MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Senin, 11 November 2013

Ombak Besar Nelayan di Pamekasan Tetap Melaut


Pamekasan | Jatimnet - Meski gelombang di beberapa perairan Pamekasan masih tinggi, beberapa nelayan memaksakan diri tetap melaut. Resiko tersebut tetap dilakukan demi memenuhi kebutuhan ekonomi setiap harinya.
Salah satunya dilakukan nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Beberapa nelayan di desa itu tetap mencari ikan di laut. Seperti yang diutarakan sahrul, dirinya terpaksa menantang laut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebab, selain menjadi nelayan dirinya tidak mempunyai mata pencaharian lain.
Kalau tidak cari ikan, keluarga saya mau makan apa? ini adalah sumber ekonomi keluarga satu-satunya” ucapnya.
Menurutnya, itu bukan hal yang baru. Ombak besar sudah menjadi temannya mencari nafkah setiap hari.
Hal itu sudah resiko menjadi nelayan, setiap hari harus bergelut dengan angin dan ombak. Kalau takut ombak, tidak akan mendapat apa-apa. Baginya, gelombang diperairan tempatnya mencari uang saat ini tidak seberapa.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Keterbukaan Informasi Publik di Pamekasan

 Masih Bermasalah

Pamekasan | Jatimnet - Keterbukaan akses informasi publik di Kabupaten Pamekasan hingga kini masih bermasalah, sehingga sebagian satuan kerja perangkat daerah di Kota Gerbang Salam itu harus berurusan dengan Komisi Informasi (KI).
Buktinya sebanyak 23 SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan kini dilaporkan ke KI Jatim, karena menutup akses informasi kepada lembaga pemohon informasi. Khususnya terkait dengan realisasi penggunaan APBD untuk berbagai kegiatan dan proyek pembangunan.
Wakil Ketua KI Jatim Imadoeddin menjelaskan, SKPD yang dilaporkan bermasalah dan menutup akses informasi publik sebanyak 23 SKPD. Laporan sengketa informasi itu telah diterima KI beberapa waktu lalu dan kini masih dalam proses penelitian.
Semua jenis laporan pasti akan kami usut, karena ini menyangkut amanah undang-undang tentang keterbukaan informasi publik,” kata Imadoeddin yang dihubungi wartawan melalui telepon dari Pamakasan.
Ia menjelaskan, SKPD di lingkungan Pemkab Pamekasan yang dilaporkan ke KI Jatim, karena tidak transparan dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan badan publik itu, terkait penggunaan dana APBD, “Jelasnya
Inilah sejumlah SKPD di lingkungan pemkab Pamekasan, yang dilaporkan ke Komisi Informasi (KI) Jatim karena menutup akses informasi publik, terutama terkait dengan penggunaan dana anggaran yang diduga banyak digelembungkan atau dimark up.
Masing-masing di Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbangda), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkab Pamekasan.
Selanjutnya Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kantor Ketahanan Pangan (KKP), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Sabtu, 09 November 2013

Dana Pesangon DPRD Sampang Periode 1999-2004 Diusut,

Bupati Tangapi Dingin

Sampang | Jatimnet - Kasus aliran dan pesangon anggota DPRD Sampang Periode 1999-2004 terus menjadi wacana hangat di lingkungan Sampang, jika 41 anggota dewan yang ikut menerima aliran dana itu diusut, maka semakin banyak tokoh penting Sampang yang akan terkuak keterlibatanya. Pengusutan kasusus tersebut ditangapi dingin Bupati samapang Fannan Hasip.
`Saat ditanya saoal dana pesangon tersebut waktu itu Fannan yang juga anggota dewan saat itu,menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Kejaksaan Negeri Sampang, sebab menurutnya hal itu merupakan ranah hukum yang harus dipatuhi.
Ya mau keputusan hokum seperti itu harus sesuai dengan ketentuan hokum terserah kalau kejaksaan akan menindaklanjuti dana pesangon itu kita selaku warga Negara wajib patuh Hukum, “tegas Bupati Fannan.
Sementara itu Malik Amrullah yang juga Tim Anggaran (Banggar) pada periodaeh yang di permasalahkan itu menegaskan, Keputusan ada dana pesangon memang di plenokan. Pengambilan Keputusannya di lakukan oleh kalangan Legeslati dan eksekutif.
Tapi kebijakan itu dari pengambil keputusanyaitu pimpinan Dewan, jadi empat pimpinan sebagai inisiator,”tegas Malik yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinsosnakertaran Sampang.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Butuh Lahan 6 Ribu Hektare, 2014 Targetkan Pabrik Gula


Bangkalan | Jatimnet - para petani tebu berpotensi besar sedangkan peminat petani  tebu menim, di Bangkalan harus bersabar dengan hasil panennya untuk di olah pabrik, sebab saat ini pendirian pabri dalam wacana,
Hal itu mengingat untuk mendiriakan pabrik tebu di butuhkan lahan produksi skitar 5-6 ribu hektare, untuk mendirikan pabrik tebu las lahan tebu harus mencapai 5-6 ribu hektare, persyaratan belum terpenuhi di Bangkalan.
Menurut Kabid Pengembangan Produksi dan Peredaran Hasil Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bangkalan Sumarmi, direncanakan pada tahun 2014 dan 2015 baru didirikan pabrik tebu di Bangkalan.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Tolak Dugem Party with

Gelar Demo Di Kantor Dewan

Pamekasan | Jatimnet - Aksi penolakan pesta dugem bertajuk party night with DJ Jimmy di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Melainkan juga dari kalangan siswa. Mereka rela meninggalkan ruang kelasnya untuk melakukan demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan. Apa penyebabnya?
Maraknya penolakan atas rencana pesta dugem di Pamekasan, juga dilakukan siswa-siswa SMP dan SMA sederajat. Hal itu terlihat kemarin (8/11) setelah puluhan siswa di Pamekasan, menggelar demonstrasi ke kantor DPRD Pamekasan. sekitar pukul 09.00.
Aksi yang dilakukan sekitar 50 siswa dan beberapa guru. serta pemuda itu, meminta agar pesta dugem sejati bakal digelar sabtu malam nanti di gagalkan.
Itu karena diyakini akan merusak moral anak dan pemuda Pamekasan kedepan. ”Lihat anak-anak generasi penerus di Pamekasan ini.
Besok dia akan disuguhkan pesta dugem yang tak baik adalah pesta setan Lalu mau dididik apa adik- adik kita yang masih sekolah ini. Apakah akan dijadikan tukang dugem besok setelah remaja,” teriak Zainal Abidin, salah satu guru di Pamekasan
Sengaja mengajak beberapa muridnya untuk demo menolak pesta dugem, sebagai wujud keprihatinannya terhadap keadaan di Pamekasan yang dirasa sudah umum meninggalkan nilai-nilai ke-Islamannya.
Kami sebagai guru selalu melakukan penanaman moral dan akhlak sejak dini kepada siswa. Tapi dengan diselenggaranya pesta dugem ini, apakah tidak akan merusak moral anak didik. Percuma guru mendidik murid-muridnya di sekolah setiap hari. tapi di lapangan disuguhkan kegiatan yang aneh-aneh,” teriak Zainal.
Diungkapkan pula jika Pemkab Pamekasan tidak konsisten dalam menjalankan pemerintahan. Sebab menurutnya, Pamekasan dengan degan (Berdian Pengembangan Masyarakat islam Gerbang salam ternyata yang dilakukan pemkab dengan memberi izin pergelaran pesta dugem, sangat bertolak belakang dengan Gerbang Salam selama ini.
Salah satu siswa, Roni, mengalun paham terhadap apa yang dilakukannya saat demo. Dirinya mengaku rela meninggalkan ruang kelas, demi masa depan Gerbang Salam, dan masa depan dirinya sebagai generasi penerus. Katanya akan ada pesta dugem secara terbuka, itu melanggar syariat.” kata siswa kelasi/I itu kepada Jatimnet
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Tangkis Laut Pantai Sepulu Hancur Disapu Ombak


Bangkalan | Jatimnet - Tangkis laut buatan warga di Pantai Sepulu sebagian mulai hancur. Itu karena penahan ombak hanya mengandalkan kekuatan baru yang dibatasi dengan bambu tanpa semen sama sekali.
Maklum, warga membangun tangkis laut dengan bahan seadanya. Itu pun dilakukan untuk melindungi sawah dan permukiman warga yang berada tidak jauh dari pantai tersebut. Namanya juga tangkis laut buatan warga sendiri, jadi wajar kalau cepat ambrol.” Kata Usaman, warga setempat.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Jumat, 08 November 2013

Belum Dipasang Traffik Light Kondis Lalu Lintas Sembrawut


Sampang | Jatimnet - Meski di wilayah kecamatan, namun volume kendaraan yang melintas di pertigaan jalan di pusat kota Kecamatan Ketapang. Sampang, setiap hari cukup ramai.
Sebab jalur pantura itu menjadi perlintasan kendaraan dari tiga arah, yakni dari timur, barat, dan selatan.  Akibatnya, kondisi lalu lintas di pertigaan tersebut semrawut dan tak jarang membuat pengendara nyaris bersenggolan saat melintas.
Apalagi, di pertigaan tersebut belum dipasang Traffic light. Tidak hanya siang hari, malam hari kendaraan tetap ramai,” kata warga yang biasa berada di pertigaan tersebut.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Warga Soroti Kwalitas Pondasi Jembatan


Pamekasan | Jatimnet - Pembangunan Jembatan Desa di dusun Songlesong Desa Bujur Timur Kecamatan Batu Marmar disoroti masyarakat sekitar proyek, pasalnya masyarakat sekitar menilai kwalitas bahan dasar yang di gunakan pondasi khususnya cor coran dinilai kurang bagu berkwalitas rendah dan kayaknya tidak sesuai bistek yang ada,
Masyarakat kwatir jika campuran semin dan pasir kayak gitu pondasinya berkwalitas rendah akan berdampak pada kwlitas jembatan akan cepat roboh.
Menurut salah satu warga setempat Baihaki mendesak pelaksana proyek jembatan untuk memperhatikan kwalitas cor pada pada pondasi dan tiang penyangah jembatan, sebab menurut pengamatannya kwalitas cor sangat rendah, campuran semin tidak sesuai dengan ukuran, bahkan hasil bangunan dasar yang di sentuh mudah protol , sementara aliran sugai ketika musim hujan sangat deras ” tuturnya
BERITA SELENGKPNYA

Read more...

Kamis, 07 November 2013

Nebang pohon Jati di Ladang Sendiri

Digelandang ke Polres Pamekasan

Pamekasan  | Jatimnet - Perbuatan yang dilakukan Hairullah (70), penebangamn pohon jati yang di lakukannya berakibat masuk penjara,padahal kakek asal Dusun Brumbung Desa ponjenan Barat kecamatan Batu Marmar.
Penebanganm dilakukan di perkarangannya sendiri,pohon jadi yang di tebang kemudian dijual itu adalah pohon jati dan tanahnya warisan dari orang tua isrinya Surani sejak dulu.
     Tanpa disadari ternyata tindakan Hairullah itu di persoalkan oleh keponakanya sendiri Ahmad Effendi yang tidak lain anak kandung dari saudaranya istri Hairullah, Ahmad melaporkan ke Polisi dengan tuduhan pencurian kayu jati sebab pohon jati yang ditebang diklaim miliknya dan tumbuk ditanah miliknya.
Itu di buktikan dengan hak kepemilikan tanah (sertifikat tanah) yang sudah atas nama Ahmad Efendi.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Rabu, 06 November 2013

Hari Jadi Sumenep ke 744

Nuansa Keraton Soengenep Tempo Doeloe

Sumenep | Jatimnet - Memperingati Hari Jadi Sumenep ke 744, digelar Prosesi dan pawai seni budaya, yang melibatkan 1000 pendukung acara, mulai penari, teater, hingga pemusik tradisional.
Acara yang dipusatkan di depan Masjid Agung Sumenep diawali dengan penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Sumenep. Dalam prosesi tersebut, digambarkan penyambutan gegap gempita rakyat Soengenep (sumenep: red) atas penobatan Arya Wiraraja.
Mereka dengan sukacita mempersembahkan hasil panen dan ternak mereka, sebagai pertanda dukungan terhadap penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati. Acara prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Adipati ke Bupati, yang diterima langsung Bupati Sumenep, A.Busro Karim.
Proses tersebut kental dengan nuansa keraton Soengenep tempo doeloe. Seluruh pendukung acara berpakaian adat keraton. Bahkan Bupati Sumenep bersama istri, berpakaian ala raja keraton.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Siswa Tenggelam Sehabis Sertijab Ketua Osis


Sumenep | Jatimnet - Setelah prosesi serah terima jabatan osis dilakukan, korban bersama temannya mandi bersama di sungai Pangareman di desa tersebut. Tapi sialnya, mantan Ketua Osis ini malah tewas tenggelam. Diduga Ainun tewas karena tidak bisa berenang,dengan kedalaman sungai sekitar 5 Meter.
Meski sempat ditolong oleh lima teman lainnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.mengingat pencarian korban lama,memakan satu jam lamanya.
Mendengar kejadian itu,petugas kepolisian langsung ke lokasi melakukan evakuasi dan membawa mayat korban ke RSUD untuk dilakukan otopsi.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Hujan Turun Petani Tembakau Kawatir Harga Anjlok


Pamekasan | Jatimnet - Hujan yang turun pada hari Senin, menjadi pukulan hebat pada para petani tembakau, karena saat ini, merupakan musim panen tembakau. Turunnya hujan kemarin akan berdampak pada menurunnya kwalitas dari tembakau yang berimbas pada anjloknya harga jual.
Hal ini dirasakan Mostar asal Desa Pangtonggal Kecamatan Proppo Pamekasan, saat ditemui Jatimnet, Mostar nampak bersama istri dan anaknya menjemur tembakau yang baru dirajang tadi malam tersebut,
Sambil membersihkan kotoran yang menempel di tembakaunya, Mostar berharap cuaca hari ini dan besok cerah, karena proses pengeringan tembaku membutuhkan 2 hari.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Selasa, 05 November 2013

Tempat Prostitusi Marak Di Kota Gerbang Salam


Pamekasan | Jatimnet - Maraknya tempat maksiat yang ada di Kabupaten Pamekasan, membuat Bupati Pamekasan Achmad Syafii geram. Di kota Gerbang Salam itu banyak tempat yang dijadikan lokasi mesum, mulai tempat kost, warung remang-remang, hotel dan tempat karaoke.
Sudah kami kasik tempat milik pemerintah, seharusnya tidak dijadikan tempat maksiat, sebab lahan yang ditempati itu milik pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang betul-betul ingin berwirausaha, bukan malah dijadikan transaksi wanita,” katanya usai melepas pawai obor senin 04/11 malam
Bahkan politisi partai Demokrat itu mengancam akan menutup seluruh tempat yang dijadikan lokasi maksiat itu. Kami akan rampas hak pemilik tempat yang berdiri di atas tanah negara jika melakukan kegiatan maksiat,” tegasnya.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Kota Gerbang Salam Semarak Pawai Obor Malam Tahun Baru Islam


Pamekasan | Jatimnet - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan, melakukan pawai obor dalam rangka merayakan tahun baru Islam 1 muharram 1435 Hijriyah. Senin 04/11 malam.
Pawai tersebut dimulai dari kantor PMII cabang pamekasan, jalan Brawijaya dengan berjalan kaki menuju munomen arek lancor, selain membawa ratusan obor yang mewarnai pawai tersebut, irigan musik rebana (Hadrah) juga mewarnai pawai itu.
Ratusan aktifis PMII dari berbagai komisariat kampus yang ada di Kabupaten pendidikan itu, juga bertawaf mengelilingi munomen arek lancor. Ketua PMII Cabang Pamekasan Sidik mengatakan, acara tersebut untuk memeriahkan pergantian tahun bagi umat islam, sebab selama ini perayaan tahun baru islam sudah mulai dilupakan.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Senin, 04 November 2013

Kerapan Sapi Rekeng Piala Presiden Tahun 2013 Kurang Meriah


Pamekasan | Jatimnet - Penyelenggaraan kerapan sapi dengan menggunakan cara kekerasan “rekeng” se- Madura (Gubeng), yang memperebutkan piala Presiden tahun 2013 di Stadion R.Soenarto Pamekasan, tidak semeriah penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu panitia pelaksana acara tersebut H.Haryanto Waluyo  dan Juga Anggota Dewan dari Partai PPP mengatakan, penyelenggaraan Gubeng tersebut persiapannya sangatlah minim tidak ada persiapan sebelumnya.
Selain itu, sekarang diwaktu yang bersamaan di Bangkala juga digelar kerapan pakkopak,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Stadion R.Soenarto. senin 03/11  pagi.
Ia juga mengatakan, penyelenggaraan Gubeng pada tahun-tahun sebelumnya dipersiapkan dengan sangat matang dan minimal satu bulan sebelumnya sudah siap.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Karapan Sapi Digelar Didua Tempat


Pamekasan | Jatimnet  Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengaku baru tahu, jika penyelenggaraan karapan sapi (Gubeng) piala Presiden, digelar di dua tempat, yakni di Kabupaten Bangkalan serta di Kabupaten Pamekasan. Saya baru tahu, ternyata kerapan sapi ini dilaksanakan dua tempat, satu di Bangkalan yang satu digelar disini,” katanya kepada sejumlah wartawan,
Digerlarnya Kerapan sapi di dua tempat itu, Kata Bupati, untuk mengakomodir dua kelompok yang pro terhadap kerapan sapi dengan cara pakkopak, dan juga yang pro terhadap rekeng. Keduanya sama-sama piala Presiden, saya kira ini upaya pemerintah provinsi agar keduanya sama-sama jalan,” ulasnya.
Kedepan politisi partai Demokrat itu berharap, agar kedepan tidak ada dualisme dalam penyelenggaraan kerapan sapi di pulau Madura. Kalau kami, pemerintah kabupaten Pamekasan mengikuti arus, dan aspirasi dari masyarakat saja,” tuturnya.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Hanya Bisa Pasrah, Penderita Tumor


Sumenep | Jastimnet Meratapi Nasip  Suahlam (24) penderita tumor ganas yang dideritanya sejak kecil itu, hanya bisa pasrah, meskipun kondisinya sudah sangat kritis, sebab keluarganya tidak mempunyai biaya untuk mengobatinya.
Tumor yang diderita Pemuda warga Dusun Tengginah, Desa Tangbatang Dejeh, Kecamatan Batang-batang Sumenep ini, sudah sangat parah bahkan sudah menyerang sarafnya, bahkan dokter sudah memfonis, jika tumor tersebut dioperasi akan sangat berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawanya.
Kepada wartawan Jatimnet pada senin 4/11 siang, masih bisa bercerita bahwa saat ini orang tuanya sudah tidak bisa membiayai pengobatan penyakit yang dideritanya itu. Orang tua saya sudah tidak bisa membiayai pengobatan saya mas, kami orang gak punya,” katanya dengan suara terpartah-patah.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Sabtu, 02 November 2013

Stock Buku Nikah Habis, Kemana…?


Pamekasan | Jatimnet Kantor urusan Agama (KUA) Kabupaten Pamekasan Saat ini Kehabisan stock buku nikah, hal itu membuat warga yang menikah masih belum mendapatkan buku nikah sampai saat ini.
Penghulu Kecamatan kota Pamekasan Moh. Nasrullah Mudennar mengatakan, saat ini sebanyak 139 orang yang menikah pada bulan oktober masih belum mendapatkan surat nikah itu. Untuk sementara hanya diberi surat nikah sementara saja mas,” katanya kepada wartawan  Jatimnet , Sabtu 01/11 pagi selesai mengawinkan.
Akan tetapi sambungnya, saat ini Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Pamekasan, sudah mendapatkan kiriman sebanyak 200 surat nikah, dari Kanwil Jawa Timur untuk diberikan kepada warga yang masih belum menerima itu.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Karnafal Hari Jadi Kota Sumenep Lumpuhkan Arus Lalin


Sumenep | Jatimnet  - Karnafal  hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke-744, membuat arus lalu lintas di Kota tersebut Lumpuh. Sabtu 02/11 pagi. Dalam prosesi pawai serta pertunjukan tari-tarian yang digelar di bundaran kota itu, membuat akses lalu lintas dari dan menuju kota Sumenep ditutup. Pengguna jalan yang hendak melintasi kota sumenep harus berputar dan melalui pinggiran kota tersebut.
Salah satu pengguna jalan asal Sulaiman asal Jember mengatakan, ia harus memutar melalui jalan dipinggiran kota tersebut karena akses menuju kota sudah ditutup oleh petugas kepolisian wilayah itu. Ya mau gmana lagi mas, padahal saya mau kerumah Saudara di utaranya masjid Agung,” katanya dengan raut wajah kecewa karena akses kota ditutup.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Perayaan Hari Jadi Sumenep Hamburkan Uang Rakyat


Sumenep | Jatimnet  - Demo  mahasiswa yang berakhir ricuh dalam mengkritisi perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-744,  karena mahasiswa menilai perayaan tersebut hanya menghambur-hamburkan uang negara.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Pemuda (Laksamuda) dan Front Aliansi Mahasiswa Sumenep (FAMS), mendatangi Kantor DPRD Jalan Trunojoyo dan Pemkab Jalan Dr. Cipto, sebelum akhirnya bentrok dengan petugas kepolisian wilayah itu.
Salah satu orator aksi Sutris mengatakan,perayaan hari jadi Kabupaten paling timur di pulau Madura itu seharusnya tidak dirayakan dengan meriah dan menghambur-hamburkan uang rakyat, sebab masih banyak persoalan rakyat yang perlu diselesaikan.
Selain itu Bupati Sumenep dianggap belum bisa memenuhi janji politiknya. Bupati tidak mampu memenuhi janji politiknya, dan janji tinggallah janji, sedangkan kepedulian terhadap rakyat tidak ada,” teriaknya yang diikuti oleh peserta aksi lainnya.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Bupati Pamekasan Santuni Bocah Tersiram Air Mendidih


Pamekasan | Jatimnet  - Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyantuni seorang bocah yang tersiram air mendidih moh Soleh Hadi (4) warga Dusun Barat, Desa Bettet Kecamatan kota Pamekasan, dimana tubuh bocah malang tersebut sekujur tubuhnya terbakar hampir 60% dan melepuh.jumat 01/11 pagi.
Bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ismail Bay, Kepala Bapemas Pemdes Moh.Zakir dan Plt. Direktur Rumah sakit Slamet Martodirdjo Pamekasan, tiba dirumah bocah malang itu sekitar pukul 10.20 WIB.
Kepada sejumlah wartawan, Bupati menyampaikan terima kasih atas informasi yang telah diberikan, sehingga pihaknya bisa mengetahui peristiwa tersiramnya bocah 4 tahun itu dan lmemberikan bantuan agar kondisi anak tersebut bisa ditangani dengan baik.
Mendengarkan informasi ini saya langsung meminta sekpri untuk menghubungi kepala Dinas Kesehatan dan RSUD, serta langsung datang ke lokasi,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, anak tersebut nantinya akan mendapatkan bantuan perawatan hingga sembuh dari pemerintah setempat. Nanti ini akan ditangani oleh dokter dari Puskesmas Kowel,” terangnya.
BACA BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Kerapan Sapi Yang Akan Digelar Di Pamekasan


Pamekasan | Jatimnet - Seperti inilah gambaran kerapan sapi yang akan digelar di Kabupaten Pamekasan di lapangan stadion yang mengatasnamakan Piala Presiden 3 November 2013.
Pantat sapi yang luka-luka akibat dibacok rekeng oleh joki sapi karapan agar sapi bisa berlari kencang tiba digaris finis. Tidak hanya dibacok dengan paku, sebelum dikerap, sapi-sapi ini matanya juga dioleskan balsam dengan tujuan agar sapi panas. Dibagian pantat sapi yang luka itu juga dipasang spiritus, ada juga yang memasang dengan air cuka, dan telinganya disetrum aki.
Atas dasar ini pula, para ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang praktik kerapan sapi dengan pola kekerasan.
Para ulama ini meminta agar praktik kerapan sapi dikembalikan pada budaya aslinya, yakni hanya dengan menggunakan “pak-kopak” bukan dengan cara disiksa seperti yang akan digelar di Pamekasan 3 November 2013. Kalau kerapan sapi yang asli itu dulu menggunakan ‘sagersa’ atau ‘pak-kopak’ bukan memakai paku dengan cara melukai seperti yang dipraktikkan sekarang ini,” kata Budayawan Madura D Zawawi Imron dalam sebuah kesempatan dialog budaya di Pamekasan belum lama ini.


Read more...

Jumat, 01 November 2013

Fatwa MUI tidak Digubris Pengerap Sapi


Pamekasan | Jatimnet - Pelaksanaan kerapan sapi dengan model “rekeng” atau menggunakan cara-cara kekerasan tetap digelar oleh para pengerap pada tanggal 03 Nopember 2013 di stadon R Sonarto Pamekasan, meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram, model kerapan sapi yang mempertontonkan penyiksaan hewan ini.
Buktinya, karapan sapi dengan kekerasan tetap digelar di Kabupaten Pamekasan. Bahkan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dengan cara mengalokasikan dana untuk pelaksanaan karapan kekerasan ini. Sebagaimana dilangsir di berbagai media nasional
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

Bangkalan Lestarikan Karapan Sapi Tanpa Kekerasan


Bangkalan | Jatimnet  - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, terus berkomitmen melestarikan kerapan sapi sebagai warisan budaya leluhur masyarakat Madura dengan tanpa kekerasan. Komitmen pemkab Bangkalan untuk melestarikan budaya kerapan sapi tanpa kekerasan ini dibuktikan dengan menolak praktik pelaksanaan kerapan sapi dengan kekerasan.
Bahkan kabupaten paling barat di Pulau Garam Madura ini, pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan. Pada 3 November 2013 ini, Kabupaten Bangkalan juga akan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan.
Bagi pemkab Bangkalan, praktik kerapan sapi dengan kekerasan telah menimbulkan citra negatif kepada masyarakat internasional, seolah warga Madura terbiasa dengan berprilaku hidup dengan Kekerasan.
BERITA SELENGKAPNYA

Read more...

BERITA SEBELUMNYA