Video Porno Man 3 Tulungagung
Dikecam Warga Setempat
Tulungagung | Jatimnet - Video Porno adegan pelajar pria dan wanita yang diduga pelakunya dua sejoli yang beradegan mesum tersebut dilakukan pada hari minggu 2 sepetember sekira pukul 11.15 wib. Pelaku pria HS siswa kelas 3 IPS.
Video yang telah beredar luas antar ponsel melalui bluetooth, khususnya di wilayah Desa Tanen Rejotangan. Video mesum tersebut telah juga sampai di ponsel reporter Jatimnet Tulungagungh.
Adegan video mesum siswa akhirnya mendapat reaksi keras dari masyarakat Desa Tanen Rejotangan. Dikarenakan Sekolah yang berada dinaungan Kementrian Agama Tulungagung tersebut telah dianggap mencemarkan nama desa.
Besar, tokoh muda Desa Tanen mengatakan pada Jatimnet ”Kejadian tersebut tidak hanya sekali ini tapi sudah berkali-kali. Kita sudah sering memperingatkan tapi pihak sekolah terutama kepala sekolahnya selalu menghindar.
"Padahal seharusnya ada sinergi antara masyarakat, pemerintahan desa serta sekolah,tapi yang ini unik malah ngumpet bila ada undangan kegiatan desa” kata Besari jatimnet.”Perwakilan masyarakat sudah menghadap lurah untuk mengambil langkah tegas"sambung Besari.
Sementara itu, Azir tokoh Pendidiksan di Rejotangan mengatakan bahwa bila besok senin tidak ada keputusan maka masyarakat akan melakukan demo ke Depag Tulungagung serta ke Man Tanen dengan tuntutan melengserkan kepala sekolah karena telah dinilai gagal dalam pembinaan serta pengawasan terhadap pendidikan ditanen.
Ditempat terpisah Kasi Mapenda Kemenag Tulungagung via telpon no 081234xxxxxx. ketika dikonfirmasi Jatimnet dengan singkat menjawab ”Saya masih di Surabaya pelatihan, besok senin saja” Ujarnya (Jn 002/003).
Video yang telah beredar luas antar ponsel melalui bluetooth, khususnya di wilayah Desa Tanen Rejotangan. Video mesum tersebut telah juga sampai di ponsel reporter Jatimnet Tulungagungh.
Adegan video mesum siswa akhirnya mendapat reaksi keras dari masyarakat Desa Tanen Rejotangan. Dikarenakan Sekolah yang berada dinaungan Kementrian Agama Tulungagung tersebut telah dianggap mencemarkan nama desa.
Besar, tokoh muda Desa Tanen mengatakan pada Jatimnet ”Kejadian tersebut tidak hanya sekali ini tapi sudah berkali-kali. Kita sudah sering memperingatkan tapi pihak sekolah terutama kepala sekolahnya selalu menghindar.
"Padahal seharusnya ada sinergi antara masyarakat, pemerintahan desa serta sekolah,tapi yang ini unik malah ngumpet bila ada undangan kegiatan desa” kata Besari jatimnet.”Perwakilan masyarakat sudah menghadap lurah untuk mengambil langkah tegas"sambung Besari.
Sementara itu, Azir tokoh Pendidiksan di Rejotangan mengatakan bahwa bila besok senin tidak ada keputusan maka masyarakat akan melakukan demo ke Depag Tulungagung serta ke Man Tanen dengan tuntutan melengserkan kepala sekolah karena telah dinilai gagal dalam pembinaan serta pengawasan terhadap pendidikan ditanen.
Ditempat terpisah Kasi Mapenda Kemenag Tulungagung via telpon no 081234xxxxxx. ketika dikonfirmasi Jatimnet dengan singkat menjawab ”Saya masih di Surabaya pelatihan, besok senin saja” Ujarnya (Jn 002/003).
