MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Sabtu, 22 Februari 2014

Tulungagung Diterjang Puting Beliung


TULUNGAGUNG | Jatimnet - Hari Jumat 21 Februari 2014, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur diselimuti mendung yang sangat tebal disertai angin punting beliung, dan sekira pukul 13.00 wib menerjang Dukuh Kedungdowo Desa Gesikan dan Desa Gempolan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung.
    Akibat hembusan angin puyuh, memporak porandakan sebanyak 25 rumah warga. Rumah yang diserang angin puyuh tersebut atapnya rusak dengan rincian untuk Dukuh Kedungdowo, rumah milik Pani sekutar 4500 biji gentingnya hancur,
Kehancuran juga menimpa rumah Karsun 150 genting dan sbes 9 lembar, rumah Saji 150 genteng 9 asbes dan rumah Makruf 450 genteng hancur. Rumah Sumadi 650 genteng 4 asbes 6 hancur.
Selanjutnya rumah Sumilan 300 genteng 7 asbes, rumah Mujito 350 genteng 7 asbes 8. Sedangkan rumah Pingan 300 genteng dan rumah Saridi 350 genteng 25 asbes, rumah Tukijan 100 genteng hancur.
Kerusakan di rumah Jais 600 genteng 9 asbes hancur, rumah Karji 150 genteng dan 14 asbes, rumah Sugeng 100 gendeng 4 asbes. Untuk rumah Bu Ijah 7 asbes, rumah Sutris 300 genteng hancur.
Kerusakan juga dialami rumah milik Bu Sumartin 150 genteng dan Bu Sutin 45 genteng 2 asbes, rumah Dukut 25 genteng dan rumah Marsam 150 genteng, sementara rumah Rustamar 45 genteng dan rumah Mujianto 40 genteng.
Kemudian di Desa Gempolan rumah Sunyoto 13 lembar asbes, Imam Mahmudi rusak teras aluminium dan 2 asbes, rumah Adi 250 genteng. Selanjutnya  rumah Bu Sinah 50 genteng.
Dari 25 rumah warga yang dihempas angin puting beliung, total kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta dengan rincian akibat hancurnya genteng lebih kurang 8350 biji, asbes 145 lembar dan dalam musibah tersebut tanpa ada korban jitwa.
Akibat bencana angin puting belingung tersebut, tindakan yang diambil pihak Kepolisian Resort Tulungaung, melakukan koordinasi dengan muspika, kades serta perangkat desa dan BPBD tulungagung untuk membantu dan membersihkan pecahan asbes dan genteng
Selain itu, juga mendata keberadaan material rumah yang rusak untuk membuat laporan kesiaga 24. Bencana hembusan angin puting beliung di Kabupaten Tulungagung ini adalah bencana susulan setelah gunung Kelud meletus dan hujan abu mengguyur wilayah Tulungaggung. (B4YU)

Read more...

Gunung Kelud Meletus

Status Gunung Kelud dari status level III kini menjadi level IV. Hari ini Gunung Kelud yang berada di perbatasan Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang ini statusnya ditetapkan menjadi Awas atau level IV pada Pukul 22.15 Wib
     Semburan asap dan material vulkanik mencapai ketinggian 3000 meter. "Jam 22.50 Wib, meletus. Asap tebal setinggi 3000 meter. Tidak ada suara," jelas Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Bandung,
    Awan gunung Kelud bergerak kearah barat  disertai debu dan batu, sementara kepanikan warga lokasi dari titik ledakan kian melebar dan suara gemuruh halilintas, sedang listrik mulai padam dan getaran ledakan terasa. Dari radius sekitar 40  Km dari gunung Kelud debu terbang kian pekat dan terdapat pasir.
     Sementara itu, wlayah Ngoran Nglegok Kabupaten Blitar mengalami hujan batu.setelah sekitar 2 jam lalu kendong dipukul bertalu-talu dan sahut menyahut.sedang rekan Bambang dari Hapra Indonesia mengatakan bahwa hujan kerikil mendaki gunung Klotok(WS)



Read more...

Jangan Panik Kondisi Gunung Kelud


Blitar | Jatimnet - Kelud merupakan gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini, berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.
Lokasi gunung itu, juga sempat menjadi permasalahan dua daerah, yaitu Kabupaten Kediri dan Blitar, tentang batas wilayah, bahkan sampai memasuki ranah hukum. Hingga saat ini, sengketa batas wilayah belum menemui jalan keluar.
Di lokasi gunung itu, Pemkab Kediri membangun berbagai macam fasilitas umum, seperti rest area, parkir, pasar, dan gedung teater yang menampilkan sejarah dan letusan Gunung Kelud
Jika gunung Kelud meletus, Kecamatan Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kepung, Puncu, Wates, serta Plosoklaten diprioritaskan dalam melakukan evakuasi karena wilayahnya paling dekat dengan gunung Kelud.
Status aktivitas Gunung Kelud naik dari "normal aktif" menjadi "waspada", Minggu (2/2/2014). Pemetaan daerah rawan pun mulai dilakukan dan radius 2 km dari anak-an gunung Kelud sempat dihentikan segala aktifitas.
Gunung Kelud sesuai data yang ada, mulai meletus pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Terakhir, erupsi Gunung Kelud terjadi pada 16 Oktober 2007. Sekitar 135.000 jiwa warga Kabupaten Blitar yang berada  di radius 10 kilometer dari Kelud diungsikan.
    Kepanikan warga (sesaat) karena adanya pemberitahuan soal status gunung Kedud. Namun saat ini masyarakat tetap melakukan aktifitas seperti sebelum adanya pemeritahuan. Mereka yang berladang tetap ke ladangnya.
    Sedang dari Puncu, Lamiran  yang rumahnya dekat kali Lahar ketika dihubungi via ponsel mengatakan bahwa di Puncu kegitanan sehari-hari tak mengalami perubahan dan tetap seperti hari-hari sebelumnya dan tak ada kepanikan.
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menambahkan, masyarakat jangan panik dengan pengumuman dari instansi terkait soal peningkatan aktivitas gunung berapi.
"Masyarakat jangan panik, sosialisasi yang dilakukan membuktikan bahwa seluruh instansi terkait bekerja dan mengawasi perkembangan sejak dini, agar dapat menemukan dan melakukan langkah-langkah antisipatif," katanya.
Setiap kemungkinan terjadinya bencana, kata Agung, memang perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar semua pihak bisa waspada dan ikut mencegah dan meminimalisir dampak yang bisa ditimbulkan dari suatu bencana alam. Hal yang terpenting masyarakat harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Contohnya jika ada wilayah dengan radius sekian kilometer yang dilarang untuk dimasuki, dan masyarakat diharuskan mengungsi dan diperlukan langkah evakuasi, maka masyarakat harus mengikuti pentujuk tersebut," tambah Agung.
Naiknya status gunung Kelud menjadi waspada beberapa waktu agar tidak dibesar-besarkan dalam menyajikan berita dengan foto gunung Kelud  saat terjadi letusan tahun 1990 dan dapat menimbulkan kepanikan warga sekitar gunung Kelud yang sedang merantau.(WS)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA