LOMBA JURU OP SDA TINGKAT PROPINSI
Malang | Jatimnet. - Dalam penilaian Lomba Juru OP Tingkat
Propinsi yang dilakukan oleh ke-PU-an SDA Propinsi Jawa Timur pada tahun 2018,
yang sebelumnya sudah dilaksanakan rutin dalam setiap tahun. Sementara PU SDA
Kabupaten Malang dalam perlombaan tersebut telah mengantongi kejuaraan terbaik
di tingkat propinsi bahkan ke tingkat nasional. Dan untuk tahun 2018 ini
Perlombaan Juru OP Tingkat Propinsi Kabupaten Malang yang ditunjuk adalah Juru
OP UPT SDA Turen.
Dalam
perlombaan tersebut diikuti oleh kurang lebih 9 daerah di wilayah Propinsi Jawa
Timur. Untuk kehadiran Tim Juri OP SDA dari Propinsi Jatim ke UPT SDA Turen
pada hari kamis 9 Mei 2018 pada pukul 10.00 WIB yang terdiri dari 3 orang dan
disambut oleh Kabid OP SDA Kabupaten Malang Aris, juga para peserta sosialisasi
serta jajaran OP SDA UPT Turen dan Muspika Kecamatan Turen.
Sebelum
Tim Juri Propinsi turun ke lokasi mengecek cara kerja Juru OP maka lebih dulu
pengenalan para tim juri, selanjutnya sambutan dari perwakilan PU SDA yang ada
di wilayah Malang serta pengenalan materi yang akan diuji, termasuk paparan apa
yang ada di wilayah kerja OP Turen serta materi lainnya.
Dalam
sambutannya perwakilan Kadis PU Propinsi Ir. Pramono “Dengan perlombaan
tersebut bisa manfaat dengan baik bagi Juru OP, untuk tahun 2017 Kabupaten
Malang sudah tingkat nasional dengan diperlombakan sungai molek, dalam harapan
agar Kabupaten Malang lebih dan meningkatkan hasil para petani, untuk tahun ini
di tingkat propinsi yang telah ditunjuk adalah OP SDA Turen dan tahun depan ada
rancangan OP SDA Singosari di tingkat Propinsi Jatim.
Apabila di tingkat propinsi kita pegang maka
periode mendatang lebih enak karena didukung oleh Gubernur Jawa Timur, Bupati,
maka dari itu penggunaan air sangat berguna sekali.”
Untuk
Ketua OP UPT SDA Turen Mohammad Saifudin yang membawahi wilayah baku sawah 809
hektar, “Setelah usai pembahasan materi maka dilanjutkan pengecekan lokasi yang
sudah ditentukan di 3 titik, pertama waduk atau dam Sumberwuni yang ada alat
pengambilan sampah di sungai, lalu dilanjutkan dam selanjutnya dan yang
terakhir ke sumber air Andeman Bon Pring.” (Sai)
