Mengapa Garam Langka
Apapun menu makanan kita tiap hari jika masakan
kurang garam terasa tidak enak, juga sebaliknya jika kelebihan selain tak
nyaman di lidah juga memicu penyakit darah tinggi. Maka mu tidak mau harus kita
akui garam sangat dibutuhkan dan harganya murah.
Harga
garam yang murah tak sebanding dengan tenaga bagaimana terciptanya garam
tersebut,
Belakangan ini kebutuhan
garam di Indonesia menjadi pembeitaan semua media karena garam sulit didapatkan
dan jika ada harganya berlipat lipat dibanding hari hari sebelumnya.
Indonesia adalah negara
kepulauan sehingga ribuan pulau memiliki pantai dan kesempatan untuk memproduksi
garam sangat luar biasa, Andai setiap pemerintah daerah yang memiliki pantai
mendirikan usaha garam, mungkin kelangkaan garam tidak akan pernah terjadi.
Pemerintah daerah yang
memiliki pantai, semua mendirikan badan usaha milik daerah yang mengelola usaha
garam, selain bisa mencukupi kebutuhan garam didaerahnya serta daerah
sekitarnya, juga merupakan lapangan pekerjaan bagi warganya yang menetap di
pinggir pantai.
Kalau ini dilakukan, maka
selain Indonesia tidak krisis keberadaan garam juka menjadikan lahan pekerjaan
bagi warganya, Untuk penerapan nantinya perlu adanya standar nasional harga
garam yang ditentukan pemerintah.
Penentuan harga garam ini
nantinya harus pula memperhatikan gaji pembuat garam, sehingga pembuat garam
(petani garam) mendapatkan penghasilan yang layak, karena sekama ini petani
garam hidupnya mayoritas pas pasan bahkan bisa dikata kurang, yang makmur
pemilik usaha garam,
Langkanya garam saat ini,
mungkin menjadi kajian untuk mememnuhi kebutuhan garam baik untuk industri
maupun konsumsi rumah tangga, Kalau negara kita bahan baku garam melimpah dan
harus mendatangkan garam dari luar Indonesia, bisa dikatakan mirip peribahasa
ayam mati di lumbung padi.
Kita kaya akan bahan baku
garam namun kurang dilirik seutuhnya untuk menjadika devisa atau untuk
meningkatkan perekonimian. Apakah bahan baku yang sangat melimpah dan tidak
akan pernah habis kita biarkan saja......mari kita renungkan bersama.(WS)