Makam Ronggo Sukowati Raja Pertama Pamekasan Merana
Pamekasan | Jatimnet- Untaian mutiara petuah Bung Karno presiden pertama Indonesia mengatakan "Jasmerah" (Jangan sekali sekali meninggalkan sejarah)
Ungkapan sang proklamator itu rupanya dilupakan, sehingga peninggalan bersejarah, yaitu makam Ranggo Sukowati Raja Pertama dan pendiri Pamekasan banyak yang tidak mengetahi dimana letaknya.
Makam Ranggo Sukowati Raja pertama Pamekasan, berada di Keluran Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan dengan kondisi yang menyedihkan.
Kondisi makam bersejarah yang semestinya masuk sebagai cagar budaya tersebut saat ini banyak bangunan makam udah mau roboh akibat tak adanya perawatan dari pihak pemerintah
Masryadi (45) yang akrap di pangil mbah Yadi sehari harinya tinggal di Pemakaman Ronggo Sukowati yang merawat serta membersihkan area makam.
Sampai saat ini Mbah Yadi telah 15 tahun menjaga dan merawat makan Ranggo Sukowati Raja Pertama Pamekasan, kepada Jatimnet menuturkan "Pemerintah tidak pernah memperhatikan untuk diperbaiki, inikan situs sejarah sebenarnya yang memelihara kan pemerintah kenapa pemerintah berpangku tangan kemana bagian Purbakala “terangnya
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya, Mbah Yadi mengandalkan usaha kecil-kecilan jualan ikan hias hias diselatan pemakaman depan pasar Kolpajung
Makam bersejarah bagi Kabupaten Pamekasan yang kondisinya merana tersebut, pada hari biasa sepi peziahar, hanya pada tiap Kamis malam Jum'at Manis peziarah lumayan jumlahnya. Juga pada lebaran pengunjung cukup ramai.
Sepinya makam dari peziarah, karena karena dari pihak pemerintah sendiri kurang memperhatikan situs tersebut, sehingga masyarakat Pamekasan sendiri banyak yang tidak mengetahui keberadaanya Makam Rajanya.
Makam Ranggo Sukowati selama ini aman, dan tidak pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik Ziarah malam maupun siang” terangnya
Lebih lanjut, Mbah Yadi berharap, agar Makam Ronggo Sukowati Raja Pertamaa Pamekasan ini dipugar dan diperbaikai, oleh pemerintah Kabupaten Pamekasan, sehingga dapat menjadi tempat Wisata Religi Selain Batu Ampar “terangnya (Does)











