MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Sabtu, 14 Juli 2018

1000 Barong Meriahkan Pemutupan Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018



KEDIRI MAHKOTA NASIONAL – Tari kolosal kolaborasi 1000 Barong menjadi acara puncak penutup gelaran rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri Tahun 2018 di area Monumen Simpang Lima Gumul, Sabtu (14/7/2018).
            Ribuan warga sangat antusias hadir mengaksikan pagelaran 1000 Barong yang digagas Bopo Hary Pratondo selaku ketua Panjar Kabupeten Kediri sekaligus pemilik group jaranan Mego Budoyo Kediri.
Acara Tari kolosal kolaborasi 1000 Barong kini telah melekat sebagai agenda tahunan Kabupaten Kediri sebagai penutup gelar Pekan Budaya Kabupaten Kediri yang digelar di pelataran Monumen Simpang Lima Gumul.
Ribuan penari barong tersebut ternyata tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kediri, namun berasal dari sejumlah kota yang ada di Indonesia, diantaranya Bontang, Balikpapan dan daerah lainnya. Ada sekitar 1.300 orang penari yang menarikan tari kolosal tersebut.
Bopo Hari Pratondo ketua Persatuan Artis Jaranan (Pasjar) Kabupaten Kediri mengatakan, ”Para pembarong ini akan mengisahkan tentang Panji. “Masih sama seperti tahun lalu, cerita dari tariannya tentang Panji,” ujar Hari.
Menurut Bopo Hari, tarian Kolaborasi barong sewu tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini ribuan pelajar dilibatkan sebagai peserta. “Beda tahun ini pembarongnya, kita utamakan adalah pelajar, jadi kita juga batasi untuk yang dari luar kota hanya sekitar 300 penari saja,” jelasnya.
Sementaran itu, Masykuri wakil Bupati Kediri di Kediri, Sabtu petang mengatakan
"Pegelaran tari kolosal kolaborasi barong sewu ini rangkaian Pekan Budaya dan Pariwisata 2018. Selain sebagai hiburan, sekaligus bentuk kepedulian mengenalkan dan melestarikan seni budaya ke masyarakat,"
Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan ini melibatkan para seniman jaranan dari berbagai sanggar seni. Mereka merupakan para pelaku seni yang bisa menjadi contoh pelestarian budaya ini.
Wabup juga sangat berharap, kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun. Diharapkan mendorong generasi muda menjadi bersemangat untuk lebih mencintai budaya leluhur serta melestarikannya.
Dalam acara itu, selain seniman dari Kabupaten Kediri, juga banyak dari daerah lainnya, misalnya Kota Kediri, Surabaya, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Blitar. Juga terdapat perwakilan seniman dari Bontang, Kalimantan, Semarang, Solo, dan sejumlah daerah lainnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi para peserta itu, terlebih lagi dari luar daerah. Hal itu bisa menjadi wahana untuk saling mempererat tali silaturahim di antara pemerintah daerah, terutama para seniman.
Sementara itu, Ayu Pitasari, salah seorang dari Ngawi mengaku senang bisa terlibat langsung acara ini. Ia datang dengan teman-temannya dan sebelumnya sudah berlatih selama tiga hari sebelum ikut tari kolosal ini.
"Kalau persiapan untuk di sini latihan selama tiga hari, tapi saya sendiri sudah suka tarian sejak SMP," kata dia. 
Perempuan yang baru lulus SMA di Kabupaten Ngawi ini juga mengaku suka seni tradisional sejak dulu, sebab ingin melestarikan sejarah dan budaya Jawa. Ia juga berharap, kebudayaan ini juga tetap lestari hingga nanti.
Di acara itu para generasi muda dari berbagai usia dan sekolah. Awalnya, diikuti anak-anak setingkat TK dan SD, lalu SMP dan terakhir orang dewasa. Mereka juga kompak menari.
Selain membawa barong, juga ada yang membawa jaranan. Mereka menari sesuai dengan kelompok usia, sehingga tidak tercampur antara yang dewasa dan anak-anak. Jumlahnya secara keseluruhan hingga ribuan orang, baik dewasa dan anak-anak.
Warga juga sangat antusias menonton atraksi tersebut. Mereka memadati lokasi hingga acara selesai, ingin menyaksikan penampilan para seniman dalam pegelaran tari kolosal kolaborasi barong sewu ini.
Acara pekan budaya ini juga beragam acara digelar, misalnya parade mobil hias, bazar UMKM, bazar aneka makanan, seminar budaya, dan beragam kegiatan lainnya. Acara ini diikuti berbagai peserta baik dari instansi negeri dan swasta. Atraksi barong ini menutup rangkaian acara pekan budaya tersebut.(WS)

BERITA SEBELUMNYA