MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Jumat, 09 November 2018

Kementan Gekontor 12 000 Ton Jagung Untuk Peternak Telor Ayam Kab Blitar




BLITAR | Jatimnet – Peternak ayam petelor di Kabupaten Blitar bisa bernafas lega karena Jumat (9/11/2018) sebelum saat sholat Jum’at bertempat di halaman kantor Pemkab Blitar telah menerima pasokan jagu dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 12.000 ton.
Penyaluran jagung untuk pakan ternak ini guna memangkas rantai pasok yang selama ini mengakibatkan kelangkaan pakan ternak. Terkait hal ini, Ketua Koperasi Putra Mandiri Blitar, Sukarman yang juga mewakili para peternak mengaku senang dengan langkah nyata Kementan, yakni bantuan jagung dengan harga terjangkau.
Upaya ini dinilai positif karena membuktikan ketersediaan jagung dalam negeri untuk pakan mampu memenuhi kebutuhan, sehingga harga pakan bisa stabil. “Peternak hari ini sudah bisa tertawa. Kita sudah bisa menikmati jagung yang relatif murah. Terima kasih pak Mentan telah bersusah payah mencarikan kami jagung. Hari ini kami sudah ayem,” kata Sukarman.
Sementara Direktur Perbibitan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono yang hadir menyalurkan jagung tersebut mengatakan, penyaluran jagung ini merupakan wujud pemerintah hadir bagi masyarakat.
Kementan menyiapkan jagung sebanyak 400 ton untuk para peternak di Blitar dari total 12.000 ton. "Kita kirimkan 400 ton ke Blitar dan 100 ton ke Malang. Jagung ini akan dikawal untuk memastikan sampai pada peternak,” tegasnya.
Sambung dia menjelaskan, untuk memudahkan distribusi jagung, setidaknya 20 koordinator lapangan peternak per kecamatan telah ditunjuk dan mewakili 10 hingga 20 peternak di Blitar. Mereka akan membantu distribusinya tercukupi untuk kebutuhan 4.421 peternak mandiri di Blitar. "Kementan akan terus hadir dan perduli bagi petani dan peternak. Kita siap bersusah payah,” jelasnya.
Bupati Blitar Rijanto memberikan apreasiasi terhadap respons cepat Kementan yang menurutnya begitu responsif dan berjuang luar biasa mencarikan solusi bersama Bulog. "Terima kasih Menteri Pertanian. Kami senang satu per satu masalah bisa terurai. Saya berterima kasih atas nama peternak ayam di Blitar,” ujarnya.
Dia berharap dengan langkah nyata ini, petani dapat memanfaatkan jagung ini dengan sebaik-baiknya sehingga produksi dan harga telur membaik. "Ini merupakan solusi jangka pendek dan cepat. Untuk jangka panjang akan kita pikirkan,” ungkapnya. Rijanto pun berharap kelangkaan jagung ini tidak terulang kembali tahun depan. Karena itu, Ia menghimbau agar para peternak memikirkan gudang dan koperasi bagi mereka, dengan harapan kebutuhan jagung bisa terpenuhi. "Permasalahan ini tidak boleh terulang. Kita kompak kita bisa,” tutupnya.(WS)

Read more...

Senin, 24 September 2018

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat



BLITAR | MWJ – Bertempat di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Selasa tanggal 23 Oktober 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat.
Acara tersebut dihadiri Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM, Kepala Dinas Kesehatan dr.Kuspardani, Kepala OPD terkait, Kepala Kejari Blitar Amrullah, Wakapolres Blitar Kota Kompol Widarmanto, Tim Teknis Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur Ahmad Imron, serta rekanan kontraktor.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Kuspardani, mengatakan kegiatan evaluasi ini diagendakan khusus agar Bupati Blitar selaku pimpinan daerah mengetahui sejauh mana progres pembangunan RSUD di Kecamatan Srengat.
“Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana perkembangan penyelenggaraan pembangunan RSUD Srengat yang telah dilaksanakan,” ucap Kuspardani.
Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM, mengatakan dari rapat evaluasi ini pihaknya mendapat banyak masukan-masukan positif untuk kelanjutan pembangunan RSUD Srengat kedepan. Masukan-masukan itu juga akan menjadi catatan bagi pelaksana mulai dari kontraktor, management kontruksi, pengawas perencana maupun PPTK sehingga semuanya bisa bekerja secara profesional sesuai dengan aturan yang berlaku.
Karena rumah sakit yang megah itu pembangunannya bersumber dari uang rakyat. Pembangunan ini belum berakhir, saya senantiasa minta masukan dan pendampingan agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan,” tegasnya.(WS)

Read more...

Selasa, 28 Agustus 2018

Proyek Pengecoran Jalan Raya Talang Agung Menelan Anggaran 2 Milyar




MALANG | MWJ- Terkait pengecoran jalan raya dari Jalibar ke arah Blitar yang lebih tepatnya berada di Desa Talang agung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang.

Adapun menurut Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Bina marga Kabupaten Malang Sabarudin (28/8) pada awak media dilokasi pembangunan berlangsung " SPK dari proyek ini tertanggal 8/7/2018 dan waktu pengerjaan sekitar 6 bulan kedepan ".

" Pagu dari proyek ini senilai 2 Milyar rupiah dan pihak pelaksana proyek  dari Cv.Ersa Persada serta Pengawas proyek dari Cv.Pixma Konsultan .lebih jauh, mengenai panjang sekitar 250 meter, lebar 7 meter dan ketebalan cor sampai pasir uruk lunas adalah 50 cm".

Selain itu, "Saat Agus selaku Bagian lapangan dari pelaksana proyek tersebut dikonfirmasi wartawan (28/8) tentang keberadaan papan proyek yang seharusnya dipasang, yang bersangkutan  mengelak dengan dalih kalau papan proyek sudah pernah dipasang, tapi karena suatu hal harus diambil lagi dan sekarang ada digudang ". Terangnya

Sedangkan tanggapan dari warga pun bermacam-macam, saat wartawan konfirmasi pada para pedagang disekitar lokasi pengerjaan proyek "Saya bersyukur dengan adanya perbaikan jalan ini, tapi mau tidak mau tetap ada dampak negatifnya, yakni omset dari penjualan ditoko kami merosot hingga 50 % yang disebabkan banyaknya polusi udara jelas tidak sehat dan mengganggu pernapasan karena banyak debu berterbangan kesana-kemari yang tentunya sangat mengganggu sekali ". Ucap warga sekitar lokasi

Menurut Kepala desa Talang agung sendiri saat diwawancarai beberapa wartawan (28/8) "Saya berharap agar pembangunan atau proyek pengecoran jalan raya tersebut cepat selesai. jangan molor, seperti kurang profesional saja.

Sebetulnya untuk memperingati HUT RI yang ke 73 tahun ini, kami dari Desa Talang agung mau mengadakan Karnaval , tapi karena ada pengerjaan proyek tersebut, ya otomatis saya pending semua bentuk kegiatan yang melibatkan massa dan harus menggunakan atau memanfaatkan jalan raya ". Pungkas Kepala Desa Talang agung. (Wn/Ip/team)

Read more...

Minggu, 26 Agustus 2018

Gebyar Hut RI ke 73, Kelurahan Kepanjen Mengadakan Gerak Jalan Kreasi 14.000 peserta




MALANG | MWJ - Dalam rangka memperingati HUT RI ke 73, Kelurahan Kepanjen (26/8) mengadakan gerak jalan kreasi yang diikuti 14.000 peserta dan start pertama untuk peserta dari kategori umum diberangkatkan depan panggung utama yang berada di jalan panji Kepanjen.

Dan start yang ke dua berada dikantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang berada di jalan panji untuk kategori pelajar dan pesertanya diambil dari para siswa-siswi mulai Sd, SMP, SMA, SMK se Kecamatan Kepanjen.

Lebih lanjut, peserta diberangkatkan pada pukul 07.00 pagi oleh jajaran Muspika Kecamatan Kepanjen serta tidak lupa dari Lurah Kepanjen Sugeng selaku yang punya gawe dan pemrakarsa kegiatan Gerak jalan kreasi yang mana menurut Lurah "ini baru pertama diadakan oleh kelurahan Kepanjen yang diikuti peserta 14.000 orang ".

Adapun rangkaian kegiatan tersebut, masih menurut Sugeng " diawali dengan senam kreasi yang diikuti oleh seluruh peserta dan dipandu instruktur senam dari Kepanjen, kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan peserta gerak jalan kreasi ". Pungkas Sugeng pada awak media.

Selain itu, dari Camat Kepanjen juga menambahkan " kegiatan ini terlaksana dengan kerjasama semua pihak hingga banyak sponsor yang ikut terlibat untuk mensukseskan peringatan HUT RI yang ke 73 tahun dan bertabur hadiah serta ada doorprise 2 sepeda motor cantik ". (Ich/ip)

Read more...

Sabtu, 14 Juli 2018

1000 Barong Meriahkan Pemutupan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018



KEDIRI |MWJ – Tari kolosal kolaborasi 1000 Barong menjadi acara puncak penutup gelaran rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018 di area Monumen Simpang Lima Gumul, Sabtu (14/7/2018).
            Ribuan warga sangat antusias hadir mengaksikan pagelaran 1000 Barong yang digagas Bopo Hary Pratondo selaku ketua Panjar Kabupeten Kediri sekaligus pemilik group jaranan Mego Budoyo Kediri.
Acara Tari kolosal kolaborasi 1000 Barong kini telah melekat sebagai agenda tahunan Kabupaten Kediri sebagai penutup gelar Pekan Budaya Kabupaten Kediri yang digelar di pelataran Monumen Simpang Lima Gumul.
Ribuan penari barong tersebut ternyata tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kediri, namun berasal dari sejumlah kota yang ada di Indonesia, diantaranya Bontang, Balikpapan dan daerah lainnya. Ada sekitar 1.300 orang penari yang menarikan tari kolosal tersebut.
Bopo Hari Pratondo ketua Persatuan Artis Jaranan (Pasjar) Kabupaten Kediri mengatakan, ”Para pembarong ini akan mengisahkan tentang Panji. “Masih sama seperti tahun lalu, cerita dari tariannya tentang Panji,” ujar Hari.
Menurut Bopo Hari, tarian Kolaborasi barong sewu tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini ribuan pelajar dilibatkan sebagai peserta. “Beda tahun ini pembarongnya, kita utamakan adalah pelajar, jadi kita juga batasi untuk yang dari luar kota hanya sekitar 300 penari saja,” jelasnya.
Sementaran itu, Masykuri wakil Bupati Kediri di Kediri, Sabtu petang mengatakan
"Pegelaran tari kolosal kolaborasi barong sewu ini rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata 2018. Selain sebagai hiburan, sekaligus bentuk kepedulian mengenalkan dan melestarikan seni budaya ke masyarakat,"
Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan ini melibatkan para seniman jaranan dari berbagai sanggar seni. Mereka merupakan para pelaku seni yang bisa menjadi contoh pelestarian budaya ini.
Wabup juga sangat berharap, kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun. Diharapkan mendorong generasi muda menjadi bersemangat untuk lebih mencintai budaya leluhur serta melestarikannya.
Dalam acara itu, selain seniman dari Kabupaten Kediri, juga banyak dari daerah lainnya, misalnya Kota Kediri, Surabaya, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Blitar. Juga terdapat perwakilan seniman dari Bontang, Kalimantan, Semarang, Solo, dan sejumlah daerah lainnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi para peserta itu, terlebih lagi dari luar daerah. Hal itu bisa menjadi wahana untuk saling mempererat tali silaturahim di antara pemerintah daerah, terutama para seniman.
Sementara itu, Ayu Pitasari, salah seorang dari Ngawi mengaku senang bisa terlibat langsung acara ini. Ia datang dengan teman-temannya dan sebelumnya sudah berlatih selama tiga hari sebelum ikut tari kolosal ini.
"Kalau persiapan untuk di sini latihan selama tiga hari, tapi saya sendiri sudah suka tarian sejak SMP," kata dia. 
Perempuan yang baru lulus SMA di Kabupaten Ngawi ini juga mengaku suka seni tradisional sejak dulu, sebab ingin melestarikan sejarah dan budaya Jawa. Ia juga berharap, kebudayaan ini juga tetap lestari hingga nanti.
Di acara itu para generasi muda dari berbagai usia dan sekolah. Awalnya, diikuti anak-anak setingkat TK dan SD, lalu SMP dan terakhir orang dewasa. Mereka juga kompak menari.
Selain membawa barong, juga ada yang membawa jaranan. Mereka menari sesuai dengan kelompok usia, sehingga tidak tercampur antara yang dewasa dan anak-anak. Jumlahnya secara keseluruhan hingga ribuan orang, baik dewasa dan anak-anak.
Warga juga sangat antusias menonton atraksi tersebut. Mereka memadati lokasi hingga acara selesai, ingin menyaksikan penampilan para seniman dalam pegelaran tari kolosal kolaborasi barong sewu ini.
Acara pekan budaya ini juga beragam acara digelar, misalnya parade mobil hias, bazar UMKM, bazar aneka makanan, seminar budaya, dan beragam kegiatan lainnya. Acara ini diikuti berbagai peserta baik dari instansi negeri dan swasta. Atraksi barong ini menutup rangkaian acara pekan budaya tersebut.(WS)

Read more...

1000 Barong Meriahkan Pemutupan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018



KEDIRI MAHKOTA NASIONAL – Tari kolosal kolaborasi 1000 Barong menjadi acara puncak penutup gelaran rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018 di area Monumen Simpang Lima Gumul, Sabtu (14/7/2018).
            Ribuan warga sangat antusias hadir mengaksikan pagelaran 1000 Barong yang digagas Bopo Hary Pratondo selaku ketua Panjar Kabupeten Kediri sekaligus pemilik group jaranan Mego Budoyo Kediri.
Acara Tari kolosal kolaborasi 1000 Barong kini telah melekat sebagai agenda tahunan Kabupaten Kediri sebagai penutup gelar Pekan Budaya Kabupaten Kediri yang digelar di pelataran Monumen Simpang Lima Gumul.
Ribuan penari barong tersebut ternyata tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kediri, namun berasal dari sejumlah kota yang ada di Indonesia, diantaranya Bontang, Balikpapan dan daerah lainnya. Ada sekitar 1.300 orang penari yang menarikan tari kolosal tersebut.
Bopo Hari Pratondo ketua Persatuan Artis Jaranan (Pasjar) Kabupaten Kediri mengatakan, ”Para pembarong ini akan mengisahkan tentang Panji. “Masih sama seperti tahun lalu, cerita dari tariannya tentang Panji,” ujar Hari.
Menurut Bopo Hari, tarian Kolaborasi barong sewu tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini ribuan pelajar dilibatkan sebagai peserta. “Beda tahun ini pembarongnya, kita utamakan adalah pelajar, jadi kita juga batasi untuk yang dari luar kota hanya sekitar 300 penari saja,” jelasnya.
Sementaran itu, Masykuri wakil Bupati Kediri di Kediri, Sabtu petang mengatakan
"Pegelaran tari kolosal kolaborasi barong sewu ini rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata 2018. Selain sebagai hiburan, sekaligus bentuk kepedulian mengenalkan dan melestarikan seni budaya ke masyarakat,"
Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan ini melibatkan para seniman jaranan dari berbagai sanggar seni. Mereka merupakan para pelaku seni yang bisa menjadi contoh pelestarian budaya ini.
Wabup juga sangat berharap, kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun. Diharapkan mendorong generasi muda menjadi bersemangat untuk lebih mencintai budaya leluhur serta melestarikannya.
Dalam acara itu, selain seniman dari Kabupaten Kediri, juga banyak dari daerah lainnya, misalnya Kota Kediri, Surabaya, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Blitar. Juga terdapat perwakilan seniman dari Bontang, Kalimantan, Semarang, Solo, dan sejumlah daerah lainnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi para peserta itu, terlebih lagi dari luar daerah. Hal itu bisa menjadi wahana untuk saling mempererat tali silaturahim di antara pemerintah daerah, terutama para seniman.
Sementara itu, Ayu Pitasari, salah seorang dari Ngawi mengaku senang bisa terlibat langsung acara ini. Ia datang dengan teman-temannya dan sebelumnya sudah berlatih selama tiga hari sebelum ikut tari kolosal ini.
"Kalau persiapan untuk di sini latihan selama tiga hari, tapi saya sendiri sudah suka tarian sejak SMP," kata dia. 
Perempuan yang baru lulus SMA di Kabupaten Ngawi ini juga mengaku suka seni tradisional sejak dulu, sebab ingin melestarikan sejarah dan budaya Jawa. Ia juga berharap, kebudayaan ini juga tetap lestari hingga nanti.
Di acara itu para generasi muda dari berbagai usia dan sekolah. Awalnya, diikuti anak-anak setingkat TK dan SD, lalu SMP dan terakhir orang dewasa. Mereka juga kompak menari.
Selain membawa barong, juga ada yang membawa jaranan. Mereka menari sesuai dengan kelompok usia, sehingga tidak tercampur antara yang dewasa dan anak-anak. Jumlahnya secara keseluruhan hingga ribuan orang, baik dewasa dan anak-anak.
Warga juga sangat antusias menonton atraksi tersebut. Mereka memadati lokasi hingga acara selesai, ingin menyaksikan penampilan para seniman dalam pegelaran tari kolosal kolaborasi barong sewu ini.
Acara pekan budaya ini juga beragam acara digelar, misalnya parade mobil hias, bazar UMKM, bazar aneka makanan, seminar budaya, dan beragam kegiatan lainnya. Acara ini diikuti berbagai peserta baik dari instansi negeri dan swasta. Atraksi barong ini menutup rangkaian acara pekan budaya tersebut.(WS)

Read more...

Selasa, 12 Juni 2018

Buka, pelayanan kependudukan tetap prima pada masyarakat walaupun libur besar berjalan


.

MALANG | Jatimnet -.Dalam peraturan pemerintah daerah kabupaten malang nomer 2 tahun 2009, pasal 24 tanggal 27 Februari 2010 di tindak lanjuti surat kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Malang, tanggal 5 januari 2014, nomer 470/012/421.107/2015 perihal tentang penerbitan E-KTP. Masyarakat perorangan di wajibkan memiliki legalitas kependudukan termasuk ktp, akte kelahiran, kk dan akte kematian.
Bertujuan untuk mengetahui nama seseorang berdomisili sesuai dengan alamat pada legalitas tersebut serta mengetahui perkembangan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang ada di daerah, juga dipergunakan untuk kebutuhan seseorang dalam kepentingan pekerjaan yang tidak melanggar hukum pemerintah.
Maka dari itu melalui Dinas kependudukan dan pencatatn sipil kabupaten malang telah mangaktifkan program pelayanan pada masyarakat yang ada di kantor tersebut.
Menurut kepala Bidang Pengelolaan Data Informasi dan Administrasi Kependudukan Kab.Malang Drs. Shirath Azies. M. SI.  Saat di temui Jatimnet dikantornya mengatakan bahwa pada saat awal liburan besar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 11 juni sampai 20 juni 2018, kami tetap mengaktifkan pelayanan masyarakat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang berhubungan dengan ktp, akta, kk dan lainnya.
Bisa terpenuhi dan terlayani dengan baik, berdasarkan data program kegiatan kami termasuk  Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jebol Anduk). Pada tanggal 1 juni 2018 di desa Ngawoggo kec.Tajinan, hasilnya sebagai berikut:

NO
JENIS PELAYANAN
Kegiatan
Jumlah



1.



AKTA

Kematian
Pelayanan
18



156
Tercetak
16
Belum Cetak

Batal
2

Kelahiran
Pelayanan
61
Tercetak
59
Belum Cetak

Batal
2

2.

       KARTU KELUARGA
Pelayanan
110

220
Tercetak
106
Belum Cetak

Batal
4



3.



KTP-EI
Pelayanan
239


478

Tercetak
120
Belum Cetak
59
Rusak

Perekaman
59
Batal
1
TOTAL
854

Ini bagian wujud kami, guna meningkatkan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengurusan ktp, kk, akte dan lainya.
Sementara di sisi lain ketika media ini menelusuri pelayanan di kantor kependudukan dan pencatatan sipil pada masyarakat yang mengantri, sebut saja dua sejoli asal kepanjen dia mengurus surat pembetulan no.NIK antara KTP dan KK tidak sama beda 1 angka kebetulan kepunyaan kakaknya dia di suruh menguruskan, dengan adanya pelayanan  saat liburan mereka menanggapi dan merespon sangat baik, alasannya pada saat masuk kerja nanti tidak terganggu,  kare na di saat  libur bisa mengurus surat yang dibutuhkan, khususnya di kantor kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten malang.(sai)

Foto :Kepala bidang pengelolaan data informasi dan admisnistrasi keependudukan Drs. Shirath Azies. M. SI. 

Read more...

Selasa, 15 Mei 2018

PURNAWIYATA DAN KADO TERAKHIR DI SMANEKA




Malang | Jatimnet. Dalam proses kegiatan rutinitas tiap tahun di usai kelulusan sekolah, setelah menerima pengumuman atas keberhasilan dalam menjalankan ujian nasional yaitu dinyatakan lulus bagi para siswa, maka diselang beberapa hari yang mana sudah dirancang dan ditentukan oleh sekolah yaitu pembentukan kepanitiaan wisudawan bagi para siswa kelas XII yang sudah lulus.
Untuk sekolah SMA Negeri 1 Kepanjen pada tanggal 12 Mei 2018 kemarin telah melakukan wisudawan sebanyak kurang lebih 403 anak, adapun undangan yang hadir Muspika Kecamatan Kepanjen, Kepala SMA Negeri 1 Kepanjen, Komite, perwakilan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan undangan para wali murid kelas XII yang telah lulus.
Menurut ungkapan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Kepanjen H. Maskuri mengatakan “Bahwa proses agenda kegiatan ini sudah tidak asing lagi karena dibentuk kepanitiaan yang diatur oleh Wakil Kepala sekolah dan yang lebih penting persiapan anak-anak dalam menjalani kegiatan. Untuk kali ini dalam kegiatan wisuda sebanyak 403 anak di tahun 2018 dan yang masuk UNBK sebanyak 68 jadi kurang lebih 37% yang ada di Kabupaten Malang.
Dengan persiapan desain dan penguatan karakter juga kejujuran, kemandirian, nasionalisnya, demokrasi, maka menjadikan masyarakat yang hebat, karena mereka anak-anak pintar sebagai penerus bangsa.
Dan ini merupakan kado terakhir tingkat kelulusan yang baik, prestasi Jawa Timur dan ada karyawan juara nasional, juga guru mendapatkan piala perak di tingkat nasional. Ini juga merupakan kado terakhir saya untuk menjalani pensiun (purna) di SMA Negeri 1 Kepanjen karena selama 5 tahun kami menjabat sebagai Kepala sekolah, mudah-mudahan bermanfaat semua bagi bangsa dan negara.” (Sai)

Read more...

HASIL SINERGI KE-PU-AN SDA DENGAN DESA SANANKERTO DIRASAKAN MASYARAKAT SEKITAR DAN NASIONAL





Malang | Jatimnet. Pada saat ada kegiatan perlombaan di OP Tingkat Propinsi yang ketepatan ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Malang adalah UPT SDA Turen maka akhir hasil dari Tim Juri dari Propinsi Jatim bersama rombongan yang dipimpin oleh Kabid OP SDA Kabupaten Malang Aris menuju sumber air Andeman Bon Pring Desa Sanankerto.
Di tempat tersebut disambut oleh kepala desa, sekretaris desa, juga jajaran dari OP SDA karena tempat tersebut cukup bagus dan alami, selain itu berakhirnya penilaian juri di wilayah Kabupaten Malang. Dalam agenda di wisata Andeman Bon Pring dengan sambutan kepada kepala desa Sanankerto, Kabid OP SDA, Ketua Tim Juri dan makan siang yang hibur oleh artis lokal.
Dalam sambutannya kepala desa Sanankerto Subur “Rasa ucapan terima kasih kepada Tim Juri Propinsi Jatim yang telah hadir agar nantinya bisa memberitahukan kepada rekan-rekan di Jatim bahwa ada wisata alami Sumber Andeman Bon Pring Desa Sanankerto Kecamatan Turen. Untuk yang lain kami sudah bersaing dengan wisata di negara Jepang.
Akan tetapi yang lebih penting lagi rasa syukur dan terima kasih banyak pada PU SDA  terutama kepada Pak Aris karena sangat berjasa sekali membantu kami dalam proses pengembangan hingga seperti ini. Dan kami tidak akan melupakan atas jasa-jasanya juga hasil sinergi ke-PU-an SDA Kabupaten Malang dengan Desa Sanankerto yang mana bisa dirasakan oleh masyarakat kami dan dikunjungi sampai tingkat nasional.”
Sementara sambutan Ketua Tim Juri dari Propinsi, Anton juga mengucapkan terima kasih atas sambutannya yang cukup istimewa “Dan kami telah selesai dalam penjurian lomba di tingkat propinsi di wilayah Kabupaten Malang.
Kurang lebih ada 9 daerah yang nantinya kita datangi sementara untuk Kabupaten Malang diurutan yang keempat jadi tinggal lima daerah yang belum, tentunya kami akan membawa informasi ini pada teman-teman yang ada di propinsi, sementara legalitasnya yang ada di Andeman terutama di tingkat notaris dalam perijinannya. Dan untuk penilaian lomba ini dilakukan oleh 3 tim juri termasuk Seksi Pemeliharaan, Seksi Administrasi dan saya sendiri.” (Sai)

Read more...

Senin, 14 Mei 2018

LOMBA JURU OP SDA TINGKAT PROPINSI




Malang | Jatimnet. -  Dalam penilaian Lomba Juru OP Tingkat Propinsi yang dilakukan oleh ke-PU-an SDA Propinsi Jawa Timur pada tahun 2018, yang sebelumnya sudah dilaksanakan rutin dalam setiap tahun. Sementara PU SDA Kabupaten Malang dalam perlombaan tersebut telah mengantongi kejuaraan terbaik di tingkat propinsi bahkan ke tingkat nasional. Dan untuk tahun 2018 ini Perlombaan Juru OP Tingkat Propinsi Kabupaten Malang yang ditunjuk adalah Juru OP UPT SDA Turen.
Dalam perlombaan tersebut diikuti oleh kurang lebih 9 daerah di wilayah Propinsi Jawa Timur. Untuk kehadiran Tim Juri OP SDA dari Propinsi Jatim ke UPT SDA Turen pada hari kamis 9 Mei 2018 pada pukul 10.00 WIB yang terdiri dari 3 orang dan disambut oleh Kabid OP SDA Kabupaten Malang Aris, juga para peserta sosialisasi serta jajaran OP SDA UPT Turen dan Muspika Kecamatan Turen.
Sebelum Tim Juri Propinsi turun ke lokasi mengecek cara kerja Juru OP maka lebih dulu pengenalan para tim juri, selanjutnya sambutan dari perwakilan PU SDA yang ada di wilayah Malang serta pengenalan materi yang akan diuji, termasuk paparan apa yang ada di wilayah kerja OP Turen serta materi lainnya.
Dalam sambutannya perwakilan Kadis PU Propinsi Ir. Pramono “Dengan perlombaan tersebut bisa manfaat dengan baik bagi Juru OP, untuk tahun 2017 Kabupaten Malang sudah tingkat nasional dengan diperlombakan sungai molek, dalam harapan agar Kabupaten Malang lebih dan meningkatkan hasil para petani, untuk tahun ini di tingkat propinsi yang telah ditunjuk adalah OP SDA Turen dan tahun depan ada rancangan OP SDA Singosari di tingkat Propinsi Jatim.
 Apabila di tingkat propinsi kita pegang maka periode mendatang lebih enak karena didukung oleh Gubernur Jawa Timur, Bupati, maka dari itu penggunaan air sangat berguna sekali.”
Untuk Ketua OP UPT SDA Turen Mohammad Saifudin yang membawahi wilayah baku sawah 809 hektar, “Setelah usai pembahasan materi maka dilanjutkan pengecekan lokasi yang sudah ditentukan di 3 titik, pertama waduk atau dam Sumberwuni yang ada alat pengambilan sampah di sungai, lalu dilanjutkan dam selanjutnya dan yang terakhir ke sumber air Andeman Bon Pring.” (Sai)

Read more...

Selasa, 08 Mei 2018

Kesrah Mengadakan Sosialisasi UKS Sangat menguntungkan Sekolah




Malang | Jatimnet - Pada tahun ini 2018 Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemerintahan Daerah Kabupaten Malang, telah melaksanakan Sosialisasi UKS dibeberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, yang pesertanya dari beberapa sekolah SD dan SMP yang terwakili oleh guru masing-masing sekolah. Adapun struktur yang berpengalaman yang menguasai bidang tersebut sesuai dengan materi pada saat sosialisasi.
Menurut ungkapan Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Ir. R. Taufiq Hidayat saat ditemui media ini mengatakan “Pelaksanaan UKS ada sepuluh kali kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Bululawang, Sumberpucung, Gedangan, di Desa Tumpakrejo pada saat Bindes. Sosialisasi UKS karena apa UKS kita galakkan untuk memberikan semangat pada siswa sekolah, guru, mulai dari SD dan SMP. Pada tahun 2018 ini SMP Negeri 1 Wajak akan masuk tingkat nasional, pada tahun 2017 tingkat propinsi, SD Negeri Turen juara tingkat propinsi tahun 2018. Nantinya tahun 2019 ke tingkat nasional. Kami akan mengadakan Rakerda tingkat kabupaten dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Malang yang melibatkan seluruh sekolah SD dan SMP se Kabupaten Malang guna memberikan pembinaan dan rapat kerja tentang UKS beserta para guru dan kegiatan sudah dilaksanakan termasuk Kecamatan Ngantang, Wajak, Turen dan nantinya ada 10 titik. Tujuan utama untuk melakukan pembinaan guru terhadap siswa sekolah peserta dalam sosialisasi ini diperkirakan 50 orang. Jadi dikalikan 10 kali kegiatan ada 500 orang. Dengan harapan sebenarnya dengan Dinas Kesehatan, Pendidikan terhadap UKS sangat kurang greget tapi kita bukan punya anggaran atau tidak, tapi kita upayakan sedikit perhatian pada UKS kenapa dari secara teknis Dinas Pendidikan Kesehatan dan Agama dalam SK 4 Menteri.”
Di sisi lain menurut peserta UKS yang di Turen dengan diadakan kegiatan tersebut kata Sukma dari Sekolah Widyadarma Turen “Dengan kegiatan ini sangat menguntungkan sekali karena bisa menata sekolah dengan.” (Sai)


Read more...

Kamis, 22 Maret 2018

Tanamkan Budaya Riset Pada Dosen


MAKANG | Jatimnet- “Saya selalu menginstruksikan dan juga tidak ikut campur biar mereka fer menjalankan tugasnya sebagai Mendikti hingga ke penyelesaiannya. Dan ada 4 program dalam menjalankan sebagai Rektor Universitas Brawijaya yang baru apabila terpilih lagi. Untuk yang pertama program tersebut adalah merenovasi peningkatan birokrasi yang ada di Universitas Brawijaya secara keseluruhan. Peningkatan dan pemanfaatan a UB. Peningkatan akademik. Dan yang keempat budaya riset pada dosen-dosen. Sementara untuk budaya mengajar bagi dosen itu sudah biasa, maka kita tingkatkan nantinya ada budaya riset untuk dosen. Agar dosen setelah mengajar lalu ke laboratorium. Karena mengajar saja tidak ada ubahnya seperti guru SMA, maka dari budaya riset yang saya dorongkan bisa tertanamkan pada dosen di semua fakultas yang ada di Universitas Brawijaya.” kata Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. M. Bisri, M.S.

Riset Herbal jadi pesaing perguruan tinggi negara lain. “Budaya riset terlaksana agar semua laboratorium terpenuhi. Jadi nanti kita siapkan yang lebih modern walau keuangan tertatih-tatih karena lab itu alatnya cukup mahal. Maka kita harus orientasi ke sana agar fasilitas yang ada kita penuhi maka dari itu lab harus bagus alatnya juga harus bagus, akan tetapi kalau dosennya malas apa gunanya. Maka dari itu kita dorong, kalau mengajar sudah bagus, budaya risetlah yang harus dilaksanakan. Karena lab itu sendiri dibawah fakultas bukan dibawah rektorat. Perlu di support dana seperti dana kemarin sebesar 24 M pada tahun ini. Kita menangani laboratorium-laboratorium di luar kampus seperti di Desa Jatikerto, Cangar, Sumberpasir, Sumbersekar, jadi uang rektorat digelontorkan ke pihak fakultas maka fakultaslah yang nanti mengerjakan, kita kalah bersaing dengan negara lain kalau lab kita seperti ini. Untuk yang lainnya semua bisa, tapi lab ini sangat perlu karena untuk membangun budaya riset. Sementara ini kita punya 15 fakultas, kalau mau bersaing dengan perguruan tinggi negara lain maka kita harus punya riset yang ampuh. Bisa dikatakan riset ala Indonesia yaitu riset tentang herbal. Kita kan punya jamu-jamu, apalagi kita sudah membangun pabrik mini di wilayah Kecamatan Karangploso Desa Ngijo, kalau gudang sudah selesai, maka tinggal isinya dan perlu diketahui isinya tidak murah, kalau kita bicara lab uang itu tak ada harganya.” ungkap Bisri.

Rektorat gelontorkan dana kurang lebih 25 M untuk kemajuan laboratorium. “Pemerintahan pusat saat ini sudah menganggarkan pembangunan yang dibutuhkan oleh Perguruan Tinggi Negeri, untuk Brawijaya yang berhubungan dengan kebutuhan laboratorium maka Brawijaya berjuang sendiri, harus ada kerjasama dengan luar terutama mencari terobosan untuk membangun yang modern. Sementara dana dari PNPB kita 25 M untuk mendorong kemajuan lab maka dengan kemampuan anggaran 25 M  dari rektorat, sementara untuk pengajuannya 27 M maka perlu adanya tahapan untuk berikutnya. Karena kita hanya mendorong fakultas akan tetapi fakultas harus menyisihkan anggarannya, untuk kali ini kita bangun 100 lab karena masing-masing fakultas wajib punya lab. Sementara yang bisa tercover hanya 30 lab. Dengan tujuan agar bisa cepat maju. Maka disinilah kelemahan Indonesia dalam bersaing dengan perguruan tinggi negara lain. Untuk perputaran uang yang ada di Brawijaya dalam 1 tahun kurang lebih 900 M. Sementara gaji pegawai 400 M. Maka dengan salah satu syarat untuk bersaing dengan bersaing dengan perguruan tinggi lain maka budaya riset nanti kita tonjolkan.” Kata Prof. Bisri.

Aku kurang opo? Masih kata Prof. Bisri “Dan saya yakin semua calon dari Rektor Universitas Brawijaya yang sudah seleksi kemarin tidak akan menonjolkan budaya riset, semua hanya normatif, hanya itu, itu dan itu. Ya karena semua sudah saya kerjakan. Lalu apa ndak saya kerjakan dan saya pingin ada fokus termasuk 4 program yang saya canangkan. Dan itu sudah berjalan semua lalu kurang opo aku nyambut gaweku. Pada saat pemilihan suara saya cuma mendapatkan 77, lalu ono opo? Saya sendiri tidak dari apa-apa, sebenarnya saya ingin jadi dosen biasa, semua hidup biasa aja.” (sai)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA