Mentan Temui Peternak Blitar
Menggaransi Harga Jagung Tak Lebih Rp 4.000/Kg
Blitar.| Jatimnet -
Aksi demo dikantor Pemerintah Kabupaten Blitat hari Senin (1/2/2016) dipicu akibat melonjaknya harga pakan ternak dari sebelumnya Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 7.000.
Sementara 45 persen komposisi pakan ayam yang terdiri dari jagung, katul dan konsentrat didominasi jagung.
Setiap seribu ekor ayam membutuhkan pakan ternak 120 kilogram per hari. "Kalau terus seperti ini, banyak peternak yang gulung tikar. Sudah sepekan lebih harga jagung meningkat dua kali lipat," ujar Suntoko kordinator aksi Senin.
Aksi demo tersebut berujung harapan jika di Blitar sulit mendapatkan jagung untuk pakan ternak dengan harga terjangkau, maka peternak Blitar meminta Menteri Pertanian harus mundur jabatannya,
Sulitnya memperoleh jagung sebagai pakan ternak akibat diberlakukan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 (Permentan 57/2015), yang menyatakan bahwa impor jagung untuk pakan ternak harus mendapatkan rekomendasi dari Kementan, berdampak terhadap kelangsungan ternak ayam petelor.
Maka, saat itu, aksi ratusan peternak membubarkan diri setelah Sekda yang juga menjabat Plt Bupati Blitar Drs.Palal Ali Santoso,MM menemui dan mengatakan bahwa Senin (1/2/2016) Menteri Pertanian telah mencabut larangan impor jagung. "Dan jagung yang sebelumnya tertahan di Pelabuhan Surabaya siap didistribusikan ke daerah, termasuk Blitar," ujarnya.
Pj Bupati Blitar Drs.Palal Ali Santoso,MM saat itu berjanji normalisasi harga dan stok akan berjalan maksimal dua hari. Harga jagung, lanjut Palal, dipastikan akan turun menjadi Rp 3.900 per kilogram. “Kita nanti juga siap mengecek langsung ke Surabaya,” pungkasnya.
Dampak aksi demo tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendadak melakukan kunjungan ke Blitar untuk bertemu langsung ratusan peternak unggas Blitar siang ini Selasa (2/2/2016) di Gudang Bulog Sub Divre Tulungagung di Kec Pojok Kab Blitar untuk berdialog langsung dan membuka operasi pasar jagung.
Dalam sambutannya Andi Amran menyatakan, dirinya datang mengantarkan langsung stok jagung dari Bulog Jatim khusus untuk peternak Blitar sebanyak 200 ton, yang kemarin menuntutnya mundur sebagai Mentan.
Amran juga menggaransi jagung di Bulog tidak di atas harga Rp 4.000/kg, sebanyak 400 ton. Dinas peternakan juga diistruksikan untuk mengawal peternak kecil di seluruh Indonesia, dan jika menemui kecurangan distribusi jagung atau pangan lainnya segera laporkan polisi atau tentara terdekat.
Sementara, menurut Winoto, Kadivre Bulog Jawa Timur, Blitar mendapat kiriman jagung 100 ton karungan, 100 ton curah. Distribusi dari Bulog akan lewat ke asosiasi pengusaha pakan ternak di Blitar dengan harga Rp 3.700/kg.
Karena sangat mendadak, petugas bulog sub Divre Tulungagung di Garum Blitar malah mengaku belum mengetahui bagaimana sistematika distribusi jagung yang datang hari ini.
Para peternak unggas yang datang hari itu ke gudang Bulog Sub Divre Tulungagung di Kec Pojok Kab Blitar membawa kendaraan mereka untuk segera mengangkut stok jagung yang diimport dari Vietnam ini, mengingat ternak mereka sudah 3 bulan tidak mendapat pakan standar.(GUS/WS)
Blitar.| Jatimnet -
Aksi demo dikantor Pemerintah Kabupaten Blitat hari Senin (1/2/2016) dipicu akibat melonjaknya harga pakan ternak dari sebelumnya Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 7.000.
Sementara 45 persen komposisi pakan ayam yang terdiri dari jagung, katul dan konsentrat didominasi jagung.
Setiap seribu ekor ayam membutuhkan pakan ternak 120 kilogram per hari. "Kalau terus seperti ini, banyak peternak yang gulung tikar. Sudah sepekan lebih harga jagung meningkat dua kali lipat," ujar Suntoko kordinator aksi Senin.
Aksi demo tersebut berujung harapan jika di Blitar sulit mendapatkan jagung untuk pakan ternak dengan harga terjangkau, maka peternak Blitar meminta Menteri Pertanian harus mundur jabatannya,
Sulitnya memperoleh jagung sebagai pakan ternak akibat diberlakukan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 (Permentan 57/2015), yang menyatakan bahwa impor jagung untuk pakan ternak harus mendapatkan rekomendasi dari Kementan, berdampak terhadap kelangsungan ternak ayam petelor.
Maka, saat itu, aksi ratusan peternak membubarkan diri setelah Sekda yang juga menjabat Plt Bupati Blitar Drs.Palal Ali Santoso,MM menemui dan mengatakan bahwa Senin (1/2/2016) Menteri Pertanian telah mencabut larangan impor jagung. "Dan jagung yang sebelumnya tertahan di Pelabuhan Surabaya siap didistribusikan ke daerah, termasuk Blitar," ujarnya.
Pj Bupati Blitar Drs.Palal Ali Santoso,MM saat itu berjanji normalisasi harga dan stok akan berjalan maksimal dua hari. Harga jagung, lanjut Palal, dipastikan akan turun menjadi Rp 3.900 per kilogram. “Kita nanti juga siap mengecek langsung ke Surabaya,” pungkasnya.
Dampak aksi demo tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendadak melakukan kunjungan ke Blitar untuk bertemu langsung ratusan peternak unggas Blitar siang ini Selasa (2/2/2016) di Gudang Bulog Sub Divre Tulungagung di Kec Pojok Kab Blitar untuk berdialog langsung dan membuka operasi pasar jagung.
Dalam sambutannya Andi Amran menyatakan, dirinya datang mengantarkan langsung stok jagung dari Bulog Jatim khusus untuk peternak Blitar sebanyak 200 ton, yang kemarin menuntutnya mundur sebagai Mentan.
Amran juga menggaransi jagung di Bulog tidak di atas harga Rp 4.000/kg, sebanyak 400 ton. Dinas peternakan juga diistruksikan untuk mengawal peternak kecil di seluruh Indonesia, dan jika menemui kecurangan distribusi jagung atau pangan lainnya segera laporkan polisi atau tentara terdekat.
Sementara, menurut Winoto, Kadivre Bulog Jawa Timur, Blitar mendapat kiriman jagung 100 ton karungan, 100 ton curah. Distribusi dari Bulog akan lewat ke asosiasi pengusaha pakan ternak di Blitar dengan harga Rp 3.700/kg.
Karena sangat mendadak, petugas bulog sub Divre Tulungagung di Garum Blitar malah mengaku belum mengetahui bagaimana sistematika distribusi jagung yang datang hari ini.
Para peternak unggas yang datang hari itu ke gudang Bulog Sub Divre Tulungagung di Kec Pojok Kab Blitar membawa kendaraan mereka untuk segera mengangkut stok jagung yang diimport dari Vietnam ini, mengingat ternak mereka sudah 3 bulan tidak mendapat pakan standar.(GUS/WS)
