Jelang Idul Fitri Hati Hati
PENIPUAN VIA SMS MINTA PULSA
KIAN MERAJALELA
Kediri,Jatimnet - Di bulan Ramadhan dan semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri penipuan lewat sms kembali merajalela. Modusnya selain mengabarkan kepada pemilik no ponsel memperoleh hadiah. Selain itu, tipuan kecil-kecilan dan tak kalah maraknya adalah permintaan mengisi pulsa.
Modusnya bermacam-macam dan beberapa orang mengaku memperoleh SMS dengan mengaku sebagai ‘bapak’ meminta dikirimi pulsa segera dengan nominal kecil, sehingga beberapa penerima terkecoh membelikan permintaan pulsa tersebut.
Pada tanggal 5/9/2010 pukul 11.44 wib, penipuan SMS masuk ke nomor Pemimpin Redaksi Jatimnet. Pengirm menggunakan no 087842311947, isinya berbunyi “ belikan dulu bapak pulsa 20 di nomor ini. 081338637189 penting itu nomor barunya bapak sekarang. ini juga cuma pinjam hp untuk sms”.
Penipuan dengan modus permintaan pulsa, beberapa hari terakhir ini muncul di layar kaca dan diwartakan terdapat beberapa korban, mereka ada yang terkecoh dan ada yang mengabaikan pesan via ponselnya.
Modus peni[ian minta tranfer pulsa, sering mengecoh, sedang beberapa korban yang sempat membelikan mengaku tanpa pikir panjang lantas membelikan karena nominalnya kecil, Tetapi jika korban cukup banyak yang terkecoh, maka hasil yang diperoleh si penipu lumayan besar juga, lumayan buat keperluan telepon saat Idul Fitri.
Meski kecil, namanya juga penipuan. pengunjung situs Jatimnet bila memperoleh SMS senada yang intinya penipuan, abaikan dan SMS jangan dihapus. Laporkan ke gerai atau perwakilan penyedia layanan nomor yang dimiliki. Ajukan dan tunjukkan agar dilakukan pemblokiran terhadap nomor tersebut.
Maraknya motif penipuan lewat SMS, telah banyak memakan korban, perlu segera adanya aturan dari pemerintah dan penyedia layanan saluran telepon. Khususnya Depkominfo, Parpostel dan pihak penyedia layanan saluran telepon selular yang ada di Indonesia.
Dengan aturan baru (seperti dituturkan nara sumber di sallah satu stasiun televisi yang sedang mewartakan beberapa waktu lalu). Nara sumber tersebut mengatakan bahwa sebaiknya dibuat aturan bahwa untuk membeli nomor perdaha harus didata pembeli sesuai KTP yang masih berlaku.
Dengan mendata pembeli sistem mencatat serta meminta copy KTP, akan meminimalkan penipuan dan pemilik nomor telepon selular yang menyalah gunakan bisa cepat diketahui. Hal ini karena selama ini mendaftar saat mengaktifkan nomor perdana ke saluran 4444 kurang efektif.
Saluran no 4444 dari Depkominfo dalam penfaftaran lewat SMS, sangat mudah sekali memalsukan data untuk dapat memulai penggunakan nomor perdana yang dimiliki, apalagi menurut sumber Jatimnet, bahwa murahnya harga kartu perdana dan mudahnya memalsu data saat registrasi membuat kartu perdana seperti tak ada nilainya.
“Habis dipakai buang dan beli lagi” ujar Santoso dari Tulungung kepada Jatimnet belum lama ini. Santoso mengatakan bahwa mengisi registrasi di no 4444 mudah sekali, nama, nomor KTP dan alamat asal-asalan bisa diterima dan kartu langsung bisa dipakai.(WS)