MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Rabu, 07 Mei 2014

Pertura Jatim Lolos Seleksi Nasional


SURABAYA | Jatimnet - Kelompok Pertunjukan Rakyat (Pertura) Jawa Timur berhasil terpilih dalam seleksi 9 besar Pertura se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Dengan demikian Jawa Timur berhak mengikuti Festival Pertura tingkat nasional di Padang, Sumatera Utara, 24-25 Mei 2014.
Dalam festival tahunan ini, dimulai dari seleksi melalui rekaman video yang kali ini diikuti oleh 18 provinsi. Kemudian dari jumlah itu dipilih 9 (sembilan) peserta yang berhak mengikuti festival tingkat nasional yang kali ini diselenggaraan di Padang, Sumatera Barat. Dari 9 peserta itulah yang nantinya akan dinilai secara langsung dalam pentas di atas panggung GOR Agus Salim Kota Padang untuk dipilih juaranya.
Sembilan provinsi yang terpilih berdasarkan rekaman video itu adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat dan Papua.
Sebelumnya, masing-masing provinsi menyelenggarakan seleksi tiap Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) hingga ditemukan beberapa penampilan terbaik. Kebijakan yang dipilih Dinas Kominfo Jatim adalah, membuat kelompok baru dengan memberdayakan sebagian pemain dari grup terbaik itu.
Maka jadilah sebuah grup bentukan baru dengan lakon yang baru pula. Sesuai dengan aturan panitia pusat, calon peserta festival Pertura tingkat nasional harus mengirimkan rekaman videonya untuk untuk diseleksi awal. Baru yang lolos seleksi dipentaskan di festival tingkat nasional.
Kali ini, grup Pertura Jawa Timur menampilkan seni pertunjukan rakyat dengan gaya Besutan dengan lakon “Asmara Sumo Gambar”. Sutradara Bambang SP, pemain dan pemusik terdiri dari S. Djianto (Lamongan), Yuli (Kediri), Ratih Kumala Dewi (Bangkalan), Cahyono (Sidoarjo), Rizky (Bojonegoro), Ganefowati (Kediri), Ketut Santoso (Surabaya) dan Totok S (Bangkalan). (Henry)

Read more...

Senin, 05 Mei 2014

Tuban Juara Umum Festival Kesenian Jawa Timur 2014


SURABAYA | JATIMNET -  Meski tidak ada penetapan kriteria Juara Umum, maka dapat dikatakan Kabupaten Tuban layak mendapat gelar Juara Umum dalam Festival Kesenian Jawa Timur 2014.
Hal ini karena Kabupaten Tuban mampu meraih jumlah penghargaan bergengsi terbanyak dalam festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur sejak 29 April hingga 3 Mei semalam.
Dalam Festival Karya Tari (FKT) Tuban memperoleh gelar bergengsi sebagai Penyaji Terbaik, Penata Tari Terbaik (atas nama Hendrid Suko Tri Utomo), Penata Musik Terbaik (Purwosuleksono, SPd), serta Penata Rias dan Busana Terbaik (Marista Ekanatalia, SPd).   Sedangkan dalam Festival Lagu Daerah (FLD) Kabupaten Tuban juga berhasil meraih predikat sebagai Penyaji Terbaik dan Pencipta Lagu Terbaik (Joko Wahyuono).
Sementara dalam Festival Lawak dan Jula-Juli yang hanya dikuti 17 peserta, Kabupaten Tuban memang tidak mengirimkan wakilnya.
Pada festival ini memang tidak menerapkan kriteria kejuaraan berjenjang (rangking), namun hanya tiga terbaik non rangking. Dalam hal ini Kab Tuban meraih predikat terbaik dalam sejumlah katagori tersebut di atas tanpa diikuti oleh daerah lainnya. 
Selain Kabupaten Tuban dengan karya berjudul “Gagar Mayang”, tiga Penyaji Terbaik Non Rangking dalam Festival Karya Tari adalah Kab Lamongan (Wayangan) dan Kab Tulungagung (Raja Patmi – Gayatri). Tiga Penata Tari Terbaik Non Rangking adalah Ratna Cempaka (Lamongan), Bimo Wijayanto (Tulungagung) dan A. Hendrid Suko Triutomo (Tuban). Tiga Penata Musik Terbaik Non Rangking adalah Kukuh Setyo Budhi Akhirianto (Surabaya), Tri Wibowo (Tulungagung) dan Purwo Suleksono (Tuban).
Dari data di atas posisi Tuban memang selalu dibayangi oleh Tulungagung, namun dalam kriteria Tiga Penata Rias dan Busana Terbaik, tidak terdapat nama Tulungagung. Hanya Tuban (Marista Ekanatalia, SPd), Pacitan (Adi Peni, SPd) dan Sidoarjo (Teguh).
Dewan Pengamat dalam Festival Karya Tari adalah Tri Broto Wibisono, Robby Hidayat, Suryandoro dan Heri Lentho Prasetyo. 
Namun dalam Festival Lagu Daerah, nampaknya peserta dari Kabupaten Lumajang mampu mengungguli Tuban dalam jumlah perolehan penghargaan bergengsi. Sebagai Tiga Penyaji Terbaik Non Rangking, posisi Tuban dibarengi oleh Lumajang dan Sumenep.
Demikian pula pada kriteria Tiga Pencipta Lagu Terbaik, selain Tuban, juga ada Lumajang (atas nama Indrijanto, SH) dan Bambang SP dari Surabaya. Namun nama Lumajang masih bertengger dalam Tiga Vokalis Terbaik Non Rangking, bersama dengan Sumenep dan Sidoarjo.
Tuban dan Lumajang sama-sama tidak meraih penghargaan dalam kriteria Penata Musik Terbaik Non Rangking, yang kali ini berhasil diraih oleh peserta dari Bangkalan atas nama Sudarsono, Sumenep (Ayos Arif) dan Banyuwangi (Jaeni). Jika ditotal dari dua festival ini (tari dan lagu daerah) maka Tuban tetap memperoleh jumlah penghargaan terbanyak sehingga layak disebut Juara Umum.
Dewan Pengamat Festival Lagu Daerah adalah Prof. Rahayu Supanggah, Sabar MSn dan Johan Perwiranto SPd, MM.
Sementara itu, dalam Festival Lawak dan Jula-juli, Lima Penyaji Terbaik Non Rangking diraih oleh Kab Malang, Kota Batu, Kab Lumajang, Kab Mojokerto dan Kota Malang. Sebagai Dewan Pengamat adalah Henky Kusuma. H. Syakirun dan Agus Kuprit. (henry)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA