Kementan Gekontor 12 000 Ton Jagung Untuk Peternak Telor Ayam Kab Blitar
BLITAR | Jatimnet – Peternak ayam petelor di
Kabupaten Blitar bisa bernafas lega karena Jumat (9/11/2018) sebelum saat
sholat Jum’at bertempat di halaman kantor Pemkab Blitar telah menerima pasokan
jagu dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebanyak 12.000 ton.
Penyaluran jagung untuk pakan ternak ini guna
memangkas rantai pasok yang selama ini mengakibatkan kelangkaan pakan ternak.
Terkait hal ini, Ketua Koperasi Putra Mandiri Blitar, Sukarman yang juga
mewakili para peternak mengaku senang dengan langkah nyata Kementan, yakni
bantuan jagung dengan harga terjangkau.
Upaya ini dinilai positif
karena membuktikan ketersediaan jagung dalam negeri untuk pakan mampu memenuhi
kebutuhan, sehingga harga pakan bisa stabil. “Peternak hari ini sudah bisa
tertawa. Kita sudah bisa menikmati jagung yang relatif murah. Terima kasih pak
Mentan telah bersusah payah mencarikan kami jagung. Hari ini kami sudah ayem,”
kata Sukarman.
Sementara Direktur
Perbibitan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono yang hadir
menyalurkan jagung tersebut mengatakan, penyaluran jagung ini merupakan wujud
pemerintah hadir bagi masyarakat.
Kementan menyiapkan jagung
sebanyak 400 ton untuk para peternak di Blitar dari total 12.000 ton. "Kita
kirimkan 400 ton ke Blitar dan 100 ton ke Malang. Jagung ini akan dikawal untuk
memastikan sampai pada peternak,” tegasnya.
Sambung dia menjelaskan,
untuk memudahkan distribusi jagung, setidaknya 20 koordinator lapangan peternak
per kecamatan telah ditunjuk dan mewakili 10 hingga 20 peternak di Blitar.
Mereka akan membantu distribusinya tercukupi untuk kebutuhan 4.421 peternak
mandiri di Blitar. "Kementan akan terus hadir dan perduli bagi petani
dan peternak. Kita siap bersusah payah,” jelasnya.
Bupati Blitar Rijanto
memberikan apreasiasi terhadap respons cepat Kementan yang menurutnya begitu
responsif dan berjuang luar biasa mencarikan solusi bersama Bulog. "Terima
kasih Menteri Pertanian. Kami senang satu per satu masalah bisa terurai. Saya
berterima kasih atas nama peternak ayam di Blitar,” ujarnya.
Dia berharap dengan langkah
nyata ini, petani dapat memanfaatkan jagung ini dengan sebaik-baiknya sehingga
produksi dan harga telur membaik. "Ini merupakan solusi jangka pendek
dan cepat. Untuk jangka panjang akan kita pikirkan,” ungkapnya. Rijanto pun
berharap kelangkaan jagung ini tidak terulang kembali tahun depan. Karena itu,
Ia menghimbau agar para peternak memikirkan gudang dan koperasi bagi mereka,
dengan harapan kebutuhan jagung bisa terpenuhi. "Permasalahan ini tidak
boleh terulang. Kita kompak kita bisa,” tutupnya.(WS)
Read more...











