MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Selasa, 15 November 2011

Siswi SMP Di Tulungagung Hamil

Tulungagung | Jatimnet - Untuk yang kali sekian di Kabupaten Tulungagung beredar dan mayoritas pelakunya adalah pelajar. Peredaran video porno pelajar, terbaru yang beredar di Tulungagung dua pelajar SMPN 1 Karangrejo Jl. Karangrewjo no 34 Tulungagung.
    Video porno yang belakangan beredar dan banyak dicari, dalam waktu yang singkat telah disalin dari ponsel ke ponsel lainnya melalui bloetooth dilakukan oleh FR dan EL, siswa kelas dua SMPN 1 Karangrejo yang merekam perbuatan asusilanya menggunakan kamera ponsel.
    Dalam tayangan video, terlihat FR memegang dan meraba organ intim bagian atas EL mengenakan seragam Pramuka. Perbuatan tersebut dilakukan di tempat terbuka di areal SMPN 1 Karangrejo.
     Tayangan video mesum yang berdurasi dua menit 31 detik tersebut. peredarannya selain dari pelajar ke pelajar dan terus berlanjut ke pemilik ponsel lainnya, juga merambah sejumlah koleksi video porno di ponsel milik sejumlah oknum guru di SMPN 1 Karangrejo.
    Kabar beredarnya video porno dan  diminati guru tempat kejadian perbuatan dan perekaman, membuat berang Bambang Setyo Sukardjono selaku Kepala Diknas Kabupaten Tulungagung. Malu lembaga yang dipimpinnya dinodai video porno menjelang Hari Guru Nasional dan PGRI. Pihaknya langsung melakukan tindakan.
     Tindakan melakukan operasi pemusnahan video porno di ponsel yang berada di lingkup Diknas, sasaran pertama adalah pelajar. Bambang dalam pelaksanaan operasi merasa kecewa dengan ulah sejumlah guru yang ternyata 'doyan' mengoleksi video porno di ponselnya.
    Saat operasi berlangsung, selain diketemukan di sejumlah polsel milik pelajar. di sejumlah oknum guru SMPN 1 Karangrejo di posenya terdapat file video mesum yang 'dibintangi' muridnya sendiri. "Saya perintahkan video itu dihapus dari ponsel murid dan guru," kata Bambang geram.
    Menjelang HGN dan ulang tahun PGRI, Dinas Pendidikan dan Dewan Guru di Kabupaten Tulungnagung dihadapkan kasus video porno yang dilakukan pelajar, saat ini melakukan penyelidikan kasus tersebut.
    Kedua 'bintang film porno' pelajar SMPN 1 Karangrejo telah dimintai keterangan bersama orang tua mereka. Sedangkan Suyatno Kepala Sekolah SMPN 1 Karangrejo membenarkan bahwa pelaku dan pembuat video porno itu adalah siswanya.
    Tentang sanksi yang bakal ditimpakan kepada 'bintang film porno' tersebut, pihak sekolah dan Dinas tidak sampai mengeluarkan pelaku dari sekolah tersebut. Keputusan tersebut ditinjau dari dampak jika dikeluarkan.
    "Kalau dikeluarkan akan membuat mereka semakin terjerumus," ungkap Bambang Kepala Diknas Tulungagung, menurut Bambang pula bahwa peristiwa itu juga tidak sampai meresahkan orang tua murid lainnya.
    Sebagai langkah lanjutan yang ditempuh akibat adanya video porno tersebut akan melakukan pembinaan internal. Dia juga berharap kasus itu bisa diselesaikan secara internal tanpa melibatkan kepolisian.
    Sementara itu info terbaru yang diterima Hapra Indonesia, di Tulungagung juga terjadi, siswi kelas 1 di SLTP yang ada di Tulungagung berinisial DAA telah melakukan tes darah soal dugaan dirinya hamil akibat berhubungan intim dengan kakak kelasnya yang sekolah di mana siswi tersebut sekolah.
    Siswi tersebut kabar terakhir masih sekolah dan sedang diupayakan melakukan pengguguran  janin yang dikandungnya. Saat ini Jatimnet sedang memantau perkembangan kasus tersebut, jika memang benar ada pengguguran janin, siapa yang menangani aborsi.(b@yu)

Read more...

Musim Hujan Tiba

Waga dihantui 'Momok' Tanah Longsor
Tulungagung | Jatimnet - Peristiwa longsornya perbukaitan 2,5 tahun lalu yang dalam waktu sangat singkat telah meluluh lantakkan Dusun Ngrejo Desa Joho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung karena tergerus curah hujan.
    Kini, musim hujan telah mulai dan ketika hujan jatuh curahnya lumayan deras disertai angin, sebanyak 30 KK Warga Dusun Ngrejo Desa Joho Kecamatan Kalidawir dibayang-bayangi ketakutan akan datangnya bencana.
    Parjo warga setempat mengatakan bahwa bencana 2,5 tahun silam melumat rumah dan pekarangan warga yang berada di utara jalan. Di lokasi tersebut kini sedikitnya terdapat sekitar 10 KK yang 'senam jantung' ketika merasakan angin berhembus semilir dan langit menghitam disusul datangnya hujan lebat.
    Menurut Parjo, sekitar 10 KK yang tinggnya berada di utara jalan, setelah awal hijan ini, mendung dan gelampnya langit serta curah hujan mengingatkan peristiwan 2,5 tahun silam
    Malik, juga warga setempat mengatakan ”Sampai detik ini belum ada apa-apa dari kabupaten maupun kecamatan, padahal warga resah bila hujan lebat menguyur bukit tersebut”
         Ditempat terpisah Maryani Kabag Humas Pemkab Tulungagung ketika dikonfirmasi Hapra mengatakan ”Sudah itu sudah ditangani, sudah ada kunjungan dan diteliti dari BMG Bandung serta sudah dikeluarkan rekomendasi" ujar Maryani.
    ”Menghadapi musim hujan, nanti akan dikoordinasikan Tim Saklak kabupaten untuk melsuksn langkah menyongsong musim hujan, secara teknis belum kita. mau rapat ini”pungkasnya. Sedangkan Kepala Bakesbanglimas Drs Samsul Laili SH dikonfirmasi via telpon  081359xxxxx tidak terespon.(Bayu)

Read more...

Siaga 'SOS' Hadapi Bencana Alam

Tulungagung | Jatimnet - Tulungagung, ada yang 'memelesetkan' artinya, yaitu Tulung dan Agung yang bermakna menolong secara besar (besar-besaran). Hal itu  bisa terjadi juga untuk kondisi Tulungagung saat ini.
    Pada tiap musim hujan tiba, akan terjadi bencana alam yang menyertai, hal itu karena kerusakan alam di Tulungagung kondisinya tidak berkurah dan sebaliknya semakin parah, khususnya tanah longsor dan jebolnya tanggul di sejumlah sungai.
    Maraknya  pemalakan tanaman kayu hutan dan penambangan pasir sistim sedot telah menjadikan 'bumi' Tulungagung selalu mengibarkan bendera SOS karena nilai kerugian akibat tanah longsor dan banjir bandang semakin menggelembung.
    Penjarahan tanaman kayu di hutan, tak sebanding dengan reboisasi, pemotongan tanaman tiap pohon cukup 1 jam dan untuk bisa memperoleh tanaman yang umurnya sama melalui reboisasi butuh waktu ber tahun-tahun.
    Selain itu, akibat pemalakan tanaman kayu hutan, kondisi tanahnya semakin riskan dan jika hujan turun dengan curah tinggi akan 'melumat' hamparan tanah gersang larut bersama lajunya air dari bukit menuju dataran rendah.
    Sementara itu, penambangan pasir ikut andil memperparah kondisi alam Tulungagung karena dengan penyedotan pasir di sungai menjadikan kondisi keropos tanah tepian sungai. Tak menutup kemungkinan mempengaruhi tempat berpijak 'kaki jembatan' di dasar sungai.
    Selain kerusakan alam yang terjadi di Tulungnagung, bencana banjir juga disulut kiriman air dari sungai Brantas yang ada di Kediri yang nasipnya nyaris sama karena jumlah penambang pasir dengan alat mekanik semakin bertambah.
    Jika bencana alam terjadi, dari evakuasi hingga rehabilitasi sejumlah sarana umum yang rusak akibat bencana alam mau tak mau harus dilakukan secepat mungkin dan tak bisa ditunda.
    Tentu anggaran pemerintah Kabupaten Tulungagung susut karena pengakulasian untuk pemulihan pasca bencana. Namun kebutuhan ketika bencana berlangsung, selain evakuasi juga kebutuhan pangan bagi korban bencana.
    Untuk kebutuhan pangan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre X Tulungagung telah siaga dan menyiapkan sebanyak 100 ton beras untuk menghadapi bencana alam yang selalu datang tiap tahun di Tulungagung.
    Ir H Damin Hartono Roestam MSi kepala Bulog Sub Divre X Tulungagung mengatakan “Masing-masing kabupaten kota mempunyai cadangan 100 ton, akan dikeluarkan  dengan melalui mekanime permintaan bupati" ujar Damin.
    Damin juga menambahkan "Untuk Tulungagung ada stok 100 ton utuk bencana kita siap, khusus untuk bencana alam tidak ada masalah malah kita ada lebih. Ada permintaan dari gubernur pun untuk tanggap darurat kita siap" Sambung Damin.
    Hal itu menurutnya karena tergantung pemda, karena leding sektornya dari pemkab sesuai permintaan dari pemkab. Bulog menyiapkan berapapun  permintaan pemkab. Cadangan beras pemerintah sudah jelas untuk kabupten kota 100 ton gubernur 200 jadi dihitung hitung 300 ton kami siap ,sudah ada aturan baku”jelasnyanya.
    Leih lanjut Damin mengatakan “Bulog Tulungagung, siaga selama 24 jam untuk memberikan bantuan beras kepada korban bencana alam, apabila bantuan tersebut diperlukan sewaktu-waktu.” tuturnya
    “Bulog sekarang cuma operator saja, bila ada  gejolak harga, bencana komandonya dari pemda setempat, bila dibutuhkan sewaktu waktu  kita siap" sambung Damin mensikapi kurang pangan jika terjadi bencana alam.
    "Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab, dan unit kerja yang berkompeten dalam mendistribusikan bantuan pada saat terjadi bencana alam di Tulungagung” papar Damim.
    Kepala daerah bisa mengusulkan tambahan stok beras untuk bencana alam, apabila cadangan beras yang diberikan kepada korban bencana alam sudah habis, terangnya kemusdian.
    “Masalah raskin memang kita agak terbatas,stok bulog ada dimana-mana tinggal kapan dimobilisasinya.Persoalannya dijatim stok dalam negerinya terbatas,prinsip di Tulungagung beserta 4 kabupten kota sudah mengajukan tambahan pada Pakdhe Karwo (Gubernur  Jatim red). Bila keluar insyaaloh stok raskin untuk januari 2012 mencukupi” pungkasnya.(BAYU

Read more...

Tingkatkan Siskamling Minimalkan Kerawanan


Tulungagung | Jatimnet - Tingkat kerawanan beberapa wilayah di Kabupaten Tulungagung  tampaknya mulai naik. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Tulungungang  yang dimotori Kantor Bakesbanglismas bekerjasama dengan Polres Tulungagung  kembali menggalakkan budaya Siskamling dimasyarakat.
    Drs. H.Samsul Laili SH Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Tulungagung, Tentang siskamling, mengatakan ”Karena Siskamling merupakan media paling efektif untuk meredam kerawanan di wilayah.Serta merupakan wadah bagi masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan pada situasi lingkungan” ujarnya
    ”Dengan kembali menggelar lomba Siskamling di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung dengan maksud merangsang kembali semangat warga masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya” pungkasnya.
    Drs. H.Samsul Laili SH menambahkan “Hal yang paling substansial dalam pelaksanaan Lomba Siskamling ini adalah untuk membangkitkan kembali partisipasi masyarakat dalam mengamankan lingkungannya.
    ”Mantan Camat Sumbergempol  tersebut  juga menjelaskan kriteria yang dinilai dalam Lomba Siskamling kali ini adalah, partisipasi masyarakat dalam keamanan dan ketertiban masyarakat dan bencana, dibagian ini penilaian memiliki rating paling tinggi. Kemudian penilaian dibidang fisik bangunan, yang dikatagorikan Golongan A, B, dan C, kemudian diikuti dengan keberadaan sarana paralatannya, termasuk administrasinya, tanda bahaya dan sebagainya. (YU)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA