan kepada Kelompok petambak garam yang berasal dari 11 kecamatan, yang tersebar di 39 desa yang ada di kabupaten Sumenep.
    Bupati Sumenep KH A Busyro Kariem pernah mengungkapkan, setiap kelompok penerima bantuan mendapatkan bantuan antara Rp. 5 juta sampai dengan Rp. 12.500.000. sementara kelompok baru, mendapatkan antara Rp.15 juta sampai Rp.28 juta.(Does)

Read more...

Penyelenggaraan Karapan Sapi Mendua



Pamekasan | Jatimnet - Terkait dualism epnyelenggaraan kerapan Sapi di pulau Madura, yaitu antara kelompok yang masih menggunakan pole kekerasan (Rekeng), dan tidak menggunakan pola kekerasan (Pakkopak), akhirnya Bupati Pamekasan Achmad Syafii angkat bicara.
    Terkait hal itu, sudah ada kesepakatan antara pemerintahan empat Kabupaten Di Madura dengan Pemerintah Jawa Timur, agar melaksanakan karapan sapi tanpa kekerasan,” kata Achad Syafii kepada sejumlah wartawan sela sela Setelah melepas Calon Jemaah Haji asal Pamekasan.
    Tetapi mantan anggota DPR RI itu juga mengakui, kebijakan itu masih belum diterima oleh seluruh pemilik sapi (pengerap), sehingga komunikasi-komunikasi terus dilakukan oleh pihaknya dengan berbagai pihak.
    Tetapi masih ada aspirasi-aspirasi, dan masih kita komunikasikan, dan aspirasi yang berkembang ini perlu juga kita dengarkan dan mencarikan jalan terbaik,” katanya.
    Hal itu dilakukan, agar dualisme penyelenggaraan karapan sapi di pulau garam itu tidak terjadi lagi. Hal itu perlu kita lakulkan, agar tujuan kita untuk menggelar karapan sapi tanpa kekerasan bisa terwujud, tetapi juga ada kebersamaan dari semuanya, itu yang kita harapkan,” harapnya.
    Sebelumnya, Ketua Paguyuban pemilik sapi karapan Madura yang tergabung dalam Jet Matic Foundation (JMF), Mohammad Zahid mengatakan, pihaknya akan tetap menyelenggarakan karapan sapi rekeng, sebab hal itu sudah disepakati oleh seluruh pengerap se Madura. Kami akan menyelenggarakan sendiri walaupun Gubernur Jatim membekukannya, kata Moh Zahid.
    Ia juga meminta, pemerintah tidak perlu mengatur soal kebudayaan karapan sapi ini, dan membiarkan masyarakat yang menyelenggarkan sendiri. Dan jika pemerintah mau mengatur karapan sapi di Madura.
    Seharusnya biayanya juga dipikirkan oleh Pemerintah, selama pemerintah ini hanya bicara soal karapan, sementara pemerintah tidak pernah memberikan subsidi kepada pengerap, Ini kan lucu, tegasnya.(Does)

Read more...

Kamis, 26 September 2013

Pelaku Jambret Tahanan Polrestabes Surabaya Meninggal


Surabaya | Jatimnet - Tahanan Polrestabes Surabaya bernama Rofi'i, 4 September lalu ditangkap dan sempat dihakimi masa setelah melakukan tindak kejahatan penjambretan kalung milik Halimah, saat itu Rofi'i melakukan bersama Suwanto (25) warga kampung Sidodadi Kapasan Surabaya.
    Rofi'i diketahui meninggal dunia pada Rabu (25/9/2013) sekira pukul 20.55 WIB, sebelum meninggal, Rofi'i dibawa ke Poliklinik Rajawali mengalami sesak nafas dan dirujuk  ke RS Bhayangkara.
    Dijelaskan oleh Kasat Tahti Kompol Herry Susanto, ia  membenarkan meninggalnya tahanan tersebut kemarin pukul 20.55. "Korban meninggal dunia karena luka dalam, kami sudah memberikan perawatan," kata Herry.(YWS)

Read more...

Polres Pamekasan Tetapkan Bustami Tersangka Malapraktik

Pamekasan | Jatimnet  - Tim Penyidik Polres Pamekasan akhirnya menetapkan oknum perawat mengaku dokter bedah, Bustami sebagai tersangka dalam kasus malpraktik yang telah menyebabkan pasiennya tewas.
    Menurut Wakapolres Pamekasan Kompol Ikhwanudin, Bustami ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik Polres Pamekasan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan menggeledah tempat praktik pelaku di rumahnya di Desa Pakong, Kecamatan Pakong.
    Saat ini Bustami telah kami tetapkan sebagai tersangka, karena terbukti melakukan tindakan medis dan membuka klinik secara ilegal,” kata Ikhawnudin menjelaskan.
    Kasus itu telah terjadi pada 2012. Saat itu korban bernama Suadah alias Sudeh (42) datang ke klinik milik Harapan yang menjadi tempat praktik di rumahnya di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan.
    Ketika itu, korban menderita pusing-pusing, dan oleh Bustomi disarankan agar dioperasi bedah, karena di bagian punggung korban ada benjolan yang diduga sebagai penyebab dari penyakit yang dideritanya itu.
    Saat itu kami bilang pada Bustami yang mengaku Dokter bedah itu itu akan rujuk ke rumah sakit di Pamekasan,” kata saudara korban, Jumrah, akan tetapi, sambung dia, Bustami justru meminta agar tidak usah dibawah kerumah sakit Pamekasan aku bisa mengoprasi di klinik ini sebab dirinya juga bisa melakukan tindakan medis dan dia sendiri merupakan dokter spesialis bedah akunya.
    Atas saran Bustami itu, maka Jumrah kemudian melakukan operasi di klinik milik Bustami itu. Akan tetapi, setelah operasi tidak sembuh, bahkan pandangannya kian buram, pendengarannya terganggu dan orangnya lumpuh, hingga akhirnya meninggal dunia.
    Karena tidak sembuh sembuh lalu kami bawah kerumah sakit pamekasan karena keadaan pasien udah parah oleh pihak rumah sakit pamekasan dirujuk ke rumah sakit Dr Soetomo di Surabaya sesampai disana ternyata sarafnya putus akibat operasi yang dilakukan oleh Bustami itu,” kata Jumrah.
    Bustami sendiri merupakan pegawai di Rumah Sakit Daerah (RSD) H.Slamet Martodirjo Pamekasan sebagai perawat di Unit Gawat Darurat (UGD) . (does)

Read more...

Rabu, 25 September 2013

Kerapan Sapi Cara Rekeng Tetap Akan di Gelar

         
Untuk Melestarikan Budaya Madura
Pamekasan | Jatimnet – Karapan sapi dengan menggunakan cara rekeng, tetap akan digelar paguyuban Pengerap di Pulau Madura, meskipun telah dilarang oleh gubernur Jawa Timur.   
    Ketua Paguyuban pemilik sapi karapan Madura yang tergabung dalam Jet Matic Foundation (JMF), Mohammad Zahid mengatakan, pihaknya akan tetap menyelenggarakan karapan sapi rekeng, sebab hal itu sudah disepakati oleh seluruh pemilik sapi karapan (Pangerap) se Madura.
    “Kami akan menyelenggarakan sendiri walaupun Gubernur Jatim membekukannya,” kata Moh Zahid.
    Dijelaskan, saat ini, seleksi karapan sapi di masing-masing kecamatan sudah berlangsung dan tinggal menunggu seleksi di tingkat kabupaten.
Sebaiknya pemerintah tidak perlu mengatur soal kebudayaan karapan sapi ini, biarlah masyarakat yang menyelenggarkan sendiri,” ulasnya.
    Lebih lanjut ia mengatakan, jika pemerintah mau mengatur karapan sapi di Madura, seharusnya biayanya juga dipikirkan oleh Pemerintah.
    “Pemerintah, selama ini hanya bicara soal karapan, sementara pemerintah tidak pernah memberikan subsidi kepada pengerap, Ini kan lucu,”tegasnya. Kami juga meminta, jika Gubernur ataupun Presiden akan membahas dan mengatur karapan sapi, seharusnya turun kebawah, dan berdiskusi dengan pengerap langsung, tidak hanya mendengarkan dari Bakorwil IV Madura.
    Sedangkan Kepala Bakorwilnya sendiri gak pernah ada tempat dan tidak pernah mengajak berdiskusi menurut kami kenapa kerapan sapi ini kok dipersoalkan ini kan budaya Madura yang sudah turun menurun, kok sekarang muncul fatwah  sapi tidak boleh disakiti/direkeng masalanya sekarang kerapan sapi udah dicampur adukan dengan politik yang tidak jelas yang hanya mementingkan golongan pungkas Zahit dengan lantang (does)

Read more...

Sabtu, 14 September 2013

Perum Bulog Subdivre Tulungagung Pengadaan Beras Tahun 2013 Lampui Target


Tulungagung | Jatimnet - Bulog Subdivre Tulungagung opengadaan beras di wilayah kerjanya bisa  melampaui target yang telah ditetapkan Kantor Perum Bulog pusat pada tahun 2013.
    Seperti dikatakan Kepala Subdivre Tulungagung  Supriyanto, jum’at 13/09/2013, Tahun 2013 kantor BULOG pusat telah mentargetkan penyerapan pembelian beras petani yang meliputi wilayah kerja Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Blitar sebesar 70.000 ton.
    Jika melihat realisasi pembelian yang telah dilakukan selama ini kami optimistis capaiannya bias melapaui target, saat ditemui Jatimnet diruang kerjanya.
    Menurutnya, hingga awal September 2013 pihaknya telah berhasil menyerap pembelian beras petani di empat Kabupaten Kota sebanyak 66.000 ton. Dengan sisa waktu empat bulan lagi dia yakin masih dapat melakukan pembelian 4000 hingga 5000 ton beras lagi.
    Untuk memenuhi kebutuhan penyaluran sampai akhir tahun di empat kabupaten/kota stok beras yang tersimpan digudang Bulog sangat aman, bahkan mampu memenuhi kebutuhan untuk daerah lain.
    Menurut dia masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kekurangan beras karena Bulog  yakin mampu memenuhi kebutuhan dengan jumlah yang memadai.
    Masih menurut Supriyanto, hingga sekarang ini Bulog Sub divre Tulungagung masih terus melakukan pembelian beras melalui mitra kerja dan UPGB/Satgas Perum Bulog Subdivre Tulungagung.(Yu/Sul)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA