MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Minggu, 16 Agustus 2015

Gelar 1000 Barong Di SLG Kediri


Hary Pratondo Ketua Pasjar Kabupaten Kediri
Hantarkan Seni Jaranan Menuju Kejayaan

Kediri | Jatimnet – Bopo Hary Pratondo membangkitkan kesenian tradisional jaranan asli Kediri yang nyaris terpendam dengan keberadaan kesenian modern, kini seni jaranan kian terkenal ke pelosok Nusantara.
    Hal itu terkait ide cemerlang Bopo Hary Pratondo mengadakan pentas 1000 barong di Simpang LIma Gumul (SLG) dan diagendakan rutin program tahunan Pasjar (Paguyuban Seni Jaranan Kabupaten Kediri yang diketuai bersama Pemerintah Kabupaten Kediri.
    Seperti tahun tahun sebelumnya, Sabtu (15/8/2015) sore kembali digelar tarian 1000 Barong kesenian budaya tradisional asli Kediri. Tahun ini sesuai informasi, jumlah peserta tari Barong sebanyak 1700 orang.
    Gelar tari 1000 Barong di SLG menyerap ribuan pengunjung dari seluruh Indonesia karena peningkatan aksi yang digelar dalam puncak acara Pekan Budaya dan Pariwisata 2015 yang di hadiri wakil Bupati Kediri, Drs. H. Masykuri, MM, para pejabat Pemkab.
Menurut Bopo Hary Pratondo bahwa acara tersebut juga diadiri tamu undangan Duta kesenian dari Bontang Kalimantan Timur, Semarang, Wonosobo, Nganjuk, Trenggalek, DKI Jakarta, Malang, Blitar, Tulungagung, Boyolali, Salatiga dan Grobokan
Pertunjukan tari kolosal 1000 Barong sebagai gong kegiatan Pekan Budaya dan Pariwisata sebelum dimulai, para penonton ini dihibur kesenian tarian budaya. Di antaranya tari Perang dari Bontang Kaltim, tari Ngincek atau Kepang dari Lamongan dan tari Songgo Langit dari Kabupaten Kediri.
Pemkab Kediri sengaja mengundang seni tari dari luar daerah adalah bentuk wujud pengenalan seni budaya kepada masyarakat. “Sengaja kami mengundang tarian dari daerah lain, untuk mengenalkan kesenian budaya dan melekatkan kesenian. Dan nguri-nguri budaya tetap kita lestarikan,”terang Drs H. Masykuri.
Drs H. Masykuri juga mengatakan bahwa tari seribu barongan yang di gelar dari tahun ke tahun ini semakin meningkat. Hal itu terbukti dari tahun sebelumnya berjumlah 1000 kini menjadi 1700 penari barong. “Tari barongan ini adalah khas Kabupaten Kediri. Harapan kami tari kesenian tradisional semakin dikenal,”ujarnya.
“Kabupaten Kediri berkomitmen dalam mengembangkan seni budaya. Terutama Seni budaya tradisional khas Kabupaten Kediri dengan berdasar kepada nilai dan keunggulan serta kearifan budaya lokal. Namun memiliki daya saing global yaitu Seni Jaranan dan Barongan.” Kata Drs. Masykuri MM.
Drs H. Masykuri menambahkan, Dalam tugas pembangunan pemerintah harus mampu memberikan ruang berekpresi dan kreasi warga. Dengan demikian laju pertumbuhan pembangunan akan berjalan beriringan sesuai dengan nilai luhur seni budaya.
“Budaya lokal kita kemas dengan baik sesuai dengan karakter bangsa sehingga menjadi kebanggaan rakyat Kediri. Harapannya pengembangan seni dan budaya yang memiliki daya saing dan mempunyai identitas dan differensiasi akan meningkatkan pembangunan dan mensejahterakan warga.” Jelas Drs H. Masykuri.
Sementara itu, Persiapan Tari kolosal 1000 Barong ini, butuh waktu yang cukup lama untuk memadukan antara pemainn. Pasalnya, peserta yang ikut pentas bukan hanya dari Kabupaten Kediri. ”Tamu undangan dari daerah lain juga berpartisipasi menari untuk tari barongan,”papar Bopo Hary Pratondo.
Lanjut Bopo Hary Pratondo, Barongan berasal dari kata Barong atau yang biasa disebut dengan Caplokan. Barongan adalah sebagian dari kesenian jaranan, yaitu keenian dari bumi panji Kediri.
Tari klosal 1.000 barong ini menggambarkan nafsu duniawi manusia yang akan selalu dalm kondisi baik dan positif apabila bisa dikendalikan dengan benar dan gelar Tari 1000 Barong tahun ini terasa lebih spesial dibanding tahun lalu.
Hal ini dikarenakan Skala penyelenggaraan event kebanggaan warga Kediri ini sudah menjadi taraf nasional. Terbukti, ratusan seniman luar daerah Kabupaten Kediri ikut menyemarakan perhelatan akbar di Bumi Panji Kediri ini.
Sajian gerak lincah, atraktif dan enerjik Tari Perang Suku Dayak dan Jaranan Kuda Lumping dari Kota Bontang menjadi penampil pertama luar daerah sekaligus menjadi tari penyambutan acara ini.
Menurut Bopo Hary Pratondo, terdapat sebanyak 45 seniman dari Provinsi Kalimantan Timur ini, menyebrangi laut Jawa untuk menunjukan kebolehannya menghibur masyarakat Kabupaten Kediri.
Ketua Pasjar, Bopo Hari Pratondo mengatakan, pagelaran tahunan ini berbeda dengan tahun lalu. Karena mulai tahun ini skala Pagelaran Seni Tari 1000 Barong sudah menjadi Skala Nasional.
“Menjadi kebanggaan Tari Kolosal 1000 Barong sudah berskala Nusantara. Hal ini dikarenakan Ikon Budaya Kabupaten Kediri ini sudah diikuti seniman tari dari luar daerah Kabupaten Kediri. tidak hanya daerah di Jawa Timur, bahkan hingga dari Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan ikut ambil bagian.” Jelas bapak 7 anak ini.
Ditambahkan oleh Bopo Hari, bahwa jumlah seniman barong yang ambil bagian pun meningkat drastis dibanding tahun lalu. Tercatat 1700 penampil seni barong tampil pada acara ini. meningkat dari tahun lalu sebanyak 1300 penampil.
Bopo Hary Pratondo juga mengatakan “Jumlah pebarong dan penonton meningkat pesat tahun ini. Ini tandanya warga Kabupaten Kediri bangga akan kebudayaannya sendiri. Kita harus bersyukur warga Kabupaten Kediri remen nguri-nguri kebudayaan tradisional khas dan kebanggan daerah.” ujarnya.(WS).

BERITA SEBELUMNYA