MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Rabu, 30 Desember 2015

Reskrim Polsek Brondrong Tangkap Pengedar Narkoba


Lamongan | Jatimnet - Dalam sehari POLSEK Brondong sikat 3 Pengedar Narkoba Jajaran Reskrim Polsek Brondong dalam sehari berhasil menangkap 3 Pengedar Narkoba jenis Carnopen.(Rabu,30 Desember 2015).
Pada jam 14.00 Wib anggota Reskrim menangkap AKHMAD SYAKIRUL, Umur 21 Paciran,dan RIXY MARLEVY warga Brondong.keduanya Terbukti membawa Pil Carnopen sebanyak 80 butir (8 Tik).
Penangkapan kedua terjadi jam 20.30 wib anggota Reskrim Polsek Brondong menangkap KHOIRUS SHOWAB, 19 tahnun warga Desa. Sedayulawas RT 006 RW 006 Kec. Brondong.
Dengan TKP di Desa Sedayulawas. Barang bukti yang yang disita : - 144 btr Carnopen - Uang Rp 275.000,hasil transaksi- - Sebuah HP - 1 unit Sepeda motor Smas Nopol S 3987 LE.
Saat ini ketiganya diamankan di Mapolsek Brondong. Kapolsek Brondong AKP Sunaryo Putra SH menjelaskan penangkapan ini adalah kejelian dari anggotanya dalam memantau perkembangan Narkoba di Brondong dan Kami akan memerangi Narkoba yang ada diwilayah Brondong Khususnya agar tidak muncul benih-benih pengedar di wilayah kami.
Sementara itu juga pada jam 14.00 Wib anggota Reskrim menangkap AKHMAD SYAKIRUL, Umur 21 Paciran,dan RIXY MARLEVY warga Brondong.keduanya Terbukti membawa Pil Carnopen sebanyak 80 butir (8 Tik). Penangkapan kedua terjadi jam 20.30 wib anggota Reskrim Polsek Brondong menangkap KHOIRUS SHOWAB, 19 tahnun warga Desa. Sedayulawas RT 006 RW 006 Kec. Brondong. D
engan TKP di Desa Sedayulawas. Barang bukti yang yang disita : - 144 btr Carnopen - Uang Rp 275.000,hasil transaksi- - Sebuah HP - 1 unit Sepeda motor Smas Nopol S 3987 LE. Saat ini ketiganya diamankan di Mapolsek Brondong. Kapolsek Brondong AKP Sunaryo Putra SH menjelaskan penangkapan ini adalah kejelian dari anggotanya dalam memantau perkembangan Narkoba di Brondong dan Kami akan memerangi Narkoba yang ada diwilayah Brondong Khususnya agar tidak muncul benih-benih pengedar di wilayah kami.(Angga mega)

Read more...

Minggu, 27 September 2015

Situs DPRD Kabupaten Blitar Kena Heacker

Blitar | Jatimnet – Hari ini 27 September 2015 saat Jatimnet mengunggah berita ini, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupten Blitar yang situsnya beralamat di http://dprd-blitarkab.go.id tak dapat diakses apa yang disampaikan bagian admin website.
    Hal itu karena website DPRD Kabupaten Blitar berada di tangan Heacker yang menyampaikan pesan berbahasa Inggris tentanh Apa yang Terjadi Di Suriah Everyday Heacer tersebut menyebeit dirinya sebagai HaCkeD By AnonVsilver.(WS)

Read more...

Sabtu, 26 September 2015

Peringati HUT TNI KODIM Lamongan Tanam 1000 Mangrove


Lamongan | Jatimnet - Guna Memperingati HUT TNI yang ke 70,KODIM 0812/Lamongan melaksanakan penanaman Mangrove di pantai Dusun Klayar  Desa sidokelar kecamatan paciran,Sabtu (26/9/2015)
Acara yang dilaksanakan bersama muspida,Banser,pelajar,warga sidokelar dan perwakilan FKPPI lamongan,pelaksana jabatan(PJ) Bupati lamongan,Dr Wakhid wahyudi dan waka polres lamongan,
Kompol Yakub silvana turut hadir, seluruh Danramil se kabupaten lamongan beserta kapolsek mengikuti penanaman mangrove tersebut.tak ketinggalan pula ibu-ibu persit perwakilan dari koramil se lamongan.
Sebelum melakukan penanaman mangrove,diadakan upacara dan pengarahan dari Dandim 0812,Letkol Jemz R.E,S.sos.Dalam sambutannya Dandim mengakatakan bahwa ini adalah bentuk kepedulian TNI AD terhadap lingkungan,terutama laut yang punya potensi besar bagi masyarakat Lamongan,terutama Nelayan,
Melihat situasi yang ada saat ini Abrasi yang meningkat di pantai seluruh indonesia dan efek rumah kaca yang disebabkan kurangnya penghijauan,Dandim menghimbau agar pelestarian lingkungan ini tetap dijaga dan terus menerus digiatkan, jangan hanya HUT TNI.
Bumi kita panas dikarenakan paru-paru dunia kita habis tidak terjaga dan ditebang sia-sia,mulai hari ini kita sebagai warga yang peduli harus siap menjaga dan melestarikan,ujar Dandim.
PJ Bupati,Dr wakhid juga menyampaikan pesan moral kepada para peserta tanam yang hadir,disini kita harus bersinergi dalam mengatasi Global warming dan tanggap akan lingkungan,menanam lebih mudah daripada menjaga,maka dari itu kita wajib bersama-sama menanam dan menjaga dengan diawali HUT TNI yang diprakarsai oleh Kodim lamongan.
Tak lama setelah sambutan dari PJ Bupati, Dandim dan Muspida menanam mangrove lalu diikuti oleh para peserta turun ke pantai karang dusun klayar untuk menanam mangrove, semua anggota kodim dan para peserta  sudah disediakan sebanyak 1000 pohon mangrove lebih dengan sasaran 1 orang 1 pohon. (PenDim/Angga/eko y)

Read more...

Kamis, 17 September 2015

KODIM 0812 Lamongan Gelar Latihan Tembak Bersama Forpimda


Lamongan | Jatimnet - Makodim 0812-Latihan menembak rutin setiap 3 bulan sekali yang diadakan Kodim 0812 Lamongan pada Rabu  16 September 2015 tampak berbeda,kali ini latihan menembak dihadiri forum pimpinan daerah Lamongan (Forpimda), latihan menembak yang bertempat di Lapangan Tembak Desa Mantup Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan.
Latihan menembak Kodim 0812  Triwulan III Th 2015 dengan materi tembak laras panjang dan tembak laras pendek. Sebelum giat latihan menembak dimulai,Pasi Ops Kodim 0812, Kapt.Arh GN Putu Ardana menyampaikan rasa terima kasih kepada Muspida Kecamatan Mantup, Perhutani dan pihak-pihak yang telah membantu dalam pembenahan lapangan tembak serta para tamu undangan menembak yang hadir untuk mengikuti giat tersebut.
Setelah prakata Pasi Ops dilanjutkan dengan pembukaan latihan secara resmi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbolis oleh Kasdim  0812,Mayor Inf Wiyono.sebagai wujud rasa syukur Kodim Lamongan atas terselenggaranya acara ini agar lapangan tembak ini bisa digunakan oleh semua instansi.
Sebagai Koordinator acara adalah Kapten Czi Stiyono (Danramil 16/Sekaran), sedangkan  Danlat tembak adalah Kapten Inf Purnadi (Danramil 13/Sugio). acara ini  diikuti 285 orang.
Adapun yang undangan yang hadir dalam giat tersebut adalah 1.Kompol Yakhob silvana Sik  (Waka Polres Lamongan).2.Kompol Nurudin (kabag ops Polres). 3.Kompol Hariyono (Kabag Sumda Polres). 4.Achmad Fatoni SH (Kajari Lamongan). 5.Slamet supartono Bcip.S sos (Kalapas Lamongan). 6.Lettu Cpm Miswanto (Dansub Pom 2.3/Lamongan). 7. Pelda Dedy P. (Tim Har Bojonegoro). 8.Nurhadi (ketua Banser Lamongan)
Dalam giat ini Dandim 0812 tidak bisa mengikuti karena ada pengarahan Pangan di KODAM V/Brawijaya,sedangkan Kapolres lamongan AKBP Trisno rahmadi mengikuti sertijab d Mapolda Jatim.
Meskipun keduanya tidak bisa hadir namun acara tetap meriah,terlihat sinergitas harmonis TNI dengan POLRI,BANSER dan masyarakat sipil
Sebelum dilaksanakan Pasi Ops kodim,memberi arahan kepada anggota kodim dan polres tentang faktor keamanan peserta yang mengikuti dan mejaga kedisiplinan di lapangan karena kita menembak bersama instansi lain.
Pengarahan di lanjutkan oleh Danlat Kapten inf Purnadi (Danramil 13/Sugio).dalam hal memastikan  senjata dalam keadaan aman. Adapu senjata yang digunakan
1.Laras Panjang (40 butir). 10 butir tembak koreksi. 3 sikap (30 butir). Sikap tiarap : 10 butir. Sikap duduk : 10 butir. Sikap berdiri : 10 butir. 3.Pistol sikap berdiri 16 butir. 6 butir tembak koreksi. 10 butir perkenaan.(PENDiM/angga m)

Read more...

Rabu, 16 September 2015

KASREM 082/CPYJ Kunjungi Makodim 0812 Lamongan


Lamongan | Jatimnet - Makodim 0812-LetkoL ARH.Sinthu BAS Kepala Staf Komando Resort Militer 082/CPYJ Mojekerto(Kasrem 082/CPYJ) melaksanakan Kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0812/lamongan, Rabu(15/9/2015).
Letkol Arh Sinthu BAS di dampingi Kasi ops korem 082/CPYJ disambut langsung oleh Dandim Lamongan Letkol.Jemz R.E S.sos beserta staf jajaranya,Tujuan utama kedatangan kasrem 082 adalah kunjungan kerja  meninjau markas kodim lamongan dan juga meninjau dan memastikan kelayakan lapangan tembak di.desa Mantup.
Dalam kunjunganya di markas kodim lamongan KASREM melihat kegiatan kodim lamongan,mulai dari kinerja staf kodim,latihan yoongmodo di aula kodim lamongan.
KASREM 082/CPYJ mengatakan bahwa kebersihan kodim lamongan layak di contoh. Karena kedisiplinan para anggota yang tanggap akan kebersihan,mulai dari halaman,ruang hingga lahan tambak yang sdh panin padi. karena melihat kodim lamongan berada di jalan poros Lamongan-Tuban dan berdekatan dengan rel kereta api.
Dandim lamongan,Letkol Jemz R.E.mengarahkan para anggotnya untuk menjaga kebersihan n keasrian markas,mengingat jalan poros yang banyak debu dan polusi.Dandim juga tak segan ke ruang staf untuk mengecek kinerja para Staf jajaranya.(Pendim/Angga)

Read more...

Minggu, 16 Agustus 2015

Gelar 1000 Barong Di SLG Kediri


Hary Pratondo Ketua Pasjar Kabupaten Kediri
Hantarkan Seni Jaranan Menuju Kejayaan

Kediri | Jatimnet – Bopo Hary Pratondo membangkitkan kesenian tradisional jaranan asli Kediri yang nyaris terpendam dengan keberadaan kesenian modern, kini seni jaranan kian terkenal ke pelosok Nusantara.
    Hal itu terkait ide cemerlang Bopo Hary Pratondo mengadakan pentas 1000 barong di Simpang LIma Gumul (SLG) dan diagendakan rutin program tahunan Pasjar (Paguyuban Seni Jaranan Kabupaten Kediri yang diketuai bersama Pemerintah Kabupaten Kediri.
    Seperti tahun tahun sebelumnya, Sabtu (15/8/2015) sore kembali digelar tarian 1000 Barong kesenian budaya tradisional asli Kediri. Tahun ini sesuai informasi, jumlah peserta tari Barong sebanyak 1700 orang.
    Gelar tari 1000 Barong di SLG menyerap ribuan pengunjung dari seluruh Indonesia karena peningkatan aksi yang digelar dalam puncak acara Pekan Budaya dan Pariwisata 2015 yang di hadiri wakil Bupati Kediri, Drs. H. Masykuri, MM, para pejabat Pemkab.
Menurut Bopo Hary Pratondo bahwa acara tersebut juga diadiri tamu undangan Duta kesenian dari Bontang Kalimantan Timur, Semarang, Wonosobo, Nganjuk, Trenggalek, DKI Jakarta, Malang, Blitar, Tulungagung, Boyolali, Salatiga dan Grobokan
Pertunjukan tari kolosal 1000 Barong sebagai gong kegiatan Pekan Budaya dan Pariwisata sebelum dimulai, para penonton ini dihibur kesenian tarian budaya. Di antaranya tari Perang dari Bontang Kaltim, tari Ngincek atau Kepang dari Lamongan dan tari Songgo Langit dari Kabupaten Kediri.
Pemkab Kediri sengaja mengundang seni tari dari luar daerah adalah bentuk wujud pengenalan seni budaya kepada masyarakat. “Sengaja kami mengundang tarian dari daerah lain, untuk mengenalkan kesenian budaya dan melekatkan kesenian. Dan nguri-nguri budaya tetap kita lestarikan,”terang Drs H. Masykuri.
Drs H. Masykuri juga mengatakan bahwa tari seribu barongan yang di gelar dari tahun ke tahun ini semakin meningkat. Hal itu terbukti dari tahun sebelumnya berjumlah 1000 kini menjadi 1700 penari barong. “Tari barongan ini adalah khas Kabupaten Kediri. Harapan kami tari kesenian tradisional semakin dikenal,”ujarnya.
“Kabupaten Kediri berkomitmen dalam mengembangkan seni budaya. Terutama Seni budaya tradisional khas Kabupaten Kediri dengan berdasar kepada nilai dan keunggulan serta kearifan budaya lokal. Namun memiliki daya saing global yaitu Seni Jaranan dan Barongan.” Kata Drs. Masykuri MM.
Drs H. Masykuri menambahkan, Dalam tugas pembangunan pemerintah harus mampu memberikan ruang berekpresi dan kreasi warga. Dengan demikian laju pertumbuhan pembangunan akan berjalan beriringan sesuai dengan nilai luhur seni budaya.
“Budaya lokal kita kemas dengan baik sesuai dengan karakter bangsa sehingga menjadi kebanggaan rakyat Kediri. Harapannya pengembangan seni dan budaya yang memiliki daya saing dan mempunyai identitas dan differensiasi akan meningkatkan pembangunan dan mensejahterakan warga.” Jelas Drs H. Masykuri.
Sementara itu, Persiapan Tari kolosal 1000 Barong ini, butuh waktu yang cukup lama untuk memadukan antara pemainn. Pasalnya, peserta yang ikut pentas bukan hanya dari Kabupaten Kediri. ”Tamu undangan dari daerah lain juga berpartisipasi menari untuk tari barongan,”papar Bopo Hary Pratondo.
Lanjut Bopo Hary Pratondo, Barongan berasal dari kata Barong atau yang biasa disebut dengan Caplokan. Barongan adalah sebagian dari kesenian jaranan, yaitu keenian dari bumi panji Kediri.
Tari klosal 1.000 barong ini menggambarkan nafsu duniawi manusia yang akan selalu dalm kondisi baik dan positif apabila bisa dikendalikan dengan benar dan gelar Tari 1000 Barong tahun ini terasa lebih spesial dibanding tahun lalu.
Hal ini dikarenakan Skala penyelenggaraan event kebanggaan warga Kediri ini sudah menjadi taraf nasional. Terbukti, ratusan seniman luar daerah Kabupaten Kediri ikut menyemarakan perhelatan akbar di Bumi Panji Kediri ini.
Sajian gerak lincah, atraktif dan enerjik Tari Perang Suku Dayak dan Jaranan Kuda Lumping dari Kota Bontang menjadi penampil pertama luar daerah sekaligus menjadi tari penyambutan acara ini.
Menurut Bopo Hary Pratondo, terdapat sebanyak 45 seniman dari Provinsi Kalimantan Timur ini, menyebrangi laut Jawa untuk menunjukan kebolehannya menghibur masyarakat Kabupaten Kediri.
Ketua Pasjar, Bopo Hari Pratondo mengatakan, pagelaran tahunan ini berbeda dengan tahun lalu. Karena mulai tahun ini skala Pagelaran Seni Tari 1000 Barong sudah menjadi Skala Nasional.
“Menjadi kebanggaan Tari Kolosal 1000 Barong sudah berskala Nusantara. Hal ini dikarenakan Ikon Budaya Kabupaten Kediri ini sudah diikuti seniman tari dari luar daerah Kabupaten Kediri. tidak hanya daerah di Jawa Timur, bahkan hingga dari Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan ikut ambil bagian.” Jelas bapak 7 anak ini.
Ditambahkan oleh Bopo Hari, bahwa jumlah seniman barong yang ambil bagian pun meningkat drastis dibanding tahun lalu. Tercatat 1700 penampil seni barong tampil pada acara ini. meningkat dari tahun lalu sebanyak 1300 penampil.
Bopo Hary Pratondo juga mengatakan “Jumlah pebarong dan penonton meningkat pesat tahun ini. Ini tandanya warga Kabupaten Kediri bangga akan kebudayaannya sendiri. Kita harus bersyukur warga Kabupaten Kediri remen nguri-nguri kebudayaan tradisional khas dan kebanggan daerah.” ujarnya.(WS).

Read more...

Jumat, 31 Juli 2015

Pasangan RIDO Daftarkan Diri Di KPU Kab Blitar

Gerindra Kali Pertama Menyatakan Mendukung
 
Blitar|Jatimnet- Pasangan Drs.H.Rijanto,MM  dan Marhaenis Urip Widodo,S.Sos (RIDO) di hari terakhir  jadwal pendaftaran  Pemilihan Kepala Daerah secara serentak Selasa (28/7/2015.
Pendaftaran dilakukan jalan kaki dari sektretariat PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ke kantor KPU Kabupaten Blitar diiringi para pendukungnya dengan diantar oleh Reni dari PDIP Provinsi Jawa Timur sekaligus sebagai kakak kandung Dr. Ir.Pramono Anung,MM.
Pendaftaran pasangan RIDO calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar 2015 -20120   dilakukan sekitar pukul 14.00 dengan penjagaan ketat dari Polres Blitar dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar AKBP. Muji Ediyanto, SH.SIK
Pasangan RIDO datang  ke kantor KPU Kabupaten Blitar  Jl. Raya Sawahan Pojok Garum Blitar dari  Kantor  Partai Demokrasi  Indonesia-Perjuangan dilakukan dengan jalan kaki karena hanya sekitar 100 m jaraknya dari kantor KPU Kabupaten Blitar.
Berdasarkan pantauan, kedatangan pasangan  Rijanto  dan Marhaenis Urip Widodo beserta tim  ini merupakan pendaftar pertama yang hadir di kantor KPU Kabupaten Blitar. Sementara itu di kantor KPU sendiri sudah di siapkan tempat pendaftaran dan fasilitasnya termasuk pengamanan dari Polres Blitar yang sudah siap sejak dibukanya pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar hari Minggu , 26 Juli 2015
Sebelum penyerahan berkas pendaftaran,  Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar  Imron Nafifah, SP menyampaikan penjelasan teknis jadwal  tes kesehatan  bakal pasangan calon. 
Penyerahan berkas pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati  ini diserahkan langsung oleh Ketua Tim Pemenangan  Pasangan Calon Rijanto  dan Marhaenis Urip Widodo  “RIDO”  Suwito Saren  dan diterima oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten  Blitar didampingi para komisioner. 
Setelah penerimaan berkas pendaftaran tim verifikasi  Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar langsung memverifikasi berkas  pasangan calon  yang disaksikan langsung oleh tim bakal pasangan calon serta Panwas Pemilihan Kabupaten Blitar dan rekan-rekan  media yang hadir dalam ruangan pendaftaran. Berdasarkan hasil verifikasi berkas.
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Blitar menerima berkas pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar Rijanto  dan Marhaenis Urip Widodo.
Selanjutnya, para bakal pasangan calon dijadwalkan untuk mengikuti Pemeriksaan Kesehatan pada tanggal 29 sampai dengan tanggal 30 Juli 2015 di RS Syaiful Anwar Malang. Ketua KPU Kab. Blitar mengingatkan kepada  Tim Pasangan Calon  bahwa KPU Kab.Blitar.
Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota bahwa masih dibuka kesempatan memperbaiki berkas mulai dari tanggal 4 Agustus sampai dengan tanggal 7 Agustus 2015, yang akan dilanjutkan dengan penelitian keabsahan syarat calon dan dokumen Persyaratan Pencalonan.
Seperti diketahui, batas akhir pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar telah ditutup hari ini Selasa, 28 Juli 2015 pukul 16.00 WIB.  Sampai  batas akhir pendaftaran ini KPU Kabupaten Blitar  baru menerima pendaftaran satu pasangan calon. 
Sesuai  Surat Edaran Nomor 403/KPU/VII/2015,   Daerah yang kurang dua pasangan calon KPU harus   memberitahukan kepada partai politik dan mengumumkan ke publik  tentang perpanjangan waktu pendaftaran, namun sebelum itu KPU akan memberikan kesempatan melalui sosialisasi  selama tiga hari  setelah batas akhir pendaftaran  28/7/2015, untuk kemudian membuka kembali pendaftaran Bakal pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar 2015 pada hari Sabtu, tanggal  1 Agustus  s/d 3 Agustus 2015. Proses Pilkada kali ini agak rumit, khususnya soal administrasi. Sebab, persyaratannya cukup banyak dibandingkan Pilkada sebelumnya. Sehingga pasangan calon bisa dihentikan ditengah jalan apabila tidak melengkapi persyaratan.
Perlu diketahui bahwa bagi pasangan calon Kada dari PNS, TNI/Polri dan anggota dewan hanya diberi waktu 60 hari untuk mengurus pengunduran diri. Jika sampai batas waktu yang ditentukan belum ada surat pengunduran diri, maka bisa diberhentikan di tengah jalan," katanya.
Apabila hanya satu pasangan calon Kada, maka Pilkada akan diundur 2017. Oleh karena itu. Jika pendartar hanya pasangan RIDO, maka pelkada diundur tahun 2017 dan harapan Drs.H.Rijanto,MM untuk menggantikan Hery Noegroho akan pupus karena faktor batasan usia.(B46US/WS).

Read more...

Rabu, 24 Juni 2015

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Ngino Kediri Tahun 2015


Kediri | Jatinet - Sabtu 30 Juni 2015  hari berbahagia bagi peserta didik kelas VI SDN Ngino Kec. Plemahan Kab. Kediri Jawa Timur .
Ada lebih 250 wali murid beserta undangan lainnya hadir memenuhi ruangan kelas yang di sulap menjadi aula pertemuan, guna menyaksikan pengumuman kelulusan yang berjumlah 30 anak, diantara wali murid kelas 1 sampai kelas VI, ada pengawas TK/SD UPTD Kec.Plemahan Kediri, Kepala Desa Ngino H,Abdul Karim SH, S.Ag, pengurus Komite serta undangan lain.                             
Zaenab Roni,S.pd M.pd dalam sambutannya mengatakan, mulai hari ini kami atas nama kepala sekolah menyerahkan kembali putra putri bapak ibu,sekaligus untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, dan apabila ada kekurangan serta khilaf, kami seluruh dewan guru beserta staf mohon maaf yang sebesar besarnya, ungkap Zaenab dengan merendah,
Ia menambahkan banyak prestasi yang di raih oleh siswa siswi SDN Ngino, yaitu lomba Pildacil di kab.Kediri yang di wakili oleh Amel d.sar(kelas IV) lomba melukis dan patung oleh siswa lainnya,dan untuk nilai UNAS yang tertinggi di raih oleh Nana Rhoudotul mujib nilai 28,90, Ragil prastyo 28,65, Ela, Arda, Hayya, Rena 28,45 Rieffo Akbar 28,30 Desi N,Kotibah 28,20 Khofif Amelya 27,65 ungkap bu Kepsek dengan bangga.
Sedangkan Pengawas TK/SD UPTD Plemahan Sugeng Mujiono,Spd MM  dalam sambutannya memuji dan bangga bahwa di Kec.Plemahan  sekolah yang akreditasi A yaitu SD Ngino dan SDN Tegowangi, tentu segala administrasi dan fasilitas tersedia kata Dosen di Kediri ini,
Sugeng berpesan hati hati bila membelikan Hp, tolong anak anak di dampingi pesannya kepada semua wali murid. Kepala Desa Ngino H,Abdul Karim juga turut mengucapkan selamat kepada murid  kelas VI yang akan melanjtkan sekolah SMP/MTs, pak kades berharap jauhi NARKOBA jangan kenal jangan pula mengenal, karena bila sudah kecanduan masa depannya akan hancur,
Di tempat terpisah Sri Dewi Andayani,Spd guru kelas VI terharu serta bahagia karena anak didiknya nilai UNAS nya cukup baik bahkan Nana dan Hayya meraih nilai 10, bidang studi matematika dan berhak mendapat bonus uang 100 ribu dari sekolah,sedangkan tingkat kabupaten  nilai UNAS di raih siswa Kelas VI SDN Langenharjo II  Kec, Plemahan dengan nilai danem 30. (Abu Hs)


Read more...

Rabu, 20 Mei 2015

Blitar Puasatnya Batu Akik.


Blitar |Jatimnet - Wilayah Blitar berada di lereng Gunung Kelud (1.731 m. dpl.) adalah salah satu gunung api strato yang masih aktif di Pulau Jawa yang terletak di bagian utara kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri.
Bagian selatan Kabupaten Blitar yang dipisahkan oleh Sungai Brantas dikenal sebagai penghasil kaolin dan dilintasi oleh Pegunungan Kapur Selatan. Pantai yang terkenal antara lain Pantai Tambakrejo, Serang dan Jalasutra.
Blitar, baik kota maupun kabupaten, terletak di kaki Gunung Kelud, Jawa Timur. Daerah Blitar selalu terkena lahar Gunung Kelud yang sudah meletus puluhan kali terhitung sejak tahun 1331.
Lapisan-lapisan tanah vulkanik yang banyak ditemukan di Blitar pada hakikatnya merupakan hasil pembekuan lahar Gunung Kelud yang telah meletus secara berkala sejak bertahun-tahun yang lalu.
Keadaan tanah di daerah Blitar yang kebanyakan berupa tanah vulkanik, mengandung abu letusan gunung berapi, pasir dan napal (batu kapur yang tercampur tanah liat). Tanah tersebut pada umumnya berwarna abu-abu kekuningan, bersifat masam, gembur dan peka terhadap erosi.
Namun, dari letusan Gunung Kelud sejak tahun 1331 dan selalu meletus dengan ritme tetap sekitar 12 tahun sekali meletus, mengubur bebatuan dan tanaman dengan abu lahar.  Timbunan yang terus menerus dengan masa sekitar 12 tahun menjadikan tanah padat mengubur  bebatuan dan tanaman.
Benda benda yang terkubur di tanah Blitar dari masa kemasa sejak tahun 1331, tak ayal menjadikan fosil dan batu sangat keras karena usia ribuan tahun tertanam didalam tanah datar maupun di tebing pegunungan, hutan dan sungai.
Kini, batu dan fosil yang terkubur di tanah Blitar dicari dengan berbagai cara karena bebatuannya sangat cocok dan bagus untuk bahan akik. Pencarian batu bahan akik di tebing pegunungan, sungai dan hutan.
Pencarian batu bahan akik di Blitar yang kemudian diproses menjadi akik maupun leontin memiliki corak yang luar biasa indahnya. Sehingga batu bahan akik asal Blitar menyebar ke  suluruh Indonesia bahkan keluar negeri.
Keindahan batu akik yang bahannya dari Blitar memiliki pangsa pasar sangat bagus karena memiliki corak yang luar biasa. Makanya banyak kolektor akik berburu di Blitar.
Pengerajin batu akik sekaligus pemasok di Blitar misalnya Basuki Gemstone yang ada di Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Biltar maupun pedagang akik dan batu bahan akik Mahkota Gemstone di Jl Kedondong 174 Kota Blitar.
Basuki Gemstone dan Mahkota Gemstone menjalin kerjasama untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar terhadap akik maupun batu bahan akik. Keduanya selain menjual produk lokal Blitar sebagai kebanggaan juga melayani produk dari daerah lain.(WS)

Read more...

Selasa, 07 April 2015

DPD II AGINDO Jeneponto Membentuk Tim Independen

Dalam Pemantauan dan Pengawasan UN

Jeneponto | Jatimnet - DPD II AGINDO Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan Telah membentuk Tim Independen dalam pengawasan Dan Pemantauan UN guna untuk menjaga kwalitas IPM Kabupaten Jeneponto agar terbinanya kader anak bangsa guna untuk sebuah perubahan yang besar dibumi turatea.
Tim ini kami bentuk sebagai trobosan baru di bumi turatea guna untuk menjadi sebagai lembaga yang memberikan inovasi baru demi terwujudnya sebuah perubahan Ucap Ronal Efendi,S.KM M.mars Lc selaku ketua umum
Kami yakin generasi muda Kabupaten Jeneponto mampu bersaing di era modern ini dalam konteks Ilmu pendidikan " Tabahannya
Dalam pembentukan tim independen ini kami dari pengurus Amanah Garuda Indonesia  DPD II telah menugaskan kepada Sodara Muh.Nurhidayat selaku koordinator Tim dimana koordinator tim membawahi 8 orang tim yang rencana akan dibagi 2 Kelompok.
Kami juga sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak Kapolres Jeneponto , Pihak Ketua DPRD  Jeneponto Cq Ketua Komisi IV Serta Pihak Dinas Pendidikan Cq Kabid Dikmenjur Terkait Keberadaan Tim Independen kami yang telah kami bentuk.Tambahan Zaenal Albi Selah Satu Aktivis dan Sekum AGINDO DPD II jeneponto, (05/04/2015)
“Kami sudah menyiapkan tabulasi dan format monitoring yang kami akan bawa ke lokasi UN yang sesuai dengan Pos yang telah ditetapkan serta juklis yang mengatur terkait tata tertib UN dan untuk sistem dan prosedur telah kami tetapkan di rapat pengurus dan akan kembali dimantapkan pada hari Minggu yang akan datang" Tambahanya.  Kami yakin kami akan memberikan yang terbaik dalam pengawasan yang akan kami lakukan. (Ronald Efendi)

Read more...

Minggu, 01 Maret 2015

Cicak VS Buaya Versi Blitar

Persoalan Akan Diadukan ke Dewan Pers
Cicak VS Buaya versi Blitar adalah tudingan anggota dewan kepada insan pers menerima kucuran dana ADD Rp 3,3 M dari 220 desa atau Rp.15 juta per desa seperti yang diberitakan di media online Sindo News com dan beberapa media siber lainnya dengan nara sumber anggota dewan dari Gerindra serta dua orang Kades. Nara sumber dinilai bahwa mereka tidak memahami keberadaan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. 
 
BLITAR | JATIMNET : Pernyataan Wasis Kunto Admojo anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar terkait tudingan pemotongan dana ADD untuk Publikasi sebesar Rp.3,3 M dari 220 desa atau Rp.15 juta per desa seperti yang diberitakan di media online Sindo News com Jumat (27/02) menuai protes keras dari lebih dari 50 wartawan media  cetak, tv dan radio serta onlone di Blitar Raya.
    Upaya protes keras tersebut diujudkan dengan menggelar rapat koordinasi yang dilaksanakan Jum’at 27 Februari 2015 siang di salah satu depot lesehan yang ada di Blitar bersama Ketua LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI),Joko Prasetyo.
Pengambilan sikap wartawan Blitar Raya ini atas ocehan asal ‘njeplak’ seorang wakil rakyat politisi dari Partai Gerindra yang menuding adanya pemotongan dana ADD untuk Publikasi sebesar Rp.3,3 M dari 220 desa atau Rp.15 juta per desa seperti yang diberitakan di media online Sindo News com Jumat (27/02).
Sementara Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Admojo menegaskan, seperti yang dikutip di Sindo News com bahwa pemotongan ADD untuk belanja publikasi adalah wacana ngawur.kalaupun nanti eksekutif (Bapemas Kabupaten Blitar.Red) nekat meloloskan, pihaknya selaku legeslatif, tetap akan menentangnya.
Tidak hanya menuding melanggar kepatutan, politisi dari Partai Gerindra ini juga menyatakan siap membawa persoalan ke ranah hukum. “Ini jelas ngawur dan menabraki azas kepatutan. lagipula tidak ada dasar hukumnya kalau memang nekat dilakukan,biarlah aparat penegak hukum yang menangani“ tegasnya Wasis Kunto Admojo di Sindo News com,
Dikatakan Joko Prasetyo. selain Wasis KA, juga Kades Karang Gayam dan Kades Kebonduren juga melakukan ocehan yang sama di media Online. Ocehan Wasis tersebut dinilai tidak berdasar atau asal “Jeplak”
Joko Prasetyo yang siang itu di daulat oleh para wartawan Blitar raya untuk mendampingi para awak media Blitar raya,terkait tuduhan miring saat memimpin rapat koordinasi bersama sedikitnya 50 wartawan,TV,Radio,Cetak dan Online se Blitar Raya pada Jum’at siang (27/2),menanggapi pernyataan Ali DM.
Kepala Desa Kebonduren dan Nur Khamim juga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Admojo.  Terkait tudingan pemotongan dana ADD untuk Publikasi sebesar Rp.3,3 M dari 220 desa atau Rp.15 juta per desa tersebut.sedikitnya 50 wartawan TV,Radio, Cetak dan Online se Blitar Raya.
Dalam rapat koordinasi disalah satu depot lesehan tersebut, sepakat membantah dan keberatan atas tudingan seperti diberitakan dibeberapa media online tersebut dan menilai bahwa mereka tidak memahami Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Dikatakan Joko Prasetyo saat memimpin rapat kordinasi dengan para wartawan, pernyataan yang dilontarkan Wasis Kunto Admojo anggota DPRD dari Komisi I Kab Blitar, Kades Kebonduren coordinator AKD dan kades Karang Gayam,menurut Joko GPI itu tidak benar dan tidak berdasar.
Justru dia menilai mereka tidak memahami Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2014,tentang Desa,masih menurut Joko Prasetyo bahwa didalam Undang-undang RI Nomor 6 tahun 2014.
Hal itu karena sudah jelas pada paragraf 3 tentang Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan Desa Pasal 82 ayat (1) dikatakan, Masyarakat Desa berhak mendapatkan informasi mengenai Rencana dan Pelaksanaan Pembangunan Desa, ayat (4) Pemerintah Desa wajib menginformasikan perencanaan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des). Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Des), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Des) kepada masyarakat Desa melalui layanan informasi kepada umum dan melaporkannya dalam Musyawarah Desa paling sedikit 1 ( satu ) tahun sekali.
Dari penjabaran UU nomor 6 tahun 2014 tersebut, sudah jelas kalau menyampaikan informasi rencana pembangunan desa kepada masyarakat  melalui publikasi tidak melanggar aturan.
“Justru kami khawatir kalau mereka menolak adanya publikasi akan terjadi penyimpangan, karena tidak adanya pengawasan dari masyarakat,” tegas Joko Prasetyo.
Lebih lanjut Ketua GPI ini meminta Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar Wasis Kunto Admojo dan Kades Karang Gayam dan Kebonduren untuk membaca dan mempelajari Undang Undang Nomor 6 tahun 2014, tentang Desa. baca dan pelajari dulu Undang-undangnya, jangan asal ngoceh dan menuding yang tidak-tidak,”pungkasnya Joko Prasetyo dengan nada tinggi. (TIM WARTAWAN BLITAR RAYA)

Read more...

Jumat, 27 Februari 2015

Wartawan Blitar Bantah Tudingan Pungli Rp. 3,3 M Untuk Publikasi


Wartawan se Blitar Raya menyatakan, keberatan atas pernyataan Kedas Kebonduren, Koordinator AKD dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar terkait tudingan Pungli dana ADD Rp. 3,3 miliar.

BLITAR | JATIMNET – Pernyataan Ali DM, Kepala Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok Kabupaten dan Nur Kamim, Koordinator Aliansi Kepala Desa (AKD), juga Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Admojo, terkait tudingan pemotongan dana ADD untuk Publikasi sebesar Rp. 3,3 M dari 220 desa  atau Rp. 15 juta per desa seperti diberitakan di media online Sindo.com, News.Okezone.com, dan BeritaJatim.com juga di beberapa media online lainnya pada Rabu ( 25/2 ) dan Jumat (27/2), dinilai tidak berdasar atau asal Jeplak.
Hal tersebut disampaikan Ketua Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), Joko Prasetyo saat memimpin rapat koordinasi bersama sedikitnya 50 wartawan, TV, Radio, Cetak dan Online se Blitar Raya pada Jum’at siang (27/2) di Lesehan Endah.
Mengutip pemberitaan di News.Okezone.com pada Rabu (25/2), Kepala desa se Kabupaten Blitar meresahkan wacana pemotongan alokasi dana desa (ADD) tahun 2015. Berdasarkan instruksi Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), desa harus merelakan ADD Rp350 juta per Desa dipangkas Rp15 juta.
"Terus terang ini meresahkan. Sebab tidak ada dasar hukum dan juklak juknisnya," dikatakan Ali DM juru bicara Asosiasi Kepala Desa (AKD) yang juga Kades Kebonduren, Kecamatan Ponggok kepada wartawanNews.Okezone,com
Dari jumlah 220 desa di kabupaten Blitar, total pungutan liar yang terkumpul mencapai Rp3,3 miliar. Dana tersebut akan digunakan sebagai modal belanja publikasi. Bapemas telah merangkul sekitar 50-an media massa harian cetak, mingguan, elektronik radio dan televisi.
Secara teknis, setiap media cetak harian akan mendapat jatah dana publikasi sebesar Rp. 6 juta per desa. Media mingguan sebesar Rp4 juta per desa, dan media elektronik radio dan televisi lokal sebesar Rp3 juta per desa.
Hal senada juga disampaikanKoordinator Aliansi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Blitar, Nurkhamim,  Jumat (27/2) kepada wartwan SindoNews.com. Bahkan Nur Khamim sepakat akan boikot atau menolak ADD 2015. Itu bila Bapemas Kabupaten Blitar tetap memaksakan pemotongan tersebut.
Lebih Lanjut Koordinator AKD ini kepada SindoNews.com mengatakan, para kadesmengaku khawatir bila tetap dipaksa mematuhi instruksi itu. Sebab pemotongan ADD untuk belanja publikasi tidak memiliki dasar hukum yang jelas.Untuk itu para kades memilih tidak akan menuntaskan APB Des yang merupakan syarat dasar untuk pengelolaan ADD dan bantuan APBN lainya.
Dia juga menyampaikan, proyek pengamanan media massa tersebut tidak lebih dari ajang bancakan berburu keuntungan. Dan dalam masalah ini para kades akan mengadukan permasalahan tersebut secara resmi ke Bupati Blitar, Herry Noegroho.
Sementara Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Admojo menegaskan, bahwa pemotongan ADD untuk belanja publikasi adalah wacana ngawur.Kalaupun nanti eksekutif (Bapemas Kabupaten Blitar.Red) nekat meloloskan, pihaknya ( legislative),tetap akan menentangnya.Tidak hanya menuding melanggar kepatutan, Politisi dari Partai Gerindra ini juga menyatakan siap membawa persoalan ke ranah hukum.
 “Ini jelas ngawur dan menabraki azas kepatutan. Lagipula tidak ada dasar hukumnya.Kalau memang nekat dilakukan, biarlah aparat penegak hukum yang menangani “ tegasnya.
Menanggapi pernyataan Ali DM, Kepala Desa Kebonduren, dan Nur Kamim, Koordinator AKD juga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Admojo, terkait tudingan pemotongan dana ADD untuk Publikasi sebesar Rp. 3,3 M dari 220 desa  atau Rp. 15 juta per desa tersebut.
Sedikitnya 50 wartawan TV, Radio, Cetak dan Online se Blitar Raya, dalam rapat koordinasi yang digelar secara mendadak di Lesehan Endah, Jum’at (27/2), sepakat membantah dan keberatan atas tudingan seperti diberitakan dibeberapa media online tersebut. Dan menilai bahwa mereka tidak memahami Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014, tentang Desa.
Dikatakan Ketua LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia ( GPI ), Joko Prasetyo saat memimpin rapat kordinasi dengan para wartawan, pernyataan yang dilontarkan Kepala Desa Kebonduren, Koordinator AKD dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar tidak benar dan tidak berdasar. Justru dia menilai, mereka tidak memahami Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2014, tentang Desa.
Menurutnya, sudah jelas dalam Undang-undang RI Nomor 6 tahun 2014, pada paragraf 3 tentang Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan Desa Pasal 82 ayat (1) dikatakan, Masyarakat Desa berhak mendapatkan informasi mengenai Rencana dan Pelaksanaan Pembangunan Desa, ayat (4) Pemerintah Desa wajib menginformasikan perencanaan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJM Des ), Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKP Des ), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APB Des ) kepada masyarakat Desa melalui layanan informasi kepada umum dan melaporkannya dalam Musyawarah Desa paling sedikit 1 ( satu ) tahun sekali.
“Dari penjabaran UU nomor 6 tahun 2014 tersebut, sudah jelas kalau menyampaikan informasi rencana pembangunan desa kepada masyarakat  melalui publikasi tidak melanggar aturan. Justru kami khawatir kalau mereka menolak adanya publikasi akan terjadi penyimpangan, karena tidak adanya pengawasan dari masyarakat,” tegas Joko Prasetyo
Lebih lanjut Ketua GPI ini meminta dan menyarankan agar Kepala Desa Kebonduren, Koordinator AKD wilayah Barat dan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar untuk membaca dan mempelajari Undang Undang Nomor 6 tahun 2014, tentang Desa.
“ Baca dan pelajari dulu Undang-undangnya, jangan asal komentar dan menuding yang tidak-tidak,” pungkasnya.
Secara terpisah disampaikan Plt. Kepala Bapemas Kabupaten Blitar, Joni Setiawan, S.Sos, M.Si, tidak ada wacana pemotongan ADD. Dia hanya menyarankan para Kades menyisihkan Rp15 juta dari ADD untuk belanja publikasi. Sebab setiap desa perlu mempublikasikan potensi wilayahnya dan masyarakat berhak mengetahui penggunaan dana ADD, dan aturannya juga sudah jelas.
"Tidak ada pemotongan. Bapemas hanya menyarankan kepada para kades untuk belanja publikasi. Yang pasti dana ADD bisa digunakan apa saja, termasuk belanja publikasi, " jelas Joni saat dikonfirmasi melalui telpon seluler. ( FJR )

Read more...

Selasa, 03 Februari 2015

Camat Plemahan Kediri Buka Muskerbangdes

Kediri | JATIMNET - Sesuai dengan Undang Undang Desa Tahun 2014, pasal 114 tentang pembengunan desa ayat (1) berbunyi Perencanaan pembangunan desa di susun berdasarkan hasil kesepakatan dan musyawarah desa, hal ini harus menjadi pedoman dan acuan, agar program  desa menjadi acuan untuk menapak pada tahap pematangan konsep pembangunan desa, dan yang lebih penting lagi pemerataan harus di kedepankan sesuai dengan usulan warganya serta tidak terjadi diskriminatif,
Senin 26 Januari 2015 di Desa Ngino Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Jawa timur, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrengbangdes) pertama  di buka oleh Camat Plemahan, hadir peserta rapat diantaranya RT, RW, BPD, LPMD, KPMD, Kepala desa dan para tokoh pendidikan, kesehatan, utusan perempuan dan tokoh lainnya,
H.Abdul Karim.SH Kepala Desa Ngino mengatakan  di dalam Musrenbang ini adalah tahap validasi, karena sebelumnya sudah di laksakan di tingkat RT dan dusun, akan tetapi ini bukan harga mati, jadi masih terbuka apabila masih ada usulan yang belum tertampung, ungkap Karim di hadapan peserta rapat,
Sementara itu Camat Plemahan dalam sambutannya menjelaskan , Musrenbangdes bulan Januari ini adalah yang pertama, dan bulan Juli harus di adakan lagi, ini untuk kegiatan pembangunan tahun 2016, dan intinya tim 11 yang sudah di bentuk harus menjaring semua aspirasi dari semua unsur masyarakat, tegas H.Ahmad Wito Subagyo,SH,MSi.
H.Ahmad Wito yang di dampingi Kapolsek dan Danramil, mengatakan juga bahwa rapat RPJMDes bisa juga di sebut Garis garis besar haluan desa dalam rentang 6 tahun yang akan datang, sesuai dengan visi misi kepala desa pada konsep tahap awal pencalonan untuk menjadi Kades, lanjut Ahmad Wito,
Menurutnya, yang harus menjadi prioritas pertama soal pangan, sesuai dengan program pemerintah Joko Widodo Yusuf Kalla, maka yang harus di utamakan yaitu bidang pertanian, dalam waktu 3 tahun ke depan,Indonesia harus tuntas masalah pangan, swasembada pangan jelas Camat  kepada peserta musyawarah.
Ia menambahkan, bahwa pendidikan dan kesehatan juga perlu di utamakan, karena itu seandainya masih belum masuk usulan seputar pelayanan kesehatan di masukkan dalam RPJMdes, ungkapknya.
Ia juga  mencontohkan bahwa mobil siaga untuk ibu hamil, Beras Miskin (Raskin), PKH, bantuan langsung tunai/BLT,sebab kedepan pemerintah pusat dan provinsi sudah tidak akan membantu dana yang masih mampu di tangangani pemerintahan desa, kecuali pembangunan yang berskaka besar.
Yang menarik di tempat yang sama, dalam sesi pemberdayaan ekonomi, tokoh desa setempat yang juga anggota LPMD, Imron Sodik menawarkan pelatihan secara gratis kepada pemuda atau siapa saja yang ingin belajar pertukangan, ukir kayu, alat sudah lengkap ungkap pengusaha mebeler itu.
Di tempat terpisah H.Abdul Karim, SH di konfirmasi seputar para Konsultan/FT PNPM yang sampai saat ini belum memberi pendampingan kepada masyarakat juga menyesalkan, contohnya waktu camat memberi arahan musrenbang itu, materinya kurang luas, hanya di ambil intinya, lain kalau dari FT cakupannnya runut,  alasan kades yang di dampingi Kader Desa Riries Setyowati. (Abu Hs)

Read more...

Yusistin Amalia,Spd,Msi Pimpin PPPKB DPC PKB Kab.Jember

Jember | JATIMNET -  Yusistin Amalia,Spd,Msi telah dikaruniai dua anak menetap di Desa Rowo Tamtu Kec. Rambipuji Kabupatn Jember Jawa Timur dengan latar belakang pendidikan di SDN, SMP Rambipuji ,SPG Jember, IKIP PGRI Jember, S2 nya di Univ,Wijaya Putra SBY dan saat ini masih menempuh S3. Saat ini sebagai guru MTS Kaliwining dan
Pada Jum’at 30 Januari 2015  bertempat di Pondok Pesantren Nurul Islam (NURIS), dari peserta Muscab DPC PKB yang terdiri dari 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Jember Yusistin di pilih kembali untuk menjadi ketua Pergerakan Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PPPKB) periode 2015 – 2020
Dipilihnya Yusistin ini di aula Ponpes asuhan KH.Muhyidin Abussomad merupakan jabatan ke dua setelah sebelumnya ia telah menjabat ketua PPPKB, maka secara otomatis ia menjadi wakil ketua DPC PKB Jember Jawa Timur.
Begitu resmi terpilih sebagai ketua, inilah do’a dan ungkapannya “Ya Alloh..Ya Rohman Ya Rohim, berikanlah kami kesabaran yang hakiki, kesehatan yang barokah, kuatkan iman unutuk mengemban amanah ini, semoga sahabat di PPPKB  mulyakanlah keluarganya ucap Yusisitin dalam doanya dengan penuh haru.
Muscab saat itu dihadiri dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat juga para para kyai ini, sudah di prediksi Yuyistin Amalia akan terpilih kembali, Yus di periode sebelumnya mampu mengangkat pamor dan suara PKB, apalagi di kalangan perempuan muslimat setempat
Yusistin Amalia,Spd,Msi penyuka warna ungu ini juga sangat peduli dan mengharap keberadaan PNPM PERDESAAN tetap ada dan di pertahankan, hasil pembangunan  di desa desa itu berkat adanya program PNPM PERDESAAN, apalagi simpan pinjam perempuan SPP. itu sangat membantu warga untuk mengembangkan usahanya dan terhindar dari jeratan rentenir, tutur perempuan berputra 2 ini. (Abu Hs, JatimNet).

Read more...

Jumat, 30 Januari 2015

Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Malang

Malang | Jatimnet - Sesuai dengan Surat Kepututusan Gubernur Jawa Timur Nomor 171.421/646/011/2013 tanggal 24 Desember 2013 Tentang peresmian dan pemberhentian dan peresmian penggantian antar waktu Anggota DPRD Kabupaten Malang yaitu meresmikan pemberhentian dengan hormat Saudara Drs. H. Yazidul Choir, MM dari Fraksi Partai Golkar dan meresmikan pengangkatan (pelantikan) Fahliyatun  Nisa’ S.Pd.I sebagai Anggota DPRD Kabbupaten Malang Masa jabatan 2009-2014, pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2014 di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang.
Selanjutnya setelah diambil sumpah menurut agama islam oleh Wakil Ketua DPRD  Drs. H.M. Sanusi, MM Anggota DPRD pengganti antar waktu Fahliyatun Nisa’ S.Pd.I membubuhkan tanda tangan di atas berita acara sumpah atau janji.Kegiatan pengambilan sumpah atau janji adalah untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai tanggung jawab moral seseorang terhadap tugas yang di emban, khususnya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pada kesempatan tersebut dalam sambutannya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Drs. H.M. Sanusi, MM yang mewakili Ketua DPRD Drs. Hari Sasongko yang masih dalam masa penyembuhan setelah operasi, antara lain menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyaritas dan darma bakti kepada Drs. H. Yazidul Choir, MM selama menjadi wakil rakyat.
Selanjutnya kepada Fahliyatun Nisa’ S.Pd.I, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang atas nama pimpinan dan segenap anggota DPRD menyampaikan selamat bekerja mengemban amanat rakyat dan berpesan untuk dapat segera menyesuaikan diri dengan anggota DPRD yang lainnya.
Dalam rapat Paripurna Istimewa tersebut telah hadir Bupati Malang, Forpimda, pimpinan dan hanya beberapa anggota DPRD Kabupaten Malang, dari Unsur Pimpinan Cabang Kabupaten Malang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selain itu juga hadir perwakilan beberapa Partai Politik dan Organnisasi Massa, sekretaris daerah dan jajaran asisten, kepala unit kerja, ketua KPUD Kabupaten Malang.Sementara itu dalam sambutannya Bupati Malang H. Rendra Kresna berpesan kepada Fahliyatun Nisa’ S.Pd.I untuk bekerja secara maksimal dalam rangka menyerap aspirasi rakyat dalam sisa waktu masa jabatan yang dapat dibilang cukup singkat tersebut. (Onksai)


Read more...

Selasa, 06 Januari 2015

Warga Bebaskan Tahanan Polsek Pucanglaban Tulungnagung

Tulungaggung| Jatimnet Siber Media - Kholili (38) ditahan sejak Senin (5/1/2015) di Polsek Pucanglaban Tulungaung Jawa Timur karena diduga membawa kayu jati hasil curian dari hutan yang dikelola Perum Perhutani setempat.
Penahanan terhadap Kholili, dinilai oleh warga setempat bahwa kepolisian telah melakukan salah tangkap, sehingga Selasa (6/1/2015), sekitar 300 warga Desa Pucanglaban beramai-ramai mendatangi Polsek Pucanglaban.
Kehadiran warga yang secara tiba-tiba, mengejutkan personal  Polsek Pucanglaban yang saat warga datang berbondong, hanya ada 6 petugas yang berada di Mapolslek,
Enam petugas yang berjaga tak berkutik menghadapi massa. Mereka hanya bisa membujuk agar tidak anarkis, tapi warga telanjur beringas.
Mereka langsung menerobos kamar tahanan untuk membebaskan Kholili (38) dengan mencongkel gembok sel tahanan menggunakan cangkul.
"Tersangka kabur bersama massa. Kami tidak mau terprovokasi dan menghindari aksi anarkis lebih lanjut," kata Kapolsek Pucanglaban, AKP Suwarno.(Tn)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA