MEDIA WARTA JATIM

PERHATIAN !. MEDIA WARTA JATIM . Kami hanya mengeluarkan pres card yang ditandatangani oleh Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Bambang.WS Siapapun juga dan apapun alasannya, bila ada oknum yang mengaku dari Jatimnet Siber Media, dan nama serta fotonya tidak ada di halaman ini apa yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab kami mohon dilaporkan ke kepolisian terdekat sebagai tindak kejahatan dalam bentuk penipuan. untuk konfirmasi tentng anggota kami, HANYA Melalui SMS/WA No : 085233688886

DARI REDAKSI

PERHATIAN !. Jika anda didatangi wartawan dan atau reporter dari Media WARTA JATIM . Tanyakan kartu identitasnya dan cek fotonya pada website kami ini. Untuk keterangan lengkap Hubungi Pemimpin Umum/Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi Media WATRA JATIM, lewat SMS/WA ke no ponsel 085233688886

INFORMASI TERKINI

Rabu, 28 September 2011

GMI-FKPPI Tulungagung Juarai Parade Defile

Tulungagung - Jtimnet Online- Selama dua hari FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-POLRI) Tulungagung kususnya GMI (Generasi Muda Indonesia), semangat dalam berlatih baris-berbaris di lapangan Pasar Pahing yang di dukung dan dilatih oleh anggota KODIM 0807 Tulungagung.
Sebanyak 100 personel putra-putri TNI-POLRI  merupakan penerus cita-cita Bangsa Indonesia. Masing-masing anggota GMI-FKPPI di ambil dari 19 Koramil yang ada di Kabupaten Tulungagung baik putra maupun putri.
Pada Minggu pagi (25/9) pemberangkatan peserta FKPPI Tulungagung dilepas oleh PASITER (Perwira Seksi Teritorial) Kapten Pamuji. Dalam perjalanan cuaca masih berembun dan dingin, para personel FKPPI yang di damping oleh anggota KODIM semangat sambil menikmati menu sarapan pagi.
Rombongan dari KODIM 0807 akan melakukan perjalanan selama kurang lebih dua jam menuju Kabupaten  Ponorogo.
        Setibanya di Alun-alun Ponorogo, nampak semua peserta dari kabupaten lain seperti peserta dari tuan rumah Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung.
Sebelum acara di mulai pada pukul 09 pagi, seluruh peserta dari masing-masing Kodim melaksanakan gladi bersih. 15 Menit kemudian setetah gladi bersih selesai, acara benar-benar dimulai. Nampak peserta begitu hikmat melaksanakan Upacara dalam rangka Apel dan lomba Parade Defile yang diselenggarakan di tengah lapangan alun-alun Kabupaten Ponorogo.
Cuaca yang tidak begitu panas dan udara sedikit dingin merupakan pendukung utama untuk peserta unjuk kebolehan dalam berdefile. Berbaris rapi dan berseragam doreng coklat, bak pasukan yang siap bertempur dalam membela NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), putra-putri FKPPI melangkah tegap dan hormat di hadapan DANREM dan utusan Kodam yang berpangkat Kolonel yang berdiri di pendopo alun-alun.
Demikian seterusnya dengan peserta FKPPI lainnya juga ikut berlomba meraih juara dan mencuri perhatian juri di sekitar pendopo alun-alun. Beberapa saat setelah Parade Defile, juri mengumumkan siapa pemenang dari defile tersebut.
Tanpa diduga KODIM 0807 Tulungagung meraih juara 1, kedua KODIM 0808 Kabupaten Blitar, dan ketiga 0804 kabupaten Magetan. Mayor Edy sunarko, S.Sos menuturkan.
Semangat putra-putri GMI memang luar biasa hingga bisa menyisihkan 8 peserta dari masing-masing Kodim, ini merupakan juara yang tak terduga. Semoga kedepan bisa jadi yang terbaik. Menurut Hery yang hampir 30 tahun aktif di FKPPI,
Sungguh merasa bangga pulang dengan membawa piala sebagai hadiah defile terbaik untuk Tulungagung, semoga kedepan GMI- FKPPI bisa memberikan yang terbaik dan memajukan cita-cita bangsa terlebih pada KODIM 0807 yang selalu mendukung kegiatan FKPPI. (indh/yu)

Read more...

Kamis, 15 September 2011

Seminar Potensi Tradisi Lisan Jawa Timur

Surabaya,Jatimnet Online - Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jawa Timur bekerjasama dengan Taman Budaya Jawa Timur hari Selasa yang lalu (13/9) mulai pukul 12.00 menggelar seminar Potensi Tradisi Lisan Jawa Timur di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, Jl Gentengkali 85 Surabaya.
Prof. Ayu Sutarto dari Universitas Jember yang juga  ketua ATL Jawa Timur menjadi pembicara dengan topik Kekayaan Potensi Tradisi Lisan di Jawa Timur, sedangkan Prof. Henricus Supriyanto, ketua Dewan Kesenian Kab. Malang berbicara mengenai Tradisi Lisan dalam Kesenian di Jawa Timur.
Menurut Henri Nurcahyo, sekretaris ATL Jawa Timur, tradisi lisan dapat menjadi kekuatan kultural dan salah satu sumber utama yang penting dalam pembentukan identitas dan membangun peradaban. Bahwa tradisi lisan merupakan salah satu deposit kekayaan bangsa untuk dapat menjadi unggul dalam ekonomi kreatif.
Tradisi lisan bukan hanya soal bahasa (lengkap dengan beragam dialeknya), tetapi  juga mencakup sastra lisan, seperti mite, legenda, dongeng, hikayat, mantra, dan puisi serta berbagai bentuk seni pertunjukan.
Bahkan juga termasuk sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, obat-obatan, sistem geneologi, dan sistem pengetahuan yang dituturkan secara turun-temurun di nusantara. 
Namun realitanya posisi tradisi lisan masih terpinggirkan, potensinya masih terabaikan, dan masih banyak yang menganggap bahwa tradisi lisan hanyalah peninggalan masa lalu yang hanya cukup menjadi kenangan manis belaka.
Tradisi lisan seolah-olah tidak relevan lagi dengan kehidupan modern yang semakin melaju sangat cepat selama ini. Kemajuan teknologi ternyata tidak disikapi secara arif sehingga semakin meminggirkan posisi tradisi lisan.
Tradisi lisan berupa dongeng, kegenda,mitos dan sebagainya seringkali dianggap fiktif, padahal sangat terbuka kemungkinan besar untuk membuktikan bahwa dongeng, mitos, dan legenda itu merupakan fakta yang kebetulan tidak dituliskan.
Pembuktian semacam itu tidak mungkin dilakukan ketika ilmuwan dan peneliti Indonesia apriori terhadap kebenaran tradisi lisan secara ilmiah. Dibutuhkan dekonstruksi sikap tentang status tradisi lisan dalam khazanah dunia ilmiah Indonesia.
Menyemarakkan seminar, juga disajikan pertunjukan seni tradisi lisan, yaitu Santiswaran, yang dibawakan oleh Luwar dkk. (*)

Read more...

Selasa, 13 September 2011

Alumnus SDN Sumberrejo I Bojonegoro

Setelah Lulus tahun 1975 Adakan Reuni
Bojonegoro,Jatimnet Online - Sekolah Dasar Negeri Sumberrejo I di Kabupaten Bojonegoro tahun 1975, 3 September lalu mengadakan reuni untuk kali pertama. Acara Reuni yang digelar di rumah Sri Puji Astuti (Tutik) berada tepat di barat jalan yang ada di sisi barat Gedung SDN Sumberrejo I di Desa/Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.
    Keinginan para mantan pelajar SDN Sumberrejo I lulusan tahun 1975 maunya bisa berkumpul secara lengkap sesuai dengan daftar absensi dahulu sebanyak 42 orang, namun empat siswa telah lebih dahulu berpulang ke Illahi, yang bisa hadir sebanyak 19 orang yang matoritas telah menyandang gelar Kakek dan Nenek.
    Menurut Agus Purnomo (alumnus yang sekarang guru di SD tersebut) sisaynya tak bisa hadir karena ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan dan sebagian belum dapat diketemukan alamatnya. Melalui Jatimnet Online, kepada mereka diharapkan mengabarkan keberadaannya.
    Acara Reuni, hari itu telah diagendakan akan dilakukan secara rutin 2 tahun sekali pada minggu pertama setelah Idul Fitri, sedang tempat akan dikabarkan kemudian. Pengumpulan dana hari dari 19 orang yang hadir bisa terkumpul sebanyak Rp 2 juta.
    Sementara itu, Muhammad Sony yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana Reuni, mengatakan pada Jatimnet bahwa dana yang diperoleh hari itu sebagian akan disumbangkan kepada rekan seangkatan yang perlu mendapat bantuan, sedang kapan diberikan, hari itu belum ditentukan karena akan dibahas lebih rinci. Sony juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanan reuni dimasa mendatang akan juga dilakukan reuni akbar. Rencana menurut Sony akan digelar dari lulusan tahun 1970 hingga tahun 1980.
    Pelaksanaan reuni akbar tersebut sedang dalam persiapan dan butuh waktu lama karena untuk mengumpulkan data alamat para lulusan tahun tersebut sangatlah sulit, meski demikian Sony mengaku optimis. Untuk reuni ke dua nantinya, selain para lulusan juga akan disertai suami atau istri dan anak bahkan cucunya.
    Dari acara reuni perdana, untuk mengumpulkan para alumnus SDN Sumberrejo I Bojonegoro yang dibangun pertama kali pada tahun 1902 membuka website dan membuka raringan di facebook dan pembuatannya dikerjakan oleh Bambang.WS alumnus yang saat ini menetap di Kediri.(Yis)

Read more...

"Dwi Rasekso Sinabdo Ratu"

Menyongsong Dirgahayu Tulungagug :
( Toeloengagoeng 18 Nopember 1205 - 18 Nopember 2011)
Hari jadi Kabupaten Tulungaung yang setiap tahun kita peringati pada tanggal 1 April termaktub dalam buku "Sejarah dan Babad Tulungagung" dalam buku itu disebutkan bahwa bahwa tonggak hari jadi Tulungagung bertepatan dengan tanggal 1 April 1824 Masehi.
Angka tahun 1824 masehi rupa – rupanya didasarkan pada Candrasengkala Memet yang terdapat pada sepasang Arca Dwarapala yang berada di empat penjuru batas kota Tulungagung. Candra Sengkala tersebut berbunyi "Dwi Rasekso Sinabdo Ratu" yang menunjuk angka tahun jawa 1752.
Angka tahun 1824 Masehi juga ditafsirkan sebagai tanda dimulainya pembangunan pusat kota baru yang terletak di sebelah timur kali Ngrowo dan sekaligus menandai pusat Kabupaten Ngrowo ke Kabupaten Toeloengagoeng dengan dikeluarkan Besluit Gubernur Hindia Belanda Nomor : 8 tanggal 14 Januari 1901.
Itulah sebabnya kita selalu memperingati hari jadi Tulungagung pada tanggal 1 April. Berdasarkan penafsiran dan keyakinan bahwa tanggal 1 April 1824 sebagai tonggak hari jadi Tulungagung, banyak pihak yang merasa ragu dan keberatan.
Tidak terkecuali Panitia Peringatan Hari Jadi Tulungagung yang Ke-176 pada tahun 2000. Pada waktu itu Panitia Peringatan Hari Jadi Tulungagung merekomendasikan tentang perlunya peninjauan ulang terhadap penanggalan Hari jadi Tulungagung.
Selanjutnya pada tanggal 24 Juli 2000 diselenggarakan seminar sehari "Kaji Ulang Hari Jadi Kabupaten Tulungagung" yang dihadiri oleh unsur Eksekutif, Legislatif, Pemerhati Sejarah, Budayawan, Pemuka Masyarakat, dan LSM di Tulungagung.
Intinya adalah tercapainya kesepakatan tentang penelusuran hari jadi dan penulisan ulang sejarah Daerah Tulungagung. Namun sayang sekali pada tahun itu penulisan "Sejarah Daerah Tulungagung" belum bisa diwujudkan. Babak selanjutnya, pada tanggal 9 Oktober 2002 ditetapkan peraturan daerah Kabupaten Tulungagung No : 27 Tahun 2002 tentang hari jadi Tulungagung.
Pada Bab II pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa tanggal 18 Oktober 1205 ditetapkan sebagai hari jadi Tulungagung. Dengan demikian, sejak tahun 2003 ini hari jadi Tulungagung tidak lagi diperingati setiap tanggal 1 April, melainkan setiap tanggal 18 Nopember seperti saat skarang ini.
Penetapan tanggal 18 Nopember 1205 sebagai hari jadi Tulungagung merupakan hasil penelitian seksama terhadap peninggalan sejarah berupa prasasti yang banyak bertebaran di kawasan Tulungagung.
Sedangkan prasasti yang memuat tanggal 18 Nopember 1205 adalah prasasti Lawadan yang terletak di sekitar Desa Wates Kecamatam Campurdarat, yang menyatakan "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa", artinya Jum’at Pahing 18 Nopember 1205.
Prasasti Lawadan dikeluarkan atas perintah Raja Daha terakhir, yaitu Paduka Sri Maharaja Sri Sarwweswara Triwikrama Watara Nindita Srengga Lancana Digjaya Tungga Dewanama atau lebih dikenal dengan sebutan Sri Kretajaya atu Raja Kertajaya yang pada waktu itu merasa berkenan atas kesetiaan warga Thani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha.
Pada Prasasti Lawadan dijelaskan juga tentang anugrah Raja Kertajaya berupa pembebasan dari berbagai pungutan pajak dan penerimaan berbagai hak istimewa kepada Dwan Ri Wan Ri Lawanan Tken Wisaya, atau dikenal dalam cerita sebagai Dandang Gendhis.
Alasan mendasar dipilihnya prasasti Lawadan sebagai tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Yulungagung dan menggantikan Besluit Gubernur Jendral Hindia-Belanda Nomor : 8 Tahun 1901 adalah karena prasasti Lawadan memenuhi 9 kriteria dari 13 kriteria yang di gunakan untuk menetapkan hari jadi suatu daerah.
Kriteria itu antara lain : komonitas warga Lawadan waktu itu telah memiliki sistem pemerintahan dan sosial budaya yang teratur, mandiri, mengandung nilai-nilai yang bersifat kepahlawanan dan menimbulkan rasa cinta tanah air, dan lain-lain. Dengan demikian, sejak tahun 2003 memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung dilaksanakan setiap tanggal 18 Nopember.(Red/WS)

Read more...

Jumat, 02 September 2011

No Ponsel 085735070648 Bikin Iseng ?

Pagi tadi 02/09, nomor redaksi Jatimnet 085233688886 ditelepon no ponsel 085735070648 dan diputus saat hendak diangkat. Ditelepon balik beberapa kali no tak aktif den ketika dihubungi redaksi diangkat namun diam.
Berikutnya ketika ditanya via SMS , selalu berkelit tanpa bersedia menjawab bahkan ganti bertanya. Redaksi telah mengingatkan bahwa seharusnya penelepon menjelaskan siapa dan tujuan apa, jawab yang diberikan “Cuma miscol”.
Selain nomor 085233688886, redaksi sering menerima SMS dari beberapa nomor yang nadanya klise dengan inti mama minta pulsa atau papa belikan pulsa. Tidak itu saja, pemberitahuan menang hadiah dan promosi menawan menjadi agen M-Kios juga sering muncul.
Murahnya sarana telepon, khususnya banjir bonus SMS tiap hari… semakin pula membanjir no masuk secara anonim. Kondisi demikian sepertinya telah menjadi santapan  harian pemilik ponsel.
Melihat cara regestrasi melalui SMS ke 4444 masih rawan penggunaan nomor yang sekali pakai dan buang ganti nomor baru karena harga kartu perdana semakin murah, sedang pendaftaran ke 4444 menggunakan data bisa untuk mengaktifkan nomor pernana.
Perlu adanya pemikiran pemutakhiran data kepemilikan no ponsel agar dapat mereda nomor dengan data palsu yang digunakan untuk melakukan serangkaian aksi lewat SMS. (Red)

Read more...

BERITA SEBELUMNYA