MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Jumat, 28 Oktober 2011

T O Pil Koplo Kalidawir Ditangkap


Tulungagung | Jatimnet Online - FIY (17) seorang pelajar asal Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, kamis 27 Oktober 2011 sekira pukul 14.00 ditangkap  Kepolisian Resort Kalidawir.
    Penangkapan terhadap FIY, dikatakan Kapolsek melalui Kanit Reskrim Polsek Kalidawir AIPTU Suwoyo, bahwa pelaku telah menjadi incaran pihak Polsek Kalidawir karena telah masuk TO (Target Operasi).
    Penangkapan tersebut menurut Suwoyo, dilakukan di rumah nenek pelaku di Desa Winong Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung berikut baeang bukti (BB) berupa Pil doble L sebanyak 96 butir.
    Pil koplo milik pelaku dalam penggeledahan yang dilakukan anggota Reskrim Polsek Kalidawir Bribtu Andik,Bripka Sigit serta Brigadir Eko Kris.
    "Pil-pil tersebut disebuyikan didalam sepatu dan dibawah tempat tidur neneknya. ungkap AIPTU Suwoyo, ditambahkan, .”Pelaku dikenakan UU kesehatan no 36 tahun  2009”pungkasnya.(Bayu)

Read more...

Rabu, 26 Oktober 2011

Enam Karaoke Di Tulungagung Langgar Jam Tutup

Tulungagung  | Jatimnet Online – Dugem atau dunia gemerlap menjadi warna tersendiri dalam kehidupan malam di kota, khususnya dirambah kalangan remaja. Keramaian yang sering diucap dugem juga melanda wilayah Tulungagung.
    Keberadaan dugem, di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur didominasi rumah karaoke dan café yang tersebar di beberapa kawasan. Dari pantauan media ini, keberadaan café dan karaoke, terjadi pelanggaran disejumlah tempat usaha.
     Pantauan pada hari Kamis (20/10/201 dinihari, dketemukan sedikitnya ada enam rumah karaoke yang tetap beroperasi hingga melebihi pukul 24.00 tersebut. Pelanggaran ini mengingat pemberian izin operasional dari Pemkab hingga pukul 24.00 WIB.
Ketika pemantauan, sedikitnya terdapat enam lokasi usaha yang melanggar aturan ijin jam buka. Keenam tempat hiburan malam tersebut adalah, Yess Karaoke di Jalan Soekarno-Hatta, Bharata Entertainment di Jalan Teuku Umar, Dinasty Karaoke di Jalan Panglima Sudirman, Radja Karaoke di Jalan Pahlawan, TOP Karaoke di sekitar pasar Ngemplak, serta Palem Karaoke di Hotel Palem.
      Keenam tempat hiburan malam yang cukup disegani oleh kalangan pecinta dunia malam itu semua beroperasi hingga pukul 01.00 WIB atau bahkan hingga pukul 12.00 WIB.
“Ya minggu depan kita akan rapatkan serta kita tindak lanjuti .kita lihat seberapa jauh tingkat pelanggaran,” kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Tulungagung Ahmad Pitoyo.
      Namun karena BPPT tidak memiliki kewenangan penindakan, Pitoyo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Satpol PP.
      Hasilnya, jika memang terbukti melanggar, BPPT baru akan mengeluarkan surat teguran tertulis. “Kalau sudah ditegur tetap saja melanggar, sanksinya bisa kami tingkatkan ke pencabutan izin operasional secara permanen,” katanya.
    Sementara itu,  Suroto.S.Sos Kepala Satpol PP Tulungaggung ketika dimintai komentar tentang adanya pelanggaran yang dilakukan enam usaha karaoke, mengakan “Nanti akan kita cek dan kita lakukan koordinasi,kita bina dulu” ujarnya.
     Sedang Dewi Heru Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung tentang pelanggaran jam tutup ke enam karaoke, jika dampak pelanggaran berakibat ditutupnya tempat usaha, dikatakan “Jika sudah ada aturan dan telah sesuai aturan ya harus kita dukung” ujarnya.(Kasan)

Read more...

Selasa, 25 Oktober 2011

Tulungagung Ikuti Lomba PKK Se Jatim


Tulungagng | Jatimnet Online - Mewarisi perilaku dan suri tauladan Ibu Kita Kartini, peran wanita tidak lagi di anggab pelengkap, namun wanita memiliki hak yang sama dengan pria. Mengacu kesamaan hak, maka ibu-ibu saat ini turut berjuang dalam hal membangun dan dimulai dari lingkungan sendiri.
    Peras serta kaum wanita dalam mengisi kemerdekaan di bidang pembangunan, ini tampak nyata dan sangat apresiatif. Maka tak Heran jika pemerintah mengadakan kegiatan Lomba 10 Program PKK. Lomba dimaksud untuk memberikan bukti bahwa wanita juga punya hak dan kemampuan ber aktifitas.
    Kabupaten Tulungagung dalam rangka ikut serta mengikuti Lomba 10 Program PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur memilih Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol. Pemilihan terhadap Desa Junjung karena memang sangat layak untuk mengikuti program tersebut.
    Hal itu karena kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Junjung selama ini sudah dirasakan oleh masyarakat dan secara obyektif kinerjanya telah diakui oleh pemerintah dalam hal memajukan kegiatan PKK.
    Seperti diketahui, selama ini Kepala Desa bersama perangkatnya serta warga masyarakat saling bahu-membahu untuk pembangunan desa. Sedanglan kaum wanita di desa tersebut selau tampil sebagai motor penggerak untuk peningkatan peran perempuan dalam pembangunan yang sudah tercantum dalam 10 Program PKK.
    Karena selaku aktif dalam menggerakkan aktifitas wanita serta Keguyubrukunan warga Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menilai layak Desa Junjung menjadi duta dalam Lomba 10 Program  PKK mewakili Kabupaten Tulungagung maju ke tingkat provinsi.
    Kegitanan yang selalu aktif berupaya dalam hal pembangunan desea dari kalangan wanita di desa tersebut, maka Desa Junjung mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Provinsi Jawa Timur, hal itu disampaikan oleh Kabag Humas Drs. Maryani pada acara Jum'at bersih (kerja bakti) di desa beberapa waktu yang lalu yang diikuti oleh para PNS lingkup Pemkab Tulungagung bersama masyarakat sekitar.
    Kerja bakti ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga Desa Junjung, yang merupakan perwujudan kebersamaan dan budaya hidup bersih warga setempat. Berkat keguyubrukunan tersebut, Desa Junjung dipercaya untuk mewakili Kabupaten Tulungagung dalam Lomba 10 Program PKK tahun ini.”tutur Maryani
    “Kegiatan Jum'at bersih yang telah dicanangkan Bupati Tulungagung, pelaksanaannya selain mengadakan kerja bakti setiap hari Jum'at di jalan-jalan dalam kota dan perkampungan, juga diadakan di kantor-kantor pemerintah maupun swasta, dengan harapan perilaku hidup bersih dan sehat ini akan benar-benar membudaya di Tulungagung.”pingkasnya (Yu/Humas)

Read more...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Setelah Bodreg Ada 'Mbodreg'

 Surabaya | Jatimnet Online -Antara tugas dan fungsi seorang jurnalistik, menggali, mengolah dan menyampaikan (ke redaksi_red) adalah memiliki tujuan mewartakan sesuatu informasi secara murni yang diperoleh seorang wartawan dalam menjalani profesinya.
    Dengan keterbukaan era globalisasi dan banyaknya media yang muncul dalam bentuk cetak, suara serta gambar dan suara atau data dan gambar melalui penerbitan secara berkala dalam bentuk lembar kertas (koran, majalah, tabloid), siaran (radio, televisi) dan online (media internet) semakin menambah jumlah insan pers (wartawan).
    Profesi sebagai wartawan, yang menjadikan warna pekabaran di media dalam bentuk berbagai jenis, tujuan utama adalah mewartakan sesuatu hal yang perlu untuk diketahui dan diperoleh dengan cara menggali langsung (investigasi).
    Sedangkan, munculnya berita, berada pada keputusan redaksi tentang kelayakan informasi yang diperoleh seorang wartawan (bisa koresponden/reporter tergantung jenis medianya) dengan pedoman tidak mengandung unsur sara dan ataupun bentuk menghujat/menghakimi.
    Belakangan ini mulai muncul gejala adanya profesi jurnalistik yang dimanfaatkan oknum tertentu semata-mata menggali rupiah (istialah 86 dan amplop/kolom telah bermunculan dengan tanda kutip). Untuk melaksanakan niat tersebut banyak cara ditempuh.
    Baru-baru ini, di Kabupaten Tulungagung, diinformasikan kabiro Jatimnet Tulungagung adanya upaya copy paste untuk tujuan 'mbodreg/86') dengan cara mengkopy paste tanpa menggali info sendiri dan digunakan untuk konfirmasi dengan tujuan '86' ke salah seorang pejabat Permkab Tulungagung.
    Oknum wartawan yang mengaku dari salah satu stasiun televisi swasta yang melakukan kopy paste dan mengonfirmasi ulang dengan harapan tak memperpanjang pemberitaan, ditolak oleh pejabat tersebut dan ditekankan oleh pejabat tersebut bahwa apa yang disampaikan oleh oknum wartawan itu adalah berita milik salah satu media online
    Berita yang diunggah media online dan direvisi (konvirmasi lanjutan) sebelum terjadi revisi telah di copy paste seakan akan hasil investigasi si oknum wartawan untuk dikonfirmasi ulang. Hal itu sangat disayangkan terjadi karena semua pejabat yang tercantum dalam berita online konfirmasi hanya dimiliki sebuah media online Surabaya dari group media asal Kediri.
    Kabiro Jatimnet Tulungagung, mengatakan bahwa semua arsip asli  berita online dari rekaman suara, sms dan foto hanya satu media yang memiliki tanpa pernah digandakan. "Mengapa oknum wartawan media itu sampai copy paste dan diakui hasil investigasi sendiri serta digunakan alibi ke seorang pejabat ? ujarnya dengan nada kecewa.
    Untuk mengantisipasi adanya wartawan tanpa berita  (WTS) jiplak sana jiplak sini dan diakui hasil konfirmasi merupakan tindakan aib bagi media yang diikuti, karena yang hasil copy paste. Tragisnya, sudah copy paste hanya untuk kepentingan alibi konfirmasi yang berharap mendapat upeti tutup informasi.
    Munculnya istilah Bodreg (oknum yang diragukan pengakuan profesi wartawan), WTS (wartawan tanpa surat kabar untuk oknum wartawan yang mengantongi pres card namun tiada media, CNN (cuma nanya Sana sini).
    Kini rupanya gejala wartawan 'Mbodreg' (target mengejar ketimpangan demi uang bukan demi karya berita) mendampingin istilah 'Gerandong' untuk cap terhadap oknum yang mengaku wartawan tanpa pernah berkarya jurnalis selalu konfirmasi.
    Kondisi yang demikian amat memalukan, profesi jurnalistik sebagai bagian dari kontrol sosial tercoreng ulah beberapa oknum yang memanfaatkan mudahnya bisa memperoleh kartu identitas kewartawanan.(red)

 

Read more...

Jumat, 21 Oktober 2011

Larung Sesaji Pantai Sinie Tulungagung


Tulungagung | Jatimnet  Online - Budaya seni dan wisata, seakan merupakan sebuah mata rantai yang tak terpisahkan dalam paket promosi untuk menggaet devisa dalam sajian wisatawan. Dengan konsep tri tunggal itu, wisata yang ada di suatu daerah bisa diharapkan padat pengunjung.
    Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, dikenal selain dikenal sebagai kota marmer juga merupakan bagian dari tujuan kunjungan wisata ke Jawa Timur. Hal ini karena Tulungagung memiliki beberapa lokasi wisata, khususnya wisata bahari dan sajian seni tradisional yang terus terpelihara dangan baik.
    Beberapa waktu lalu tri tunggal dalam konsep wisata ditorehkan bumi marmer Tulungagung, Sayup-sayup dari kejahuhan diantara hempasan angin semilir menyapu dedaunan nan menghijau dan melambai seakan mengucapkan selamat datang.
    Pantai Sinie, memiliki dinding tebing di kanan dan kiri yang ditumbuhi tanaman nan menghijau serta ombaknya mendayu dengan mempasan butiran busa memutih diantara laju perahu nelanan, merpakan sajian yang indah, disitu pula bisa membeli ikan dari tanggapan para nelauyan.
    Untuk menuju pantai Sinie, dari pusat kota selalu disuguhi lekuk dan kelok jalan dengan pinggiran jalan terdapat tanaman ataupun hamparan sawah membuat kerasan pengunjung ketika sedang mengarahkan kendaraan menuju Pantai Sinie salah satu obyek wisata bahari yang dimiliki Pemkab Tulungagung.
    Beberapa waktu lalu, gending bertalu mengiringi acara ruwatan larung sesaji yang digelar oleh warga Dusun Sinie Kecamatan Kalibatur Kabupaten Tulungagung, acara wujud  ungkapan syukur oleh warga yang tinggal diteluk Sinie atas ikan yang berlimpah selama ini, digelar pada bulan Selo (bulan Jawa red)
    ”Kegiatan larung sesaji ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Dusun Sinie atas melimpahnya hasil tangkapan ikan.Memang menurut adat warga kita digelar setiap bulan selo disetiap tahunnyasudah berjalan sejak dulu .
    Tiga hari sebelum ritual ruwat dan larung sesaji dilaksanakan warga tidak boleh melaut atau biasa disebut prei layar (Berhenti melaut). Sedangkan dana untuk acara hasil swadaya warga masyarakat sinie”terang Lurah Kalibatur Widodo pada Jatimnet.
    ”Wayang yang digunakan dalam acara ruwatan menggunakan wayang krucil (wayang terbuat dari kayu red) untuk setengah mainan, setelah itu disambung dengan wayang purwo (Wayang yang terbuat dari kulit) dengan lakon mina ayakan. Sudah digelar secara turun temurun” tambah Mbah Jumali dalang ruwat asal Dusun Wonojoyo disela-sela acara.
    Pantai sinie
    “Pantai sinie adalah satu obyek wisata andalan Tulungagung dengan pantai yang landai serta apik, yang perlu dibenahi terutama sara-prasarana seperti jalan, penerangan serta sarana air bersih dengan menggandeng pihak terkait seperti PU.
    Agar para wisatawan lokal dan mancanegara semakin krasan untuk datang ke Pantai Sinie.” terang Ir Dwi Heru kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga pada Jatimnet ” ini memang ritual tahun, Kami ingin mengemas secara lebih utuh,seperti uyon-uyon,wayang ruwat serta jaran sebagai salah satu tambahan ritual labuh laut yang bisa lebih menarik para pengunjung”pungkasnya. (Bayu)

Read more...

Senin, 17 Oktober 2011

Demi Ingin Menang Lomba, Warga Sengsara...

 
Tulungagung | Jatimnet Online - Demi ingin menang lomba warga sengsara, ibarat pepatah kata berakit-rakit dahulu berenang kemudian atau bersakit-sakirt dahulu bersenang-senang kemudian.     Untuk memajukan suatu upaya, tentu ditebus dengan susah payah dan bisa dikata sengsara. Demikian juga dengan mempromosikan kawasan wisata harus pula ditebus dengan perjuangan semaksimal mungkin agar lokasi wisata layak dan disaka wisatawan.
    Dalam memenuhi harapan sebuah lokasi wisata menjadi pilihan kunjungan wisatawan, tidak cukup hanya dilokasi wisata yang dibenahi sedemikian rupa sehingga menarik animo pengunjung. Tetapi sarana jalan menuju kearah lokasi wisata juga harus bisa membuat pengunjung nyaman dalam perjalanan.
    Dinas Pengairan Kabupaten Tulungagung meski tidak menangani keberadaan lokasi wisata, mau tidak mau terlibat dalam hal keberadaan wisata. Hal itu mengingat wisata di Tulungagung tak luput sungai, misalnya waduk Wonorejo yang saat ini permukaan airnya kian surut.
    Maka, baru-baru ini, pihak Dinas Pengairan melakukan upaya menjadikan sungai di Tulungagung bersih dan bisa menampung air dikala musim penghujan. Keberadaan perengan (tanggul) diperkuat dan menghilangkan penyebab rusaknya jaringan pengairan.
    Tentang penebangan pohon sepanjang jalan Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol, melalui pesan singkat dari nomor ponselnya, Drs. Maryani Kabag Humas Pemkab Tulungagung menuliskan ”Saya belum tahu” komentarnya menjawab konfirmasi melalui pesan singkat dari media ini.
    Setelah dilakukan pengecekan, dibenarkan oleh Drs Maryani ada pohon yang dipotong dan diganti dengan pohon lain, hal itu karena juga untuk kepentingan peningkatan layanan wisata yang ada di kawasan tersebut untuk menjadikan pepohonan sepanjang jalan akan lebih rindang karena daunnya melebar.
    Dari Dinas Pengairan, diperoleh penjelasan bahwa beberapa pohon yang berada di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang memanjang di sepanjang jalan dan sangat dekat dengan bentangan sungai sepanjang jalan terpaksa harus dipotong. Beberapa warga menyayangkan adanya pemotongan pohon tersebut.
    Jika ditinjau dari hasil buah dan pohon memayungi pejalan kaki dikala terik mata hari memang menguntungkan, namu jika dilihat bahwa akar pohon bisa merusak kondisi sungi karena akarnya cukup banyak dan kuat, dampaknya kerusakan sungai dan pendankalan.
    Karena untuk menyelamatkan kelancaran dan kemampuan menampung air, dengan berat hati pohon terpaksa harus dipotong. Meski demikian tidak berarti habis ditebang dibiarkan melompong, ada tanaman pengganti yang akarnya tidak membahayakan kondisi perengan sungai.
    Pemotongan yang beberapa lalu dilakukan, dan telah dilakukan penanaman pohon baru, kebetulan waktunya bersamaan dengan persiapan adanya lomba penilaian yang melibatkan penghijauan dan penataan lingkungan yang sejuk dan nyaman serta bersih.
    Karena waktunya berdekatan dengan persiapan lomba, maka muncul rumor dan kesan bahwa demi ingin menang lomba warga sengsara ketika terjadi pembersihan pinggir sungai sepanjang jalan di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol
    Saat pembersihan areal di sepanjang jalan, dari sumber yang diperoleh media ini, pelaksanaannya disaksikan langsung oleh Kapolsek dan Dan Ramil setempat untuk menghindari kesalah pahaman tentang mengapa pepohonan ditebang.
    Tentang wisata andalan, Dukuh Pasir Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, sudah taka sing lagi bagi warga Tulungagung, hal itu karena di desa tersebut terdapat obyek wisata Goa Pasir.
    Lokasi wisata yang cukup indah dan saat ini masuk pada deretan kunjungan wisata di Kabupatren Tulungagung, lokasinya atau tepatnya tepat berada di sisi utara pegunungan kapur selatan (Gunung Podo)
     Buku yang berjudul TABUTA (Tapak Budaya Tulungagung) karangan Drs. M Dwi Cahyono, M.Hum dijelaskan bahwa Goa Pasir atau yang dinamakan Situs Karsyan Goa Pasir yang terletak di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol berbentuk bangun landam kuda serta tinggalan arkeologi yang berupa goa pertapaan yang berisi banyak relief (goa I) dengan ukuran goa 260 x 175 cm dan kedalaman 218 cm dengan ketinggian 200M di atas permukaan tanah tanpa disertai dengan tangga batu. Dan goa II yang tidak ber-relief dengan posisi tebing bawah dengan keadaan mulut lebih besar dari goa I berukuran 305 x 255 x 190 cm dan kedalaman 255 cm posisi goa menghadap ke barat.
    Dalam buku TABUTA juga dijelaskan bahwa sesuai dengan sebutannya yaitu “Situs Goa Pasir“ dan fungsinya sebagai karsyan maka kedua Goa tersebut waktu itu difungsikan sebagai pertapaan.
    Hal tersebut didukung dengan banyaknya temuan lain yang tersebar di area goa serta sebagian yang tertimbun tanah, hal ini selaras dengan esoteris dari Hindu sekte Siwa Shidanta yang lazim di jalankan di lingkungan karsyan yang sifatnya tertutup.
    Temuan lain di situs Goa Pasir berupa sisa struktur bangunan, berbangun bujur sangkar dengan ukuran sisi 700 cm berupa tatanan batu bata yang semula diperkirakan sebagai pondasi suatu asrama (rumah tinggal semi permanen bagi para Resi) dan hingga kini yang tersisa dari bangunan ini adalah bagian bangunan yang tampak di permukaan tanah yang berada di sisi selatan dan barat.
    Selain itu di area situs juga terdapat arca-arca lepas batu adesit, sedangkan arca yang tersisa berupa dua buah arca penjaga pintu (dwara pala) berbeda ukuran dan detail bentuknya, fragmen arca Ganesha (Putra kedua dari Dewa siwa dan parwati/uma) peninggalan kerajaan Majapahit dan ini di indikatori berupa pahatan teratai yang tumbuh dari vas bunga yang dipahat pada sandaran kanan kiri kaki arca.
    Berdasarkan catatan penelitian N.J. Krom dan Verbeek di situs Goa pasir pernah ditemukan arca batu yang sandarannya dipahatkan konogram saka 1325 (1403 M) dan 1224 S (1302 M) tahun 1302-1403 M yang berarti dari masa Majapahit, juga pernah ditemukan kronogram yang bertarikh Saka 1228 (1306 M), menunjuk pada zaman Majapahit oleh karena itu situs Karsyan Goa pasir diperkirakan sebuah peninggalan zaman Majapahit.(Bayu)

Read more...

Tulungagung Siaga Kemarau


Tulungagung | Jatimnet Online - Belakangan ini, sejak awal Oktober hingga tanggal 17 (hari ini) udara di Tulungagung  terasa gerah dan mendung kian menggelayut tampak menghitam di beberapa kawasan.
            Pro dan kontra, musim sulit diprediksi, akan segera digelontor hujan atau sebaliknya saat ini merupakan titik awal kemarau, kenyataan yang ada nada-nadanya bakal dating kemarau. Prakiraan kemarau telah ditandai kian mongering area persawahan karena waduk Wonorejo permukaan airnya kian mendangkal.
            Dalam mengantisipasi musim kemarau tahun ini, Desa Pakisrejo Kecamatan Tangunggunung telah siaga dengan cara mencari solusi bila ternyata kemarau akan segera tiba dan memperparah kekeringan di Tulungagung, khususnya didesa tersebut

Read more...

Minggu, 16 Oktober 2011

Tak Ada Pungutan BPIH Kepada JCH

TULUNGAGUNG | Jatimnet Online– Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Tulungagung sebanyak 927 orang JCH terdiri dari dari 512 Wanita dan 415 Pria. Jumlah JCH tersebut terbagi 3 (tiga) Kelompok terbang (kloter) 28, 29 dan 30 dan masing-masing kloter dibagi menjadi 10 karom dengan anggota masing-masing karom 45 orang.
Merebaknya rumor adanya pungutan di luar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) kepada para calon jamaah haji.asal Tulungagung. Dikatakan secara tegas oleh Kepala Staf penyelenggara haji juga sebagai Kepala Kantor Kemenag Tulungagung Daman Huri,M.Ag bahwa hal terseebut tidak benar.
 Penegasan oleh Daman Huri, terkait dengan adanya keluhan dari jamaahah diminta dana tambahan sebesar Rp 475 ribu.”Secara prinsip, di luar BPIH itu tidak ada lagi dana tambahan, apalagi pungutan, pemberangkatan dan pemulangan pak Win, tanya saja pada ketua panitianya, mereka yang ngitung.” Ujarnya
Daman Huri,M.Ag mengungkapkan dalam wawancara dengan Jatimnet mengatakan “Kami tidak dapatkan sepesrpun kami tidak ikut didalamnya. Bila mereka ajkan demo akan saya tuntut mereka karena nama baik. Kalu masalah BPIH sudah jelas dia bayar sendiri, diluar PPIH yang telah ditentukan pemerintah kewajibanya sendiri mengelola mereka sendiri dan yang membentuk panitia mereka sendiri.
Menurut Daman Huri,M.Ag juga bahwa Jamaah Calon Haji (JCH) dari Tulungagung tertua berusia 86 tahun atas nama Marlan bin Wagiman dari desa Tanen Kecamatan Rejotangan. Sedangkan yang termuda berusia 21 tahun atas nama Naila Midana Fathiyah binti Ibnu Katsir Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru.(Bayu)

Read more...

Sabtu, 15 Oktober 2011

SDN I Kedungwaru Tarik Dana Ke Wali Murid


Tulungagung | Jatimnet online –SDN I Kedungwaru Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan ketrampilan siswa siswinya dalam ilmu tehnologi yaitu faham menggunakan computer. Untuk memenuhi kebutuhan sarana komputer yang dirasa kurang memenhi jumlah kebutuhan. Maka pihak sekolah melayangkan edarang kepada orang tua murid
    Tanggal 15 September 2011 pihak SDN I Kedungwaru Kabupaten Tulungagung melayangkan surat bernomor 422/141/103.104.601/2011 tentang perilah pembelajaran komputer ditangatangani oleh Kepala Sekolah Jaelani,SPd dan diketahui Imam Suyadi,M.Pd selaku Ketua Komite Sekolah.
    Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolahan tersebut 5 unit, kekurangan 25 unit komputer karena kebutuhan keseluruhan yang dibutuhkan sebanyak 30 unit komputer. Kekurangan 25 unit dimintakan kepada wali murit dari 387 pelajar SDN I Kedungwaru dengan tarikan dana sebesar Rp 10 ribu tiap bulannya.
    Pada lampiran surat edaran ke orang tua murid, tercantum 25 orang tua murid yang hadir dalam musyawarah rapat sekolah dengan orang tua siswa pada tanggal 13 September 2011. Yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Djoko Surisno (sasta), Sasongko Aji (dagang), Irwanto,ST (Polri), Budi Santoso (petani), Sri Muniyanto (swasta).
    Lainnya yang hadir Musamat (swasta) Wardoko (PNS), Endro Sulistyono (Karyawan), Herlambang Setyawan (sawsta), Sumartun (swsta), Gunawan (karyawan), Diana Pelita Asmara Elion (Hakim PN), Edi Purwanto (swasta).,Ernawati (Ibu RT).
    Sisanya adalah Linda Wahyuningsih (Guru Mts), Slamet Herianto (Guru SMPN), Allia (sasta),  Suharsoo (servis elektronok), Agus Wahyudiono (perangkat desa), Yeni Arisanti (Ibu RT), Karmuji (Polri),Anwar Santoso (PNS), sedang nomor urut 15 dan 16 NN tercantum tidak hadir.
    Keberadaan surat edaran yang dinilai sepihak oleh salah seorang wali murid yang mengadukan kejadian tersebut ke Jatimnet tentang adanya tarikan dana dari sekolahan sebesar Rp 10 ribu tiap bulan. (sambil menyerahkan surat edaran itu ke Jatimnet. Info yang diterima Jatimnet (kebetulan ada rekan media lain yang turut menemui wali murid saat mendatangi Jatimnet)
    Masukan tentang adanya tarikan dana yang telah menjadi keputusan dan diedarkan menggunakan nomor agenda surat, ditelusuri Team Jatimnet beserta beberapa media. Info yang diperoleh, surat tersebut akan ditarik atau dibatalkan, sementara itu pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menanggapi kejadian itu.
    Siswo, Sekreataris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mengatakan “Saya juga sudah dilapori dan sudah saya perintahkan ke Ka UPT untuk dicek laporan tersebut” ujarnya ketika dikonfirmasi dan Siswo juga menambahkan pihak Dinas masih mengumpulkan data-data hal ini, memohon kepada Jatimnet untuk menyampaikan kepada wali murid yang ‘wadul’ tersebut
    Kabar bakal disacut atau dibatalkan surat edaran dari kepala sekolah SDN I Kedungwaru, menurut sumber Jarimnet di Kejaksaan Negeri Tulungagung, sumber mengatakan bahwa pencabutan atau pembatalan tak bisa dilakukan begitu saya.
    Menurutnya pula, karena edaran disepakakati bersama dalam forum rapat otomatis memiliki kekuatan hukum. Untuk pencabutan semestinya harus dilakukan dengan cara melakukan rapat kembali untkuk melakukan pembatalan atau pencabutan surat edaran.
    Tentang edaran dari Kepala sekolah SDN I Kedungwaru, kabar terakhir yang diterima Jatimnet, baahwa laporan tentang edaran tersebut telah masuk ke Kejaksaan Negeri Tulungagung. (San)
   

Read more...

Perjuangan Hidup Siti Maulidiah

Tulungagung | Jatimnet Online - Siti Maulidiah (45) janda asal Kabupaten Blitar termasuk wanita yang tegar dan semangat hidup. Sudah tiga kali keluar masuk Rumah Sakit karena didiaknosa oleh dokter RSU Mardiwaluyo Kabupaten Blitar ini menderita penyakit liver. Setiap kali opname, perut Siti yang buncit seperti orang hamil sembilan bulan lebih di sedot hingga keluar cairan beberapa liter, perut Siti kembali kempis.
Namun hal itu tak berapa lama. Dengan Jamkesda Siti bisa mendapat gratis berobat. Setelah pengobatan yang ketiga kalinya, kondisi Siti

Read more...

Tulungagung Mengukir Prestasi

Tulungagung | Jatimnet Online – Peran guru dalam mengukir prestasi dan sumber daya manusia generasi penerus amatlah dibutuhkan figur yang benar benar memiliki kemampuan handal dalam dunia pendidikan maupun bidang ke agamaan. Hal itu karena dengan pendidikan yang  cukup tanpa ditunjang bekal agama bisa menjadi ketimpangan.
    Tulungagung, kota marmer yang sarat hasil kerajinan dan maju dalam dunia seni, kini bertambah harum dengan prestasi Penghargaan Agugerah Konstitusi yang diterima tiga orang warganya yang berasal dari kalangan pendidik. Hal ini karena Penetapan Penerimaan Penghargaan Agugerah Konstitusi Bagi Guru PKN Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 diterima oleh guru asal Tulungagung.
Tiga figur asal Kota marmer yang meraih prestasi gemilang itu adalah Sulistiyowati,S.Pd  (MIN Jabon Kalidawir Tulungagung), Lilik.S.Ag,M.Pd. (MTsN Ngantru Desa Pulorejo Kecamatan Ngantru Tulungagung) dan Sanusi,S.Pd (MAN 2 Tulungagung Jl.KH Mangun Sarkoro Tulungagung)
Kantor Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur baru-baru ini telah mengumumkan hasil lengkap Penetapan Penerimaan Penghargaan Agugerah Konstitusi Bagi Guru PKN Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 yang tiga diantaranya Utusan dari Kementrian Agama Kabupaten Tulungagung.
 
Tingkat MI
1. Sulistiyowati,S.Pd  (MIN Tulungagung Jabon Kalidawir Tulungagung)
2. Shelly Arisandi, S.Spd  (SD. MIS Futuhiyah .Jl.KH Triwung Kidul Kademangan Kota Probolinggo)
3. Sri Roro Wulan Hartono,S.Ag.S.Pd (MIT Bakti Ibu Madiun)

Tingkat MTs
1. Atiek Indrajati,S.S.Pd  (MTsN Model Bangkalan Jl.KH.Moch Kolil  V/59A Bangkalan)
2. Lilik.S.Ag,M.Pd. (MTsN Ngantru Desa Pulorejo Kecamatan Ngantru Tulungagung)
3. Ira Kristina,S.SPd  (MTsN Malang I Jl. Bandung no 7 Kota Malang)

Tingkat MA/MAK
1. Sanusi,S.Pd (MAN 2 Tulungagung Jl.KH Mangun Sarkoro Tulungagung)
2. Drs.Karnawi (MAN I Probolinggo Jl.Jeruk No 7 Wonoasih Kota Probolinggi
3. Wiwin Siswinarni,S.Pd (MAN Surabaya Jl. Bendul Merisi Selatan IX/20 Surabaya

Penerimaan Penghargaan Agugerah Konstitusi Bagi Guru PKN (saat ini sedang menunggu hasil tingkat nasional) dikarenakan para pendidik tersebut merupakan salah satu komponen bangsa dipandang penting utuk mendapat pemahaman mengenai MK.(Bayu)

Read more...

Sabtu, 08 Oktober 2011

Hutan Kalidawir Petak 9 Malam Ini Terbakar


Tulungagung| Jatimnet Online – Kepolisian Sektor Kalidawir Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Malam ini  8/10/2011 saat melakukan patroli keliling menuju adah Desa Kalibartur melihat adanyta kobaran api.
    Kapolsek Kalidawir Reta Herdiana yang ikut memimpin langsung patroli malam ini, mengatakan bahwa semula titik api terlihat 1 lokasi. Namun ketika dilakukan pengecekan, ternyata terdapat 4 titik api.
    Kepada media ini Kapolsek mengatakan bahwa di duga kebakaran ada unsur kesengajaan dari tangan-tangan usil yang dilakukan oleh beberapa pemuda yang duduk-dudk di lokasi pinggiran hutan tersebut.
    Reta Kapolsek Kalidawir yang malam ini masih di TKP, telah melakukan kontak dengan pihak Perum Perhutani Kalidawir dan sampai berita ini diturunkan belum ada tanda2 datanbg kelokasi (Bayu)

Read more...

Jumat, 07 Oktober 2011

8 Tahun Hidup Dengan Kanker Tulang


Tulungagung | Jatimnet Online- 8 Tahun sudah Suwarto alias Parto bakso biasa di panggil menderita kanker tulang. Himpitan ekonomi membuatnya jadi patah semangat. Menurut Dokter yang memeriksanya Parto, kanker tulang yang dideritanya seharusnya diamputasi agar virus tidak bisa menyebar kemana-mana.
Pada lengan kanan tumbuh daging hingga mencapai hampir 20 kg. Namun Parto tetap berjuang hidup walaupun keadaannya sangat memprihatinkan. Rombong bakso yang pernah dipakai untuk jualan nampak mangkrak di teras rumah karena lama tidak terpakai.

Read more...

Rabu, 05 Oktober 2011

Persediaan Air Waduk Wonorejo Kian Menipis

TULUNGAGUNG | Jatimnet  Online – Air merupakan kebutuhan pokok untuk menstabilkan kehidupan, selain untuk kebutuhan minum, cuci dan mandi serta memasak, kebutuhan yang besar adalah untuk memenuhi kebutuhan tanaman pangan.
    Akhir-akhir ini musim hujan dan kemarau terasa tak teratur sehingga dapat mempengaruhi kwalitas hasil panen dari lahan petani. Keringnya sawah berpengaruh terhadap kehidudap tanaman. Di Tulungnagung, saat ini bisa dikata siap-siap mengibarkan bendera putih dalam penenuhan kebutuhan air.
    Waduk Wonorejo, selain punya daya jual dalam dunia wisata, air yang tersimpan diwaduk tersebut sangat dibutuhkan warga. Apalagi pasokan air dari bendungan Wonorejo juga dibutuhkan untuk memenuhi produksi PDAM di Surabaya.
    Aliran air dari waduk Wonorejo meenuju Surabaya untuk diolah menjadfi air minum, dalam perjalanannya juga menunjang warga sekitar daerah aliran sungai (DAS)m terutama kalangan petani untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang sedang ditangani.

Read more...

Target Minim Pasar Burung Katrol PAD Tulungagung

TULUNGAGUNG | Jatimnet Online – Pasar burung Beji Tulungagung berada di bekas sub terminal cukup potensial untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah yang diperoleh dari sektor retribusi. Hal itu mengingat di pasar burung tersebut terdapat 50 kios dengan 2 los bango.
Berdasarkan pantauan media ini, setidaknya 10 kios di pasar tersebut yang mangkrak tanpa difungsikan sama sekali menjadi salah satu penyebab minimnya setoran ke kas daearah karena targetnya hanya Rp 18 juta tiap tahun.

Read more...

Selasa, 04 Oktober 2011

Tulungagung Digoyang Demo

Tulungagung. kembali digonjang demontrasi yang dilakukan oleh LSM Amapta (Aliansi Peduli Masyarakat Tulungagung) yang dipimpin oleh Heri Widodo. Dengan jumblah massa yang mencapai puluhan mengepung kantor DPRD Tulungagung.Dalam orasinya perwakilan massa menuntut adanya perubahan dalam berbagai sektor dalam tata pemerintahan di pemkab Tulungagung.
Selengkapnya dan Lihat Sumbernya

Read more...

Petani Tembakau Masih Tekor

Tulungagung | Jatimnet Online - Disaat sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air karena musim kemarau,masyarakat di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung mayoritas petani tembakau justru berharap kemarau berlangsung lebih lama, setidaknya hingga empat bulan ke depan.
“Kalau sampai hujan turun dalam waktu dekat, tanaman tembakau kami bisa rusak.Seperti musim tanam sebelumnya, kami mengalami kerugian besar karena tembakau yang sudah siap panen hancur terendam air hujan,” ujar Sutopo warga Desa Tawing, Kecamatan Boyolangu.
”Untuk harga tembakau hari ini turun dari Rp 80 ribu tiap kilo sekarang menjadi 50 ribu perkilo, pokoknya mana yang membutuhkan, jadi tidak dikirim. Di daerah Tawing semua petani mengandalkan dari bertani tembakau dan polowijo.”tambah  Sutopo merupakan satu dari sekian petani tembakau yang menggantungkan hidupnya di di lahan persawahan miliknya.
Jika bukan tembakau, mayoritas petani di daerah ini lebih memilih jenis tanaman palawija.Maklum, di saat kemarau seperti sekarang, menanam padi dianggap sebagai tindakan konyol. Sebab, area persawahan di Desa Tawing maupun desa-desa lain di Kecamatan Boyolangu tergolong sawah tadah hujan. “Lebih dari 90 persen petani di daerah sini menanam tembakau, sisanya palawija. Usia tanaman-tanaman itu rata-rata sekitar 3-4 bulan. Jadi, selama itu pula kami berharap cuaca (musim kering) tetap mendukung, sebab bila turun hujan maka kami akan mengalami kerugian besar, untuk biaya sewa tanahpun tidak bisa kembali” ujar Rusdi, petani tembakau lainnya.
Harapan yang sama dikemukakan sejumlah petani palawija maupun tembakau di beberapa desa kecamatan lain di kawasan Tulungagung selatan. Mereka menyebut dampak guyuran hujan pada tanaman tembakau maupun palawija mereka yang masih muda bisa kehancuran pada tanaman tersebut.
Bencana kekeringan selama kemarau yang sudah berlangsung dua bulan lebih itu sebenarnya juga dirasakan oleh masyarakat Tulungagung yang tinggal di dataran, termasuk di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat maupun desa-desa di kecamatan lain sekitarnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak warga berharap hujan cepat turun kembali. Namun tak sedikit pula yang lebih suka kemarau berlangsung lebih panjang, setidaknya hingga kisaran bulan November atau Desember nanti, yakni setelah masa panen raya tanaman tembakau dan palawija. (Bayu)

Read more...

Panen Raya Terong dan Kacang

Tulungagung | Jatimnet Online – Bulan lalu merupakan untuk kali kedua menggelar panen raya terong. Makanya kantor Pemberdayaan Pembangunan Mayarakat Pedesaan (PBMPD) semakin konsentrasi terhadap program pemberdayaan masyarakat dalam hal penanaman kacang panjang.
Drs. H. Winarto, MM Kepala BPMPD dalam keseriusannya menangani pemberdayaan masyarakat dan mengangkat perekonomian melalui usaha berkebun, Win saat itu juga ikut terjun langsung mengikuti panen raya di kebun tak seberapa luas yang letaknya tepat dibelakang kantor BPMPD.
Saat panen raya berlangsung, dikebun belakang kantornya tersebut warga tumpah ruah, terjun di kebun kacang dan Win mantan kepala Diknas Tulungagung ini tampak ceria di kebun untuk membantu sekaligus melihat sendiri hasil panen yang sangat menggembirakan.
Di kebun tersebut, kepada warga petani, Win tampat sangat serius sebagai ‘motor’ BPMPD dalam mengajak masyarakat untuk berpolah kreatif dan lebih kreatif lagi, sehingga masyarakat petani punya cara mensiasati musim yang sulit diprediksi.
Melihat fakta yang ada, Win mengatakan “Lahan yang sempit bukan merupakan penghalang untuk kreatif. Dalam tataran program pemberdayaan terhadap masyarakat, tidak pandang bulu apa saja yang bisa dikembangkan, entah secara Ekstensifikasi atau secara Intensifikasi seharusnya bisa lebih dimaksimalkan lagi” ujarnya.
Dicontohkan oleh Win, lahan yang ada di area belakang kantor BPMPD disulap menjadi kebun sayur-sayuran termasuk kacang panjang. Untuk menjadi contoh dalam hal Eco-Pertanian, lahan yang semula ditanami terong kini diganti dengan tanaman kacang panjang. Dan sekarang ini sudah sampai tahap pemanenan yang pertama kalinya.
Sedang proses pemanenan kacang panjang dilakukan oleh seluruh staf BPMPD serta Drs. H. Winarto, MM turut serta melakukan panen raya di kebun kacang untuk membantu sekaligus melihat sendiri hijau dan asrinya kebun belakang BPMPD.
Masih menurut Win, dirinya terjun langsung bersama seluruh stafnya untuk menunjukkan rasa syukur kehadirat sang pencipta, Allah Yang Maha Esa yang telah menurunkan nikmatnya berupa panenan kacang panjang yang begitu melimpah itu.
 Maka kacang panjang itu sebagian dibagikan ke ‘Pendopo’ dan tentunya ke Instansi-instansi lain di lingkup Kabupaten Tulungagung. Seperti yang telah menjadi agenda pada saat yang lalu, bahwa terong-terong panenan BPMPD juga dibagikan ke tiap Instansi-instansi.
Dalam prosesi panen tersebut, Winarto juga memberikan komentar, "Panen perdana kacang panjang ini adalah berkah yang luar biasa bagi kita semua. Jangan pernah dilihat dari hasilnya saja, tapi mohon kita harus melihat dari kesungguhan” Ujarnya
Ditambahkan Win, “Tekat, niat dan upaya kita bersama untuk menjadi contoh/pioneer dalam Program Pemberdayaan Masyarakat." Ini berarti bahwa masyarakat dituntut lebih kreatif untuk menggali dan mengembangkan lingkungan sekitar agar lebih hijau, segar dan sekaligus bisa menambah income bagi masyarakat.(Bayu)
 

Read more...

BERITA SEBELUMNYA