Inovasi Pelayanan Dispenduk Capil 2018_Jatimnet
MALANG |
Jatimnet - Dalam rangka pelayanan administrasi kependudukan tahun 2018 ,
Dispenduk capil Kabupaten Malang melalui Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi
Pelayanan Dyah Kusuma Hastuti.SH Sewaktu ditemui awak media (29/1) menjelaskan
terkait beberapa inovasi yang sudah berjalan tahun 2017 dan yang mau dilauncing
tahun 2018 saat ini.
Menurut Kabid PDIP yang mempunyai
kegemaran olah vokal ini, dari
program kami yang sudah berjalan
2017 lalu, yakni Klinik Adminduk yang merupakan program inovasi berupa
konsultasi tentang Adminduk melalui siaran di Radio Kanjuruhan FM setiap hari
jum at dua minggu sekali jam 09.00 - 10.00 Wib.
Selain itu program Ketan Ireng (
Kependudukan dan Kesehatan Mari Bareng ) dan hal itu sudah dilaksanakan di 39 Puskesmas
seKabupaten Malang dan 2 RS yakni RSUD Lawang dan RSUD Kanjuruhan. Serta
program Go Bus yang melakukan pelayanan melalui Bus keliling dengan tujuan
masyarakat agar lebih dekat dalam pengurusan berkas Kependudukan, karena memang
program pelayanan dengan sistem jemput bola. Dan itu sudah berjalan mulai bulan
Oktober 2017 lalu, serta yang perlu diketahui karena armadanya masih satu ,ya
masyarakat harus sabar tunggu giliran kami datang ke Desa-desa yang tentunya
pihak Desa harus mengajukan surat permohonan lebih dulu ke Dispenduk Capil .
Tambah DKH ,kami juga ada program
yang namanya Semar Godo ,yakni; pengurusan dokumen dalam satu hari jadi (Sedino
Mari Gowo Dokumen) yang tentunya juga sudah dilaksanakan pada loket-loket
pelayanan di kantor Dispenduk Capil Kabupaten Malang.
Sedangkan untuk program tahun 2018
ini, kami juga ada Inovasi buat pemantapan program Ketan Ireng, Pelaksanaan
Drive Thrue ,Program Desa atau Kelurahan yang tertib Adminduk, Kader Sadar
Adminduk, Klik Dafduk ,yakni; menggunakan Aplikasi dalam pendaftaran Adminduk
untuk mempermudah masyarakat tentunya. Terang Dyah KH.
Dr.H.Purnadi selaku Kepala Dispenduk
Capil Kabupaten Malang sewaktu di hubungi via seluler (29/1) berharap agar
semua program-program tersebut bisa berjalan dengan sukses sehingga masyarakat
penerima manfaat dari setiap program itu tidak kesulitan dalam pengurusan
berkas Kependudukan dan pada akhirnya bisa tertib administrasi . tegasnya (iwn/ipg)
